Kombinasi Feminin dan Maskulin dalam Dekorasi Rumah

ruang-duduk-netral

Rooang.com | Beberapa desain interior dianggap terasa lebih maskulin daripada yang lain. Ada juga desain dan sejumlah perabot yang terlihat cenderung feminin. Namun, sejauh ini dua karakter tersebut tidak jelas di mana batas perbedaannya. Permasalahan kemudian muncul ketika sepasang suami-istri yang baru menikah menempati rumah baru mereka dan terjadi perdebatan tentang dekorasi interior. Padahal, seharusnya 2 gaya tersebut—maskulin dan feminin—bisa dikombinasikan. Kombinasi keduanya justru akan menciptakan suasana seimbang di dalam rumah. Interior maskulin yang selalu terlihat tegas, minimalis, praktis, dan dingin seharusnya bisa disandingkan secara harmonis dengan gaya feminin yang lembut, hangat, detail, dan ceria. Berikut ini tips mengombinasikan feminin dengan maskulin dalam dekorasi rumah

Warna
Warna memiliki kecenderungan ke arah feminin dan maskulin. Pasangan yang baru menikah biasanya sudah memiliki barang-barang miliknya sendiri yang hendak diletakkan dalam rumah. Pemilihan barang dengan warna sama untuk diletakkan dalam satu ruangan akan menciptakan kesan harmonis. Berbagai benda yang sama-sama memiliki warna biru, misalnya korden, rak buku, poster klub sepak bola, boneka, dan bantal bisa ditata di ruang tengah. Warna merah muda juga bisa dipadukan dengan warna hitam, misalnya perlengkapan mandi berwarna merah muda dengan ubin hitam di kamar mandi.

feminim-maskulin1

Furnitur
Tetap mengutamakan keseimbangan adalah kunci utama perpaduan desain maskulin-feminin. Menjaga agar setiap ruangan tidak terlalu feminin ataupun maskulin akan membantu menciptakan keseimbangan tersebut dan mengurangi dominasi. Jika dinding sudah didominasi dengan warna-warna tegas dan dingin, letakkanlah sebuah kursi cantik dengan bantal bulu untuk menyeimbangkan ruangan itu. Sofa warna abu-abu yang kaku bisa diperindah dengan kain warna cerah, seperti kuning atau oranye.

Untuk menjaga keseimbangan, ada baiknya jika melakukan prosentase komponen di setiap ruangan. Jika sofa berukuran besar dan meja sudah mengarah pada feminitas, maka pilihan kursi, lukisan, dan lampu harus yang maskulin.

feminim maskulin 2

Kain
Tidak semua kain itu feminin, misalnya kain korden berwarna biru navy atau pola stripe warna coklat dan abu-abu. Kain yang cenderung feminin biasanya memiliki pola-pola dan warna yang cantik, misalnya polkadot dan bunga-bunga. Sementara, bahan kain dari kulit berwarna gelap cenderung bersifat maskulin. Sprei, selimut, korden, dan sarung bantal adalah bagian dari dekorasi interior yang paling mudah dimodifikasi dan diganti. Anda dan pasangan bisa bergantian menggunakan model yang maskulin ataupun feminin.

korden

dekorasi kamar mudah diganti

Titik netral
Tidak semua benda dan unsur di dalam rumah harus mewakili karakter feminin atau maskulin. Untuk menyelaraskan perpaduan keduanya, perlu ada titik-titik netral yang membuat kedua karakter tersebut terlihat nyaman dan seimbang. Titik netral bisa diciptakan melalui pilihan furnitur dan warna yang uni-sex, bisa diterima oleh sisi lembut maupun macho. Furnitur sederhana tanpa banyak detail, bentuk geometris sederhana yang chic dan sudut yang tidak lancip bisa diterima oleh semua penghuni, baik laki-laki maupun perempuan. Warna hijau, kuning, merah, dan biru adalah warna-warna yang bisa mewakili kedua sisi. Selain furnitur dan warna, hal yang uni-sex adalah pattern atau corak. Corak yang paling netral adalah kayu. Lantai parket dan meja kayu vintage sederhana akan menciptakan kenyamanan di setiap ruangan yang memuatnya. Komponen lain yang juga uni-sex adalah pintu dan jendela.

dapur nuansa netra

Lantai
Sementara furnitur dan aksesoris bisa dipindahkan dengan mudah, lantai merupakan bagian dalam rumah yang paling sulit diganti. Oleh karenanya, pemilihan material dan warna lantai sebaiknya yang netral dan bisa dipadukan dengan berbagai tema atau konsep. Lantai parket/kayu dan porselen warna netral seperti beige, putih, dan abu-abu bisa dijadikan pilihan aman.

kamar minimalis

Dinding
Dinding merupakan bagian yang cukup mendominasi pandangan yang warnanya bisa dikombinasikan. Untuk kombinasi tersebut, ada banyak inspirasi kombinasi di sekitar kita, misalnya kombinasi warna merah muda dengan coklat pada es krim, warna biru tua dengan kuning di langit sore, atau warna abu-abu tua dengan biru muda. Pilih warna maskulin yang tegas sebagai warna utama, lalu buat warna feminin yang lembut sebagai aksen. Kombinasi juga bisa dilakukan melalui perpaduan wallpaper dengan cat dinding. Jika ingin suasana yang lebih kontras, padukan dinding bata ekspos bercat abu-abu gelap di separuh dinding atas dengan wallpaper feminin warna pastel di separuh dinding bawah. Jika tidak ingin repot, pilih saja wallpaper yang tidak terlalu feminin.

feminim maskulin 4

Pada dasarnya, tidak semua wanita menyukai interior feminin, dan tidak semua pria hanya menyukai interior maskulin. Pasangan Anda pun bisa merasa nyaman dalam ruangan yang feminin atau maskulin, sejauh proporsinya seimbang, tidak berlebihan.

Sumber:
http://www.interiordesigninfo.com
http://homeguides.sfgate.com
http://ideas.thenest.com

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX