Kenali Plus-Minus Aneka lantai Bambu

lntai-bambu
Share this:

Rooang.com | Tahukah Anda, ternyata lantai bambu terdiri atas beragam varian? Yap! Setidaknya ada 3 jenis lantai bambu berdasarkan prosesnya: buatan, alami, dan cetakan. Masing-masing berasal dari proses yang berbeda. Tentunya proses pun menghasilkan bentuk, struktur, dan keunggulan yang berbeda di tiap jenisnya.

Lantai bambu alami


Lantai bambu alami terbuat dari bambu yang dicetak dan di-press sampai terbentuk lembaran-lembaran padat. Jenis ini menghasilkan corak-corak alami dari permukaan bambu, sehingga benar-benar menghasilkan kesan oriental. Awalnya, bambu dikupas kulitnya, diiris tipis, dipanaskan dalam air larutan asam boric untuk membunuh bakteri dan mikroorganisme. Barulah kemudian setiap irisan direkatkan dengan lem lalu dipanaskan dan di-press untuk menghasilkan lembaran bambu yang padat.

Kelebihan:

  • Semakin lama, lantai bambu akan bengkok dan menekuk. Tapi, lantai bambu alami lebih mudah diamplas dan di-polish untuk menjaga tampilannya.

Kekurangan:

  • Dibandingkan jenis lainnya, lantai bambu alami memiliki daya tahan paling rendah karena tidak mengalami proses dan tambahan pelapis.

Jenis alami lebih cocok digunakan di ruang tamu, kamar tidur, dan ruang keluarga. Jangan menggunakannya untuk dapur dan kamar mandi, karena lantai bambu alami sensitif pada air. Berdasarkan polanya, lantai bambu alami dibagi menjadi vertical dan horizontal. Vertical adalah yang irisannya disusun secara vertical, sedangkan horizontal adalah yang irisannya ditumpuk secara horizontal dan memperlihatkan penampang bambu.

 

Lantai bambu buatan

Dikatakan buatan karena jenis ini terbuat dari beragam bahan. Jika diurutkan dari lapisan teratas, maka susunannya adalah: acrylic polyurethane (pelapis warna dan penjaga daya tahan), layer bambu, pati cemara, triplek, dan sandaran poplar. Semua lapisan kecuali polish direkatkan dengan lem khusus. Lantai jenis ini terlihat sangat mirip dengan bambu, padahal hanya bagian atasnya saja yang berasal dari bambu.

Kelebihan:

  • Memiliki daya tahan yang cukup tinggi terhadap air
  • Mudah dipasang
  • Mudah dirawat dan tahan lama

Kekurangan:

  • Karena lapisan bambu hanya di bagian atas, maka jenis ini tidak bisa di-refinish. Jika lapisan atas sudah rusak, maka harus diganti dengan yang baru.

Lantai bambu buatan bisa diletakkan di berbagai area dalam rumah, termasuk dapur sekalipun, tetapi, Anda tetap harus berhati-hati dengan perawatannya.

 

Lantai bambu cetak

 

Disebut lantai bambu cetak karena dalam proses produksinya, bambu direbus dengan asam borat sampai menjadi semacam bubur kayu. Bubur bambu ini lalu dicampurkan dengan perekat, kemudian dicetak menjadi lantai. Tampilannya memang seperti lantai kayu biasa.

Kelebihan:

  • Lantai lebih keras dengan daya tahan yang lebih tinggi.
  • Bisa dipolis ulang.

Kekurangan:

  • Mengandung lebih banyak zat kimia berbahaya yang terdapat dalam lem. Dikhawatirkan, jenis lantai bambu ini mengandung banyak VOC (Volatile Organic Compound) yang sangat berbahaya bagi kesehatan.
  • Tampilannya tidak seperti bambu

Jenis lantai bambu cetak lebih cocok untuk ruang tamu, kamar tidur, dan lorong-lorong ruangan. Sebaiknya tidak digunakan di dapur, basement, apalagi kamar mandi.

Apapun pilihan lantai bambu Anda, pastikan untuk selalu memilih yang aman bagi kesehatan keluarga. Jika masih ragu menggunakan lantai bambu, Anda bisa memanfaatkan lantai porselen yang banyak tersedia dalam berbagai ragam motif, termasuk motif kulit bambu.

Anda punya pengalaman menarik dalam menggunakan lantai bambu? Atau ingin berdiskusi tentang topik ini? Silahkan sampaikan pendapat Anda di kolom komentar.

Sumber:
http://home.howstuffworks.com/
http://flooring.about.com/
http://homerenovations.about.com/

Share this:

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...

GET OUR BEST IN YOUR INBOX