0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
ruang-bermain-anak

Rooang.com | Bermain adalah dunia bagi anak-anak. Selain bermain di area outdoor, area indoor pun tidak lepas dari keseruan mereka. Sayangnya, belum banyak orang tua yang mau menyiapkan ruang bermain bagi buah hatinya. Alasannya karena mereka khawatir rumah menjadi lebih kotor dan berantakan. Untuk itu, simak tips-tips menyiapkan dekorasi ruang bermain berikut ini.

Pemilihan ruangan

Hal pertama yang harus dilakukan adalah memilih ruangan yang akan dijadikan area bermain. Ada 2 opsi, jadi satu dengan kamar anak atau terpisah. Jika jadi satu, maka akan menghemat penggunaan tempat. Sementara, ruang bermain yang terpisah lebih cocok untuk pemilik rumah yang lebih lebar. Area bermain pun bisa diletakkan di salah satu sisi ruang keluarga, sehingga Anda bisa berinteraksi dan mengawasi apa yang dilakukan oleh anak-anak. Untuk memisahkan area bermain dengan ruang keluarga, tidak perlu menggunakan partisi. Pembedaan warna dinding dan karpet sudah cukup menjadi pembatas.

Fasilitas permainan

Karena ini adalah ruang bermain, Anda tentu wajib menyiapkan fasilitas bermain yang dibutuhkan oleh anak-anak. Sebenarnya ini tergantung dari apa yang disukai oleh anak Anda dan jenis kelaminnya. Biasanya anak perempuan lebih menyukai boneka dan mainan masak-masakan, sedangkan anak laki-laki lebih suka sesuatu yang teknis seperti mobil dan robot. Tetapi jika Anda memiliki keduanya (anak laki-laki dan perempuan), ada beberapa permainan unisex yang bisa dipakai bersama, seperti plastisin, jenga, lego, ular tangga, dan aneka mainan kayu.

Zona kotor


Setiap anak suka menggambar. Mereka suka mencorat-coret apapun di sekitarnya. Untuk itu, siapkan zona khusus agar mereka bisa berkreasi. Tidak hanya di buku gambar, mereka pun boleh menggambar di dinding. Ada 2 alternatif, menyiapkan dinding papan tulis, atau menempeli area dinding setinggi 1 meter keliling dengan kertas karton putih. Masing-masing memiliki kelebihannya sendiri.

Dinding papan tulis atau chalkboard wall lebih praktis digunakan karena Anda tidak perlu repot mengganti kertas. Kalau dinding sudah penuh, anak bisa menghapus gambarnya. Sayangnya, dinding seperti ini membuat buah hati bersinggungan dengan kapur tulis dan debu. Di sisi lain, alternatif kedua, yaitu menempeli sebagian dinding dengan kertas gambar akan memudahkan anak dalam berkreasi. Mereka bahkan bisa menggunakan beragam pewarna, mulai dari pensil warna, spidol, krayon, sampai cat air. Kelemahannya, Anda diwajibkan telaten mengganti kertas gambar tersebut.

Warna


Buatlah skema warna yang menarik dengan motif-motif yang ceria. Motif strips dan polkadot merupakan motif yang sesuai untuk semua kalangan, termasuk anak. Jangan ragu menggunakan warna-warna vibran di dinding. Tetapi, bila masih khawatir, gunakan saja warna krem di dinding. Variasi warna bisa diciptakan melalui perlengkapan lain seperti almari, karpet spon, dan meja-kursi.

Penyimpanan

Untuk menyimpan mainan anak yang jumlahnya ratusan itu, sebaiknya Anda menggunakan lemari berukuran pendek. Ini agar anak lebih mudah mengambil dan mengembalikannya. Pisahkan lemari mainan dengan lemari pakaian, agar anak tidak sembarangan menaruh kembali mainannya.

Perlengkapan dekorasi

Sebenarnya dengan aneka pilihan warna di dinding dan furnitur sudah merupakan dekorasi. Tetapi, penambahan aksesoris akan membuat ruang bermain lebih ceria. Aksesoris yang bisa ditambahkan dalam ruang bermain antara lain: garland, pigura, aneka cushion, dan karpet spon. Jangan meletakkan aksesoris berbahaya seperti lilin, gelas dan piring dekoratif, ataupun stand lamp. Dekorasi dinding yang paling simple adalah dengan memajang hasil karya mereka di dalam pigura.

Bukannya mendidik anak untuk manja, menyiapkan ruang bermain justru akan mengeksplorasi daya kreativitas dan imajinasinya. Bagaimana ruang bermain anak Anda? Share di Rooangku.