jenis-genteng

Rooang.com | Atap adalah lapisan atas dari rumah yang tidak kalah penting peranannya dalam menciptakan kenyamanan di hunian Anda. Salah memilih material atap bisa berdampak fatal. Sebelum memilih material, ada baiknya Anda ketahui dulu material atap yang baik.

  • Bahan penutup atap harus dapat bersifat isolasi yang cukup baik terhadap panas, dingin dan bunyi.
  • Harus rapat terhadap air hujan/tidak tembus air.
  • Tidak mengalami perubahan bentuk karena adanya pergantian/perubahan cuaca.
  • Tidak terlalu banyak memerlukan perawatan.
  • Tidak mudah terbakar.
  • Bobotnya cukup ringan dan mempunyai kedudukan yang mantap setelah di pasang.
  • Tahan lama.

Salah satu material atap yang paling banyak dipakai adalah genteng. Genteng sendiri bisa terbuat dari beragam material, mulai dari tanah liat, keramik, beton, dan metal. Mana yang lebih baik? Simak saja ulasan untuk setiap jenisnya berikut ini.

 

Genteng tanah liat

Genteng jenis ini banyak dibuat secara tradisional. Dibuat dari bahan tanah liat, dicetak, dan dibakar pada tungku tradisional. Karena proses pembuatannya dilakukan secara tradisional, genteng ini hanya memiliki kekuatan, kepresisian, dan kerapihan yang cukup. Biasanya terdapat dua jenis, ukuran yang kecil dengan kebutuhan 24 bh/m2 dan ukuran yang lebih besar dengan kebutuhan 19 bh/m2. Harganya tentu juga berbeda sesuai ukurannya.

Genteng jenis ini dicetak dengan berbagai bentuk sesuai khas daerah produksi masing-masing, dengan nama yang berbeda-beda, yaitu genteng kodok, genteng plentong/manthili, genteng garuda, genteng paris, dll. Untuk finishing tersedia dalam pilihan natural dan glazuur transparan. Glazuur adalah sejenis coating untuk menutup pori-pori genteng dan memberikan tampilan lebih mengkilap.

 

Genteng keramik

pic by : http://blog.umy.ac.id
pic by : http://blog.umy.ac.id

Yang disebut dengan genteng keramik sebenarnya memiliki bahan yang sama dengan genteng tradisional, yaitu dari tanah liat. Bedanya, material tanah liat pada genteng keramik disortir, dicetak, dan dipress dengan peralatan modern di pabrik besar, sehingga memiliki kekuatan, kepresisian, dan kerapihan yang tinggi. Proses pemanasan juga dilakukan hingga suhu 1200 derajad celcius, sehingga tanah liat berubah menjadi sangat keras menyerupai keramik lantai.

Pilihan warna dan finishing glazuur pada genteng keramik juga jauh lebih beragam dan halus, karena dilakukan dengan peralatan modern. Tidak heran, harganya pun juga lebih mahal daripada genteng tradisional. Diperlukan 13-14 buah genteng/meter persegi, dengan harga Rp 7.800–Rp 8.0000 per buah. Jenis-jenis genteng keramik biasa dinamai sesuai dengan nama pabrikan masing-masing.

Genteng beton

Genteng beton terbuat dari pasir, semen, dan fly ash. Semua bahan itu dicampur dengan air dan dicetak, lalu dikeringkan. Kekuatan genteng beton tentu dipengaruhi oleh kebersihan dan ukuran butiran pasir yang dipergunakan, serta semen sebagai bonding agent. Fly ash dibutuhkan sebagai filler untuk mengisi celah-celah di antara butiran pasir, sehingga didapatkan genteng yang lebih padat dan kuat.

Genteng beton banyak terdapat di pasaran pada dua jenis bentuk: genteng beton gelombang dan genteng beton flat. Daya tutup keduanya hampir sama, yaitu 11 buah genteng per m2 dengan harga sekitar 4.000 rupiah per buah. Dibandingkan dengan genteng keramik, genteng beton memiliki kelemahan dan kelebihan. Kelebihannya adalah lebih kuat dan lebih ekonomis, sementara kelamahannya adalah bobotnya yang berat sehingga membebani struktur. Finishing genteng beton biasanya dilakukan dengan cat.

Genteng metal

pic by : mitra arsitek
pic by : mitra arsitek

Sesuai namanya, genteng metal terbuat dari lembaran metal yang di-press sehingga mempunyai pola seperti genteng. berbeda dengan genteng lainnya yang dipasang satu per satu, genteng metal yang dijual sudah terbentuk berupa kumpulan genteng atau modul. Dalam satu modul genteng metal, biasanya terdapat 2X5 pola cetakan genteng. Untuk menghilangkan permukaan metal yang mengkilap dan mengurangi daya hantar panas serta kebisingan pada waktu hujan, sebagian jenis genteng metal dilapisi dengan butiran pasir dan aspal yang direkatkan. Kemudian difinishing dengan cat di pabrik.

Kelebihan genteng metal ini adalah bobotnya yang sangat ringan sehingga menghemat struktur. Ukurannya yang besar bisa mempercepat proses pemasangan. Kelemahannya adalah kemampuan insulasi panas dan kebisingan yang ditimbulkan pada waktu hujan, yang bagaimanapun juga masih belum sebaik genteng keramik dan genteng beton.

Agar rumah menjadi lebih indah, jangan lupa untuk mengecat genteng Anda. Pilihlah cat khusus genteng yang berkualitas. Tapi, jangan mengecat genteng yang sudah di-glazuur dari pabrik, karena catnya justru tidak akan merekat.

1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5


Loading…

SHARE YOUR LIFE TIPS!

Kamu punya konten yang menarik mengenai ruangmu, tempat tinggalmu, atau kehidupanmu? Share di Rooang.com, dan biarkan karyamu menginspirasi para pembaca di seluruh Indonesia!

3 COMMENTS