Eksistensi Lantai Semen dan Plus-minusnya

Rooang.com | Puluhan tahun lalu sebelum keramik dan porselen berjaya seperti saat ini, masyarakat Indonesia amat menggemari lantai semen. Lantai semen setingkat lebih tinggi daripada lantai tanah yang kala itu masih terdapat di sebagian rumah. Lantai ini terbuat dari percampuran semen dan pasir, yang kemudian dilapisi dengan semen tipis. Tampilannya bisa dibuat polos atau dengan garis kota-kotak, agar tampak seperti ubin. Ada juga yang memang dibuat ubin (biasa disebut tegel), sehingga pemasangannya lebih praktis.

Waktu berlalu, keberadaan lantai semen pun mulai dilupakan. Masyarakat terlanjur jatuh cinta dengan tampilan keramik dan porselen yang mengilap dan bermotif warna-warni. Tetapi, belakangan para arsitek dan interior designer kembali menghidupkan lantai semen ini. Semangat back to basic rupanya juga berkibar sampai pada pemilihan material lantai. Voila! Kini lantai semen disulap menjadi lantai yang modis, modern, dan kontemporer.

Seperti lantai parket, lantai semen memberikan nuansa earthy yang natural. Lantai semen ini sebenarnya sangat multifungsi, karena bisa digunakan untuk berbagai tema rumah, mulai dari klasik etnik, minimalis, sampai industrial dan rustic yang saat ini banyak digandrungi interior designer dari berbagai belahan dunia.

Tetapi, seperti halnya jenis material yang lain, lantai semen pun tidak lepas dari pro-kontra, kelemahan dan kelebihannya.

Kelebihan

  • Ketahanan

Lantai semen termasuk jenis lantai keras, jadi sangat tahan terhadap gesekan. Anda bebas menggunakan sepatu berhak tinggi, memelihara anjing dan kucing, ataupun menggeser perabotan. Semua itu tidak akan mengubah tampilannya.

  • Perawatan mudah

Lantai semen tidak membutuhkan perawatan yang ribet seperti halnya linoleum, lantai laminasi, ataupun lantai parket. Sama seperti lantai keramik dan porselen, lantai semen cukup disapu dan dipel. Tetapi, sebaiknya setiap 6 bulan sekali Anda meminyaki lantai ini untuk menjaga agar tetap mengilap dan awet. Dulu, orang biasa meminyakinya dengan ampas kelapa. Kini, Anda sudah bisa mendapatkan sealer untuk lantai semen di toko bahan bangunan.

  • Ramah lingkungan

Karena tidak mengandung zat kimia berbahaya, tidak berbau, dan tidak menimbulkan pencemaran, maka lantai semen sangatlah ramah lingkungan. Anda tidak perlu khawatir telah merusak alam, seperti halnya jika menggunakan lantai parket asli.

  • Serbaguna

Selama permukaannya halus dan rata, Anda bisa meletakkan aneka pelapis lantai apapun, mulai dari karpet biasa, karpet tebal, kearpet tipis, karpet bulu domba, maupun tikar lampit. Dengan begitu, lantai ini tampak lebih menarik. Apalagi, lantai semen memiliki warna abu-abu yang netral, sehingga cocok untuk dipadukan dengan warna apapun.

 

Kekurangan

  • Keras

Seperti yang sudah disebutkan di atas, lantai ini keras. Jadi, cukup berbahaya bagi penghuni lanjut usia, yang sedang sakit, maupun anak-anak.

  • Kurang nyaman

Karena permukaannya yang keras, membuat Anda tidak akan nyaman berdiri di atasnya dalam waktu lama dengan kaki telanjang. Ini membuat Anda harus memasang karpet yan cukup tebal, untuk melindungi kaki dari rasa sakit.

  • Dingin

Lantai ini dikenal sangat dingin. Bagi Anda yang tinggal di daerah panas, ini adalah suatu kelebihan. Tetapi tidak demikian jika Anda tinggal di daerah yang dingin. Lantai yang dingin bisa membuat tubuh lebih rentan terkena penyakit.

  • Lembab

Jika permukaannya tidak halus dan rata, udara lembab dan air bisa terserap dengan mudah, membuat lantai lebih lunak dan berlumut. Akibatnya, lantai semen menjadi rusak.

  • Sulit diperbaiki

Kalau porselen atau keramik pecah, Anda cukup mengganti bagian yang pecah tersebut. Tetapi, jika lantai semen pecah, maka Anda hanya bisa menambalnya. Itu pun tidak akan mengembalikan keindahan dan kilapnya yang cantik mulus. Anda harus membongkar dari awal dan membuatnya lagi.

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX