Unik dan Rumitnya Pengecatan Artifisial (Faux Painting)

washed-painting

Rooang.com | Membahas fenomena pengecatan bangunan seperti membahas cerita panjang tentang sejarah manusia. Sangat kompleks dan memiliki sejarah yang panjang untuk dirunut. Di antara barisan panjang itulah, bisa kita temukan teknik mengecat artifisial atau dalam Bahasa Inggris acap disebut dengan faux painting.

Pengecatan artifisial, mungkin Anda baru dengar sekarang, ya? Tapi pasti Anda sudah sering menyaksikan motif-motif marmer, tembaga, dan serat di dinding bangunan. Motif ini biasanya ada di rumah-rumah besar atau juga bangunan ibadah seperti masjid. Biasa kita temukan di dinding dan pilar-pilar. Nah, itulah hasil pengecatan artifisial.

Pengecatan artifisial atau faux painting berarti mengecat dengan teknik-teknik tertentu, sehingga diperoleh tampilan menyerupai benda lain. Biasanya orang ingin rumahnya seolah terbuat dari marmer, batu pualam, atau bisa juga menyerupai tembaga. Karena harga marmer asli sangat mahal, pengecatan artifisial inilah yang jadi solusinya.

Seiring berkembangnya zaman, tidak hanya motif marmer dan batu alam saja yang disukai. Motif lainnya yang bisa kita temukan adalah motif lingkar kayu/pohon, kain linen, kain jins (berserat secara vertikal), logam kasar (biasanya tembaga), dan motif dinding bertekstur (seperti tidak diplamir).

Pengecatan dengan kain lap

 

Untuk menghasilkan motif-motif tersebut, ada beragam teknik yang dilakukan oleh tukang cat. Biasanya, tukang cat artifisial memiliki tekniknya sendiri agar bisa menghasilkan motif yang indah. Beberapa teknik yang paling banyak dipakai adalah dengan menggunakan spon, kuas (kuas cat maupun kuas lukis), kain lap, sisir cat, sikat besar, dan alat-alat lainnya.

Teknik inti dalam menciptakan motif adalah membubuhkan cat water based lalu mengusapnya dengan alat-alat yang ada, sesuai dengan motif yang diinginkan. Cara mengecat artifisial memang tidak mudah. Karenanya, tidak semua tukang cat bisa melakukan pengecatan ini. Di Indonesia, teknik pengecatan ini biasa disebut dengan washed painting, meskipun teknik yang digunakan sebenarnya lebih beragam dari itu.

Alat-alat pengecatan artifisial
Alat untuk membuat motif lingkar pohon

Lalu kapan pengecatan ini mulai muncul?

Menurut sejarah pengecatan, teknik mengecat rumah dengan motif-motif sudah ada bersamaan dengan ditemukannya cat. Lalu motif yang diinginkan pun semakin berkembang. Teknik-teknik pemberian motif ini juga makin berkembang. Pada awal trend ini selama masa kolonial, pengecatan artifisial digunakan hanya untuk bangunan komersil dan tempat umum.

Pengecatan artifisial mengalami masa jaya pada masa kolonial, perang dunia, hingga menjelang pertengahan abad ke-20. Namun, seiring perkembangan zaman, selera masyarakat pun semakin berkembang dan beragam. Ada yang tetap menyukai pengecatan ini, ada juga yang memilih warna polos untuk dinding rumahnya. Sementara, sebagian lainnya lebih suka memodifikasi dekorasi rumah, dengan cara memasukan kesan klasik dari pengecatan artifisial.

Beberapa hal yang menghambat berkurangnya selera masyarakat pada pengecatan artifisial adalah adanya wallpaper yang memiliki beragam motif dan lebih praktis, serta bergesernya selera masyarakat yang mulai menyukai dinding polos. Hal ini sejalan dengan trend minimalis yang sangat digemari belakangan ini. Ditambah lagi biaya pengecatan dan proses yang lebih lama, membuat pemilik rumah enggan menghias rumahnya dengan motif-motif yang ditawarkan.

Namun demikian, ternyata pengecatan artifisial ini tetap dibutuhkan. Bagaimanapun juga, motif-motif natural masih digemari. Untuk menyiasati furnitur yang terbuat dari multipleks, serta pintu dan jendela misalnya, biasanya pengrajin akan membubuhkan motif lingkar kayu agar nampak terbuat dari belahan kayu asli. Sebagian orang juga tetap menyukai gaya rumah mediterania dan klasik, sehingga motif ini tetap memiliki penggemar setia.

Bagaimana dengan Anda? Apakah termasuk orang yang menyukai hasil pengecatan artifisial?

Pengecatan motif serat linen

Sumber:
en.wikipedia.org
www.diynetwork.com
www.anyonecanfaux.com

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX