Keren! Ada Perpustakaan Outdoor di Jerman

perpustakaan terbuka magdeburg

Rooang.com | Perpustakaan selama ini identik dengan ruangan indoor yang terkesan formal dan kaku, dengan ruangan yang sangat sunyi. Namun, belakangan sudah banyak orang memodifikasi perpustakaan atau ruang baca menjadi lebih santai dan nyaman. Biasanya disatukan dengan area nongkrong maupun kafe. Nah, di Jerman, Anda akan menemukan perpustakaan dengan konsep ruang terbuka yang sangat modern.

Ceritanya, Kota Magdeburg adalah kota yang dulunya ramai dengan perkembangan sektor industri yang pesat. Karena suatu sebab, kini perindustrian di kota tersebut jadi lesu. Banyak lahan dan bangunan kosong tak terpakai karena sudah ditinggalkan pemiliknya. Jumlahnya mencapai 80% dari potensi kota tersebut. Hal memprihatinkan ini menjadi konsentrasi pemda setempat dan menggugah mereka untuk memulai sebuah perubahan.

Salah satu tempat yang akhirnya menjadi lahan kosong adalah bekas perpustakaan daerah. Entah karena merasa kehilangan ruang baca, sejumlah warga kemudian berinisiatif untuk membangun kembali perpustakaan mereka. Karena keterbatasan sumber dana, warga membangunnya dengan bekas kerat bir dan rak-rak yang mereka miliki. Buku-buku yang disediakan pun adalah hasil sumbangan para warga. Hanya dalam tempo 2 hari saja, jadilah perpustakaan non formal dengan konstruksi temporer di lokasi tersebut.

image credit

Pada saat yang hampir bersamaan, pemda setempat tengah mencari lokasi yang akan dijadikan pilot project sebagai ‘bookmark’ daerah tersebut. Lalu dipilihlah perpustakaaan terbuka yang telah dibangun tidak permanen itu untuk dikembangkan lebih lanjut. Pemerintah bekerja sama dengan para warga dan KARO architecten, merancang sebuah arsitektur ikonik kota Madenburg, untuk menunjukkan bahwa kota itu belumlah mati.

Meski bangunannya sederhana, nyatanya butuh waktu bertahun-tahun untuk mengatur dana. Barulah pada tahun 2009 keseluruhan perpustakaan tersebut selesai dibangun, lengkap dengan halamannya. Sebaris dinding putih berlekuk geometris, dilengkapi dengan warna hijau di bagian ceruk yang berfungsi sebagai dudukan pengunjung. Area baca tersebut dilengkapi dengan dudukan yang menyatu dengan bed planter, rak buku, serta dudukan taman ala patio. Perpustakaan dilengkapi pula dengan sebuah panggung mini untuk untuk memfasilitasi acara pentas siswa sekolah atau band-band indie dari para anak muda.

image credit

image credit

Tidak seperti perpustakaan outdoor mobile yang dilengkapi dengan staff, perpustakaan terbuka Magdeburg tidak dijaga oleh siapapun. Tidak pernah buka, juga tidak pernah tutup, karena memang merupakan area terbuka. Buka 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Pengunjung tidak perlu mendaftar sebagai anggota untuk meminjam buku yang ada di sana. Setiap orang bisa datang, duduk, memilih buku, membaca buku kesukaan mereka, membawanya pulang, dan diharapkan mau mengembalikan atau menukarnya dengan buku lain berjumlah sama.

Sayangnya, perpustakaan dengan konsep ini mulai tidak terurus dan diabaikan oleh pemerintah dan warga sekitar. Di beberapa sisi bahkan terlihat ada coretan, ulah tangan-tangan usil yang tidak bertanggung jawab. Hal ini sebenarnya bisa dimaklumi, jika mengingat sedikitnya jumlah warga di kota tersebut, maka tentu jumlah peminatnya pun tidak banyak. Apalagi ruang baca ini memang tidak memiliki pengelola khusus.

Meski demikian, usaha semua pihak terkait patut diapresiasi. Apalagi ide membuat perpustakaan terbuka sangatlah menarik. Anda berminat memilikinya juga di rumah?

Sumber:
 www.archdaily.com

image credit

image credit

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX