Trik Mengecat Dinding Wallpaper dengan Benar

tips-mengecat-permukaan-wallpaper

Rooang.com | Wallpaper yang sudah digunakan selama bertahun-tahun, atau wallpaper di rumah-rumah tua, biasanya sangat lekat dengan dinding hingga susah dilepas. Beberapa bagian bisa dikelupas, sementara bagian lainnya sangat rekat. Terkadang pemilik rumah memutuskan untuk menggunakan pisau atau kapi, yang akhirnya malah merusak dinding. Lalu bagaimana jika Anda ingin mengecatnya? Gampang sekali. Wallpaper bisa ditumpuk dengan cat tembok yang baru. Caranya?

  1. Hilangkan bagian-bagian wallpaper yang rusak atau sobek. Selama masih bisa dikupas dan ada bagian kertas yang mencuat, maka itu harus dihilangkan.
  2. Lapisi seluruh permukaan dinding dengan zat perekat. Ini perlu dilakukan untuk mencegah pengelupasan wallpaper saat dinding sudah dicat nantinya (apalagi cat water based akan membuat daya rekat wallpaper berkurang).
  3. Tambahkan acian secara tipis ke sekitar dinding yang berlubang dan perbatasan antara dinding dengan lantai.
  4. Lapisi permukaan yang bertekstur/tidak rata dengan plamir tipis, agar permukaan tembok tampak lebih halus dan rata.
  5. Amplas dengan lembut permukaan yang masih kasar, agar permukaan yang telah diplamir menjadi lebih rata. Bersihkan sisa amplas dengan lap yang agak lembab, lalu biarkan mengering.
  6. Siapkan cat tembok berkualitas. Untuk mengecat dinding bekas wallpaper, disarankan menggunakan cat berbahan dasar minyak. Cat berbahan dasar beresiko membuat kelembabannya terserap ke dalam dinding dan membuat wallpaper mengelupas. Tapi setelah melapisi dinding dengan zat perekat, Anda boleh menggunakan cat berbahan dasar air.
  7. Campur cat dengan pengencer yang disarankan. Aplikasikan pada dinding rumah secara merata. Untuk hasil yang lebih baik, lakukan 2—3 kali pengecatan.

Teknik lain yang bisa Anda lakukan untuk mencegah meresapnya kandungan air pada wallpaper adalah sebagai berikut.

  1. Bersihkan permukaan wallpaper dari kertas yang masih mengelupas.
  2. Lapisi dengan cat berbahan dasar minyak. Lapisan inilah mencegah meresapnya kandungan air pada wallpaper. Biarkan kering selama 2 hari atau sesuai anjuran dalam kemasan.
  3. Oleskan plesteran secara merata pada permukaan yang sudah dicat.
  4. Oleskan plamir agar dinding lebih halus.
  5. Terakhir, Anda bisa mengecatnya dengan cat berbahan dasar air sesuai warna yang Anda sukai.

Cara ini memang lebih lama, membutuhkan banyak biaya, serta menambah ketebalan dinding. Namun, hasilnya akan sepadan dengan kerja keras, daripada Anda harus memiliki rumah tua dengan wallpaper yang sudah usang. Yang paling penting untuk diperhatikan adalah bahwa cara ini perlu diterapkan hanya jika wallpaper benar-benar sudah sulit dilepas dari dinding Anda. Karenanya, perhatikan cara-cara melepas wallpaper dengan benar sebelum Anda mulai mengecatnya.

Anda punya cara lainnya dalam menghadapi dinding tua yang penuh wallpaper usang? Silahkan bagikan pengalaman tersebut di kolom komentar.

Sumber:
 www.benjaminmoore.com
 www.ehow.com

 

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX