Kineforum Misbar, Sebuah Bioskop Temporer di Jakarta

Kineforum-Misbar-open-air-cinema-by-Csutoras-and-Liando_dezeen_1sq
Share this:

Rooang.com | Pernah mendengar kata ‘Misbar’? Ya, benar. Kata itu merupakan kepanjangan dari ‘gerimis bubar’. Memperingati Hari Film Nasional setiap 30 Maret, akan menarik bila kita mengulik fenomena bioskop terbuka yang temporer, berlokasi di Jakarta pada 2013 lalu. Didesain oleh studio Csutoras & Liando, bioskop temporer ini dibangun hanya dalam 10 hari dengan menggunakan scaffolding, kayu lapis, dan kain industri.

 

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Melissa Liando dan Laszlo Csutoras mendesain Kineforum Misbar sebagai bagian dari Jakarta Biennale 2013. Sebuah pameran seni kontemporer Indonesia. Bekerja sama dengan bioskop lokal Kineforum, para arsitek membuat venue untuk pagelaran film selama satu bulan.

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

“Tujuan utamanya ialah untuk mempromosikan film-film Indonesia dan membuat venue di mana orang-orang dari berbagai latar belakang dapat menonton film di layar lebar, termasuk siapa saja yang tidak dapat menjangkau mal yang mendominasi adegan-adegan film lokal.”

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Terinspirasi dari bioskop terbuka yang hampir punah di Indonesia, para arsitek membuat sebuah struktur yang dapat difabrikasi dalam waktu yang singkat dengan menggunakan material daur ulang.

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Sistem scaffolding bertindak sebagai rangka struktural, dengan dinding terluar ialah kain transparan yang biasa digunakan dalam dunia pertanian.

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Panel-panel kayu lapis juga dibuat sebagai permukaan lantai, namun juga digunakan sebagai konter tiket dan snack bar. Hal ini memberikan partisi alami antara foyer dan bar di depannya, dan layar di belakangnya.

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Segitiga yang berwarna-warni juga memberikan ruangan ini identitas visual. Lampu-lampu aluminium juga ditahan oleh struktur untuk menyinari area duduk.

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Monumen Nasional (Monas) menjadi latar belakang Kineforum Misbar yang sederhana itu.

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

 

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando
image credit

 

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando

image credit

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando_dezeen_20

image credit

Kineforum Misbar open-air cinema by Csutoras and Liando
image credit

 

Sayangnya, setelah acara tersebut selesai, bioskop tersebut dibongkar. Hmm.. kira-kira kapan ada lagi, ya? 

 

Sumber:
http://www.dezeen.com

Share this:

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...

GET OUR BEST IN YOUR INBOX