Reading Time: 6 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
klcgbrand2

Rooang.com | Redaksi Rooang berkunjung ke negeri Jiran! Kali ini, kami melakukan peliputan ke Kuala Lumpur City Gallery atau disebut juga Galeri Kuala Lumpur. Tak hanya bertutur tentang sejarah Kuala Lumpur, sentuhan kontemporer juga dapat dirasakan di galeri ini.

Kuala Lumpur City Gallery adalah bagian dari visi ARCH Collection Sdn. Bhd. dalam mempromosikan peninggalan dan budaya negara. Andrew J. K. Lee, pendiri ARCH, adalah orang yang menginspirasi inovasi ini. Saat ini, ARCH adalah salah satu perusahaan pembuatan model terbesar di Asia.

Andrew mendokumentasikan dan membuat Kuala Lumpur Walks & Tours Map dan mendirikan Kuala Lumpur City Gallery, sebuah refleksi dari apresiasinya terhadap kota Kuala Lumpur. Inilah yang menginspirasinya juga untuk membuat struktur merah ikonik I LOVE KL dan The Spectacular City Model Show. Struktur merah tersebut kini menjadi sasaran bagi para pelancong untuk mengunggah foto tersebut di media sosial.

IMG_7707

IMG_7754

Inilah komitmen Andrew, “Innovating the Past for the Future”.

archbrand2
Andrew J. K. Lee

image credit

Gedung bergaya neo-Renaissance rancangan AC Norman dan J. Russel yang didirikan pada 1898 ini terinspirasi gaya arsitektur Mughal dari India. Arsitektur Mughal muncul dari penggabungan antara elemen arsitektur regional India dengan Persia dan Asia Barat.

 

IMG_7873

 

Dinding bercat putih gading yang berpadu dengan bata merah ekspos, serta struktur lengkung yang dijumpai di banyak bagian galeri, menunjukkan kekentalan pengaruh India.

Dulu, bangunan ini adalah pusat kantor percetakan pemerintah administrasi Inggris di Malaysia. Kolom-kolom besi cor dan tiang-tiang penopang menyangga struktur bangunan sehingga bangunan ini luas—yang jarang ditemui pada masa itu—sehingga bisa menampung mesin cetak yang besar. Laporan pemerintahan, buku-buku dari pemerintah, bahkan tiket kereta api dicetak di sini.

IMG_7876

Beberapa kali, bangunan ini berganti fungsi. Sempat menjadi kantor Kementerian Tenaga Kerja pada 1961 dan kantor Keamanan Pos Perkotaan pada 1977, bangunan ini kemudian dijadikan KL City Gallery dan dibuka untuk umum pada 1989.

Berlokasi di Dataran Merdeka (Merdeka Square), Anda juga bisa berkunjung ke bangunan-bangunan di sekitarnya seperti Lapangan Merdeka, Perpustakaan Kuala Lumpur, Kementerian Penerangan Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, Museum Tekstil Malaysia, Government Office, Former National History Museum, Victorian Fountain, Royal Selangor Club, St Mary’s Cathedral, City Theatre, Sessions & Magistrates Court, The High Court Building, Jamek Mosque, dan lain-lain. Area ini merupakan lokasi bersejarah bagi warga Malaysia.

small_img3

image credit

video credit

 

Mau tahu sejarah perkembangan Kota Kuala Lumpur hingga bisa jadi seperti sekarang? Bangunan ini jawabannya! Kuala Lumpur City Gallery merupakan museum museum sekaligus pusat informasi mengenai sejarah Kota Kuala Lumpur dari zaman dahulu, serta perkembangannya hingga sekarang.

IMG_7756

IMG_7757

 

IMG_7758

Di dalamnya, Anda dapat menemukan foto-foto kota ini saat masih dijajah oleh Inggris serta beberapa peristiwa penting yang pernah terjadi di sana. Misalnya, peristiwa musibah banjir yang pernah melanda Kuala Lumpur tahun 1970-an.

IMG_7760

IMG_7761

Ruangan pertama akan mengajak kita menginjakkan kaki di masa lalu. Kembali ke masa pertengahan abad ke-19, kota ini mendapatkan namanya dari pertemuan Sungai Klang dan Gombak yang berlumpur.

IMG_7762

IMG_7763

IMG_7764

IMG_7767

Di masa itu, Raja Abdullah mengupah buruh Tionghoa untuk membuka lombong atau pertambangan timah. Di muara Sungai Klang dan Gombak itulah kegiatan ini dilakukan. Kuala Lumpur berkembang menjadi kawasan perdagangan penting, kunci pertumbuhan ekonomi Malaysia.

 

(Baca juga: Interior Kantor Google di Kuala Lumpur dan Amsterdam)

 

IMG_7768

IMG_7769

IMG_7770

IMG_7771

Beranjak ke lantai dua, kami dan pelancong lain dipersilakan masuk ke sebuah ruangan. Saat masuk, kami terkejut dengan gelapnya ruangan yang dipenuhi maket (miniatur) 40 x 50 kaki (sekitar 14 x 17 meter) kota Kuala Lumpur. Sekitar dua menit, video tentang Kuala Lumpur diberikan oleh seorang pemandu. Maket tersebut menyala dengan warna-warninya. Model kota ini membantu pengunjung memahami tata kota dan rencana pengembangan Kuala Lumpur. Data mengenai sejarah dan demografi Malaysia pun ditampilkan di layar dengan bantuan teknologi multimedia.

IMG_7774

IMG_7776

IMG_7810

IMG_7817

Tidak hanya museum dan pusat informasi, Kuala Lumpur City Gallery ini merupakan paket lengkap dari sebuah kota Kuala Lumpur. Sangat penting dikunjungi orang yang belum tahu tentang kota ini. Terdapat tempat pembuatan souvenir yang diberi nama The Making of Arch. Souvenir-souvenir tersebut terbuat dari kayu impor. Tampak para seniman sedang menempelkan kayu-kayu hingga menjadi miniatur bangunan. Tradisi menatah dan mengukir itu dikemas dengan cara kontemporer, sehingga menjadi souvenir yang cantik. Di dalamnya, para seniman ada yang menggunakan tangan, namun ada pula yang menggunakan mesin.

IMG_7821

IMG_7822

IMG_7823

IMG_7824

IMG_7825

IMG_7826

IMG_7829

IMG_7830

IMG_7831

IMG_7834

IMG_7835

 

(Baca juga: Bagaimana Komitmen Malaysia pada Green Building?)

 

IMG_7836

IMG_7837

IMG_7838

IMG_7840

IMG_7841

Setelah puas menyaksikan proses pembuatan souvenir dan kerajinan tangan dari kaca luar, pengunjung dapat langsung membeli souvenir di Gift Shop, sambil setelah itu berkunjung ke kafe untuk menukarkan voucher tiket masuk. Setelah itu, duduk santai di kafe sambil memandangi jendela lengkung cantik dihiasi warna-warni stained glass.

IMG_7759

IMG_7846

KL City Gallery dapat bercerita tanpa menggurui. Dengan galeri yang atraktif, kita dapat mempelajari sebuah kota dan kehidupan masyarakat dengan cara yang menyenangkan. Bagaimana Sobat Rooang, ingin berkunjung ke sana? Bersiaplah terkagum-kagum dengan Kuala Lumpur!