Retro Chic, Gaya Interior Kuno yang Hangat dan Cantik

Clare-Nicolson-hall

Rooang.com | Apa yang Anda rasakan ketika berkunjung ke rumah nenek? Pasti kunjungan itu sudah Anda tunggu dari jauh hari, dan ketika sudah kembali ke rumah sendiri, rindu rasanya berkunjung lagi. Hal yang wajar memang, karena suasana di rumah nenek begitu hangat dan menenangkan, bukan? Ya. Para desainer interior juga memiliki rasa kerinduan yang sama dengan suasana rumah nenek, atau suasana rumah yang hangat, sehingga mereka memiliki gaya baru dalam dunia interior masa kini, yaitu Retro Chic.

Gaya vintage khas tahun 1970-an ke atas, dipadu dengan furnitur kontemporer, seperti pendant lamp dan kursi, meja, atau sofa bergaya skandinavian. Perpaduan inilah yang menjadi cikal bakal munculnya gaya Retro Chic yang bertujuan untuk menyeimbangkan warna-warna blok dari tahun 1970-an dengan warna-warna natural dari gaya kontemporer. Caranya adalah dengan memberikan sentuhan warna-warna pastel, seperti ungu pucat, kuning pucat, atau orange pucat.

1950s-kitchen-913x1024

Image credit

Sebenarnya tidak sulit menghadirkan gaya Retro Chic di rumah Anda. Manfaatkan barang antik dari peninggalan orang tua atau kakek-nenek yang sudah tidak terpakai lagi. Jika barang-barang tersebut masih dalam kondisi yang bagus, Anda tinggal melakukan furnishing saja, atau juga bisa mengecat ulang dengan warna putih, krem atau warna-warna pastel.

Image credit

Image credit

Image credit

Image credit

Image credit

Nah, bila gaya Shabby Chic terlalu mainstream bagi Anda, cobalah beralih kepada gaya interior Retro Chic. Apalagi, gaya Retro Chic ini menjadi pilihan favorit masyarakat Kanada, Amerika Serikat sebagai gaya interior rumah mereka, dan sedang booming di UK.

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX