Ingin Menjadi Archipreneur? Lakukan 5 Langkah Ini

ridwan kamil

Rooang.com | Belakangan ini, banyak profesi yang diembel-embeli ‘preneur’ di belakang namanya. Semisal, writerpreneur, sociopreneur, technopreneur, mompreneur, edupreneur, dan banyak lagi. Ini pun rupanya terjadi di bidang arsitektur dengan munculnya archipreneur, yakni seseorang membangun bisnis dari keterampilan arsitekturalnya.

Jika Anda sebagai arsitek memiliki passion di bidang bisnis, lima langkah berikut ini bisa Anda lakukan untuk memulai sebagai archipreneur.

Kembangkan Proyek Pribadi Anda

Sebagai arsitek, Anda dibayar untuk layanan perencanaan yang Anda buat. Tapi, acap kali klien yang mengontrol prosesnya dan apa yang mesti Anda desain. Bagaimana jika Anda bisa mengeliminasi peran klien secara keseluruhan dan Anda sendiri yang menjadi kontraktor umum untuk desain dan proses pembangunannya?

Nah, jika Anda berpikir demikian, siap-siaplah mengembangkan proyek pribadi Anda.

Mulailah mempelajari proses pembangunan real estate dan desain bangunan Anda sendiri. Tentu saja, proyek pertama biasanya akan mengalami kendala finansial. Namun, dengan menerapkan prinsip ‘arsitek sebagai pengembang’, maka Anda memiliki kontrol penuh untuk menciptakan kawasan sesuai gagasan Anda. Selain itu, menjadi bos untuk diri sendiri juga memberikan kepuasan finansial yang lebih besar.

image credit

Kombinasikan Arsitektur dengan Faktor X

Inovasi yang hebat dihasilkan dari gabungan ragam disiplin ilmu. Apple, misalnya, mengombinasikan teknologi dengan desain sehingga mengasilkan user experience yang baru bagi penggunan gawai Apple.

Keterampilan arsitektural yang Anda miliki sangat penting untuk menciptakan gagasan, mendesain bangunan, serta memecahkan permasalah yang kompleks. Bayangkan saja hal-hal yang bisa ciptakan dengan mengombinasikan ragam keterampilan tersebut dengan bidang lain yang Anda cintai. Lalu, ciptakan bisnis Anda dari kombinasi tersebut.

Mulailah Blogging

Blog adalah salah satu tools yang sangat efektif untuk mendapatkan audiens. Semakin intens interaksi Anda dengan audiens, Anda pun bisa membuat komunitas. Jika Anda seorang ahli di bidang tertentu, Anda bahkan bisa menjadi tutor bagi komunitas dengan menyediakan konten yang berkualitas.

(Baca juga: ARCHIPRENEUR: Arsitek Juga Bisa Jadi Pengusaha!)

Audiens pun akan memberikan umpan balik, mendukung, serta membagikan konten Anda. Kalaupun Anda menyediakan layanan atau produk tertentu, kemungkinan besar mereka akan mau membeli.

Bangun Sebuah Produk

Hal yang paling menyenangkan dari menjadi archipreneur adalah keleluasaan dan kebebasan yang Anda miliki akan mendorong kreativitas Anda. Anda memiliki sesuatu yang baru yang ditawarkan pada dunia. Produk digital, webinar, dan layanan coaching adalah beberapa cara yang bisa Anda tempuh untuk mendapatkan passive income, serta membebaskan Anda dari rutinitas jam kantor.

image credit

Temukan Niche

Banyak firma arsitektur yang mendesain bangunan perkantoran. Persaingan di bidang jasa desain perkantoran ini pun cukup tinggi. Tapi, memiliki spesialisasi yang niche akan meningkatkan peluang bagi firma Anda untuk stand out dari kerumunan.

Coba tanyakan, apakah Anda punya passion tertentu di bidang arsitektur? Atau apakah Anda seorang spesialis di bidang perencanaan tipe bangunan tertentu? Atau Anda punya bakat mengajar dan bisa menawarkan layanan konsultasi khusus? Ya, mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan audiens dan klien potensial adalah hal yang penting jika Anda ingin menjadi archipreneur. Bangunlah layanan atau produk yang terkait dengan niche Anda dan galilah!

 

Sumber:

www.archipreneur.com 

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX