“Bakul Coffee Table” Rangga Panji Sangkala, Begini Proses Kreatifnya!

Rooang.com | Apa yang mencuat di benak Anda ketika mendengar kata ‘bakul’? Anda tiba-tiba memegang perut, lapar? Membayangkan duduk di lesehan dengan hidangan lauk-pauk yang menggugah selera makan? Atau suasana pedesaan yang langsung tertayang di ‘bioskop’ imajinasi Anda?

Berangkat dari citra itulah, Rangga Panji Sangkala mendesain sebuah furnitur yang ia namai ‘Bakul Coffee Table’. Lewat karyanya itu, Rangga – panggilan akrabnya – berhasil menjadi favorit winner pada Bravacasa Design Challenge 2015.

Rooang berkesempatan mewawancarai desainer muda yang sedang menempuh studi Desain Interior di Universitas Telkom, Bandung, ini. Melalui surel, pria kelahiran Medan, 24 Oktober 1994 itu menjawab pertanyaan-pertanyaan Rooang.

Berikut petikannya. Simak, yuk!

 

IMG_1751

Dari mana inspirasi bakul coffee table?

Inspirasinya sendiri berasal dari artefak tradisional Indonesia, yaitu topi petani dan bakul. Penekanannya sendiri pada anyaman bambu yang diaplikasikan pada sebuah furnitur dengan bentuk yang unik.

Menurut saya, anyaman bambu merupakan ciri khas Indonesia. Karena hanya di Indonesia kita dapat menemukan anyaman bambu yang sudah diaplikasikan oleh nenek moyang kita pada arsitek tradisional. Di Cina sendiri, sebagai Negeri Tirai Bambu, sudah jarang kita temui anyaman bambu.

Mengapa memilih coffee table untuk mengaplikasikan bakul?

Menurut saya, dalam proses desain, coffee table lebih mudah untuk dieksplorasi. Coffee table juga lebih mudah kita lihat dan nikmati visualnya, layaknya sebuah mahakarya yang memiliki nilai seni yang tinggi, ketimbang kursi yang kita duduki dan tidak terlihat bentuknya.

Bahan yang kamu pakai?

Bahan yang diterapkan pada meja ini ialah kayu kelapa dan anyaman bambu. Ini dipilih karena kayu kelapa banyak ditemui di Indonesia, namun masih jarang desainer yang memanfaatkannya.

Bagaimana proses pembuatannya, termasuk keikutsertaan kamu di Bravacasa Design Challenge?

Pertama, saya membuat konsep yang kemudian dipilih oleh dewan juri. Setelah itu masuk ke tahap presentasi di mana saya mempresentasikan karya dengan membawa maket furnitur. Dewan juri kemudian memilih para finalis yang diharuskan untuk membuat mock up 1:1 dan dipamerkan pada Casa by Bravacasa 2015.

Kendala selama pembuatan Bakul Coffee Table?

Kayu kelapasulit ditemui di daerah Jawa Barat. Saya saja mendapatkan material ini di daerah Lampung. Kendala berikutnya ialah menemukan tukang yang mau mengolah kayu kelapa. Sebab kayu kelapa sendiri termasuk yang sulit untuk diolah. Maka dari itu, masih jarang juga tukang yang mau mengerjakan mebel dengan kayu kelapa.

IMG_1245

Berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk membuatnya?

Sekitar tiga minggu.

Di workshop mana kamu membuatnya?

Saya membuatnya tidak di workshop, melainkan di rekan saya. Kebetulan beliau juga suka menerima pembuatan mebel-mebel.

Menurutmu, apa yang menjadi keunikan produkmu sehingga layak jadi favorit winner?

Dua bentuk mengerucut dengan diameter lingkar atas yang berbeda, menjadikan meja ini tidak berbentuk statis, juga tampak seperti sebuah bakul. Apalagi dengan material yang diterapkannya, yaitu kayu kelapa dan anyaman bambu yang jarang kita lihat di sebuah furnitur.

Apakah furniturmu ini fungsinya sebatas coffee table?

Sebenarnya ada fungsi lain, yaitu sebagai tempat penyimpanan. Jadi table top-nya sendiri bisa dibuka dan pengguna bisa menyimpan barang-barang seperti buku atau koran di dalamnya.

IMG_1750

Harapanmu terhadap desainer muda Indonesia?

Tetap terus berkarya dengan ciri khas masing-masing. Karena Indonesia sendiri sebenarnya tidak memiliki ciri khas pada sebuah furnitur. Indonesia hanya memiliki material alam yang melimpah. Namun, untuk ciri khas masih sangat jarang kita lihat.

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX