10 Pantangan untuk Anda yang Menggunakan Lantai Kayu

Rooang.com | Siapa yang tidak tertarik dengan lantai kayu? Lantai kayu memiliki kesan tradisional yang hangat, tapi juga klasik dan mewah. Meskipun harganya makin mahal, lantai kayu tetap diminati banyak orang. Tapi, tahukah Anda bahwa lantai kayu memiliki banyak sekali pantangan yang tidak boleh dilanggar? Jika Anda melakukan hal-hal berikut ini, bersiaplah karena sesuatu yang buruk akan terjadi.

1. Menggunakan zat kimia yang ‘keras’

Banyak artikel tips yang mengatakan bahwa untuk menjaga kebersihan di rumah, sebaiknya Anda menggunakan cuka, amoniak, deterjen, pembersih serba guna, atau produk berbahan dasar wax, abu, dan silikon. Padahal, semua zat ini bisa merusak permukaan dan menghilangkan lapisan pelindung pada lantai kayu. Akhirnya, Anda akan rugi puluhan juta rupiah karena lantai kayu yang rusak.

2. Meletakkan furnitur langsung ke lantai kayu

Furnitur, terutama furnitur yang keras seperti meja dan almari kayu, sebaiknya tidak diletakkan langsung ke permukaan lantai kayu. Begitu juga furnitur beroda yang mudah dipindahkan, sebaiknya tidak digunakan karena gesekan dengan roda maupun kaki furnitur akan menimbulkan gesekan dan merusak warna lantai kayu.

3. Mengepel lantai kayu

Mengepel lantai kayu sangat tidak disarankan karena bisa membuat kayu lembab dan mudah dihinggapi bakteri dan jamur, serta membuatnya cepat lapuk dan rusak. Karena itu, penggunaan lantai kayu sebaiknya dihindari untuk area dapur dan kamar mandi. Jika terkena cairan, Anda boleh mengelap dan membersihkannya, tapi jangan sampai terlalu basah. Jangan gunakan kain pel yang basah. Bersihkan dengan vacuum cleaner untuk perawatan sehari-hari.

4. Menuang cairan pembersih secara langsung

Seperti pantangan tidak boleh mengepel dengan banyak air, menuangkan cairan pembersih secara langsung bisa membuat cairan tersebut terserap ke dalam lantai kayu. Setelah terserap, zat cairnya akan membuat kayu bergelombang, menggelembung, dan tidak rata. Warnanya pun pudar yang akhirnya mengurangi keindahan lantai kayu Anda.

[Baca juga: Cara Mudah Membersihkan Lantai Kayu dengan Teh Hitam]

5. Tidak punya rencana renovasi

Memasang lantai kayu berarti Anda harus sudah punya rencana untuk renovasi, minimal setiap 3 tahun sekali. Renovasi yang paling utama adalah re-coating, atau pewarnaan ulang, terutama untuk area yang sering dilalui. Hal ini karena warna di area tersebut akan lebih cepat pudar. Mewarnai ulang setiap 3 tahun sekali lebih baik daripada menunggu waktu agak lama, karena dana yang dikeluarkan pun akan lebih sedikit. Perawatan secara rutin berarti menjaga kondisi lantai kayu tetap terjaga, agar Anda tidak perlu stress mengeluarkan banyak dana untuk membongkar lantai yang rusak.

6. Menggunakan sepatu high-heel

Sepatu berhak tinggi memiliki tekanan yang lebih besar dan bisa merusak permukaan lantai kayu. Hak yang kecil dan runcing bahkan bisa membuat permukaan sampai mengelupas. Jika Anda menyayangi lantai kayu, Anda harus sedikit berkorban dengan tidak menggunakan sepatu hak tinggi di rumah.

7. Membiarkan kaki furnitur telanjang

Seperti yang sudah disebutkan pada poin ke-2, kaki furnitur bisa merusak permukaan lantai kayu. Untuk itu, pastikan setiap kaki furnitur, baik itu meja, kursi, sofa, almari, dan furnitur lainnya dilapisi dengan penutup karet atau bantalan yang agak empuk dan lunak. Jika tidak, lapisi lantai kayu dengan karpet sebelum Anda meletakkan furnitur di atasnya.

[Baca juga: Mudah Merawat Lantai Parket]

8. Menyeret furnitur di atas lantai kayu

Meletakkan furnitur saja bisa membuat lantai kayu cepat rusak, apalagi kalau Anda menyeret furnitur di atasnya. Jika Anda lakukan, pasti akan muncul garis-garis gesekan yang menandakan bahwa permukaan dan coatingnya mengelupas.

9. Memanjangkan kuku peliharaan

Kucing dan anjing yang lucu menggemaskan bisa menjadi ancaman tersendiri bagi lantai kayu di rumah Anda. Binatang peliharaan ini sering bermain-main dan mencakar lantai. Kadang juga meregangkan tubuh sambil kukunya menekan lantai. Nah, jika Anda membiarkan kukunya panjang, maka tak lama kemudian akan banyak bermunculan goresan-goresan akibat kuku mungil tersebut.

10. Membiarkan kotoran binatang

Kotoran binatang apapun, entah burung atau kucing, entah itu berupa air kencing atau poop-nya, harus segera dibersihkan secepat mungkin. Semakin lama Anda biarkan air kencing kucing di lantai kayu, maka akan semakin cepat pula lantai tersebut rusak. Belum lagi bau yang ditimbulkan bisa sangat menyengat.

Lantai kayu memang sangat indah dan berkelas. Tetapi di sisi lain, lantai kayu juga menimbulkan banyak masalah masalah dalam perawatan dan kurang eco-friendly. Jika Anda menginginkan lantai yang indah, ada beragam material lantai yang ramah lingkungan yang bisa dipilih.

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX