0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
rack-7

Rooang.com | Rangga Panji Sangkala. Desainer interior muda ini, secara tak sengaja, kembali berjumpa dengan Rooang di event Decorintex 2015 di Grand City Surabaya. Mahasiswa semester 7 Desain Interior STT Telkom Bandung ini rupanya mengikuti kompetisi desain kitchen set “Interior Design Exhibition (INDEX)” yang diadakan oleh Universitas Kristen Petra Surabaya. Ia berhasil meraih juara ke-2.

Sebelumnya, Rooang pernah membahas karya Rangga yang menjadi jawara favorit di Bravacasa Design Challenge, yakni Bakul Coffee Table. Lantas, seperti apakah proses kreatif Rangga dalam mendesain kitchen set yang ia beri nama Humpty Dumpty tersebut? Berikut petikan wawancara Rooang dengan Rangga.

Yuk, disimak!

(Baca juga: “Bakul Coffee Table” Rangga Panji Sangkala, Begini Proses Kreatifnya)

Bisa diceritakan, konsep desain seperti apa yang Rangga usung lewat kitchen set model ini?

Latar belakang kitchen set-nya sendiri ialah untuk merespon gaya hidup pengguna dapur zaman sekarang, di mana para penggunanya terutama ibu-ibu menginginkan dapur yang rapi dan bersih, dan ingin sekali memperlihatkan atau memamerkannya kepada para tamu yang datang ke rumahnya. Tidak seperti dahulu, di mana dapur merupakan ruangan yang terlihat berantakan dan cenderung lebih tertutup. Juga tamu biasanya dilarang masuk ke daerah dapur karena keadaannya yang tidak rapi.

Dari latar belakang tersebut, saya ingin menciptakan sebuah kitchen set yang bersih, rapi, mudah dibersihkan, namun dapat memberikan kesan yang unik dan menyenangkan. Inspirasinya sendiri diambil dari sebuah judul lagu anak-anak, yaitu “humpty dumpty”. Lagu tersebut menceritakan tentang antropomorfik dari sebuah telur.

Dari itu,  saya mengambil dua kata kunci, yaitu: telur dan riang. Telur sendiri, saya tuangkan dalam desain kitchen ini lewat bentuk permukaan yang mulus dan bersih. Untuk riangnya, saya ambil dari sifat lagu anak-anak yang riang dan saya terapkan pada garis-garis yang membentuk kitchen set ini, yaitu rhythmic curved line. Karakteristik dari garisnya sendiri ialah bebas bergerak dan dinamis. Namun, karena ini sebuah kitchen set, garis-garisnya saya sederhanakan agar tidak mengganggu fungsi kitchen set ini. Sementara penerapan warna kuning dapat memberikan efek psikologis, seperti: optimis ataupun riang (menyenangkan).

Apa yang ingin Rangga tonjolkan di sini?

Pada kitchen set ini yang ingin ditonjolkan ialah penampilan kitchen set yang clean, rapi, dan tidak terlihat peralatan-peralatan yang menggantung, namun memiliki bentuk yang unik. Tidak standar seperti bentuk-bentuk kitchen set pada umumnya.

Penempatan area racik yang memiliki persentase luasan yang lebih besar dibandingkan dengan area lain, juga dilatarbelakangi oleh aktivitas memasak Indonesia, di mana meracik merupakan aktivitas yang membutuhkan waktu dan area yang lebih luas.

Hum 1 edited

Hum 2 edited

Menurut Rangga sendiri, apa yang kurang dari model desain kitchen set ini?

Kekurangannya ialah masih terlihat sudut-sudut yang lumayan tajam, apalagi konsep kitchen set-nya bersifat publik. Selain itu, dari penataan rak yang menurut saya sendiri masih kurang maksimal dalam mendukung aktivitas di dapur.

Kira-kira, jika diaplikasikan di dunia nyata, seberapa besar potensinya?

Kitchen set ini bisa saja diterapkan pada sebuah hunian. Namun, pada hunian yang memiliki area yang cukup luas pada bagian dapur. Dibutuhkan juga dinding dengan panjang yang cukup (kurang lebih 4 m) agar area racik memiliki luasan yang cukup.

Kitchen set ini juga sangat cocok dengan gaya masak orang Indonesia yang cenderung membutuhkan area racik yang luas. Juga ditunjang dengan rak penyimpanan peralatan yang cukup banyak, sehingga dapat menampung peralatan masak yang beragam. Tujuannya sendiri untuk menghindari peralatan-peralatan yang menggantung pada area backsplash. Jadi, dapur akan terlihat lebih tertata rapi.

Bagaimana proses pengerjaannya? Berapa lama? Brainstorming idenya seperti apa dalam membuat desainnya?

Pertama, mencari isu-isu atau permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini sebuah keluarga dengan aktivitas yang padat dan ingin memiliki tempat berkumpul di dalam rumahnya dengan penampilan yang menarik.

Kedua, brainstorming-nya sendiri melalui studi image di internet. Yang dicari ialah sebuah dapur yang dapat berfungsi sebagai living room kedua di dalam rumah. Karakteristiknya sendiri berupa peletakkan sofa pada area makan dan adanya sebuah teathrical cooking, di mana Ibu yang sedang memasak dapat disaksikan oleh anggota keluarga yang sedang duduk di meja makan.

Ketiga, mulai mengonsep sebuah kitchen set yang dapat memecahkan masalah yang telah disebutkan di atas.

Keempat, membuat sketsa bentuk dapur, juga mulai menata zona-zona dapur, seperti: meracik, memasak, dan mencuci.

Kelima, setelah mendapatkan bentuk dari sketsa yang telah dibuat, kemudian membuat lembar kerja dan 3D modeling.

Apakah Rangga pernah mencoba menggabungkan elemen-elemen dapur tradisional yang banyak dijumpai di Indonesia dan diaplikasikan dalam konsep desain yang modern?

Untuk desain kitchen set, belum pernah menggabungkan elemen-elemen dapur tradisional karena memang ini kali pertama saya mendesain kitchen set.

Hum 3 edited

Hum 4 wdited

Bisa diceritakan, bagaimana proses Rangga mengikuti lomba ini?

Awalnya saya mengirimkan tugas kuliah mendesain kitchen set untuk lomba INDEX 2015 tersebut. Saya mengirim konsep dan lembar kerja. Seminggu kemudian saya menerima kabar sebagai salah satu dari 5 finalis terpilih untuk kategori kitchen set. Kelima terpilih tersebut harus mempresentasikan karyanya di East Atrium Grand City Surabaya.

Untuk persiapan, saya lebih mematangkan desain, kemudian membuat power point berupa pemaparan konsep dan tampilan 3D secara lebih mendetail. Presentasi yang dilakukan kurang lebih 15 menit dengan sesi tanya jawab. Dan, respon secara bentuk memang sudah menarik, hanya saja ada beberapa poin yang mereka katakan masih kurang dan dapat lebih dikembangkan. Dan karena itulah yang membawa saya menjadi juara kedua.

Untuk juara 1 sendiri memang terlihat lebih detail dalam menyesuaikan konsep kitchen dengan produk Hafele yang menjadi salah satu sponsor untuk lomba tersebut.

Kompetisi berikutnya yang akan Rangga ikuti?

Saya belum menargetkan kompetisi yang akan saya ikuti. Dikarenakan sudah mulainya perkuliahan dan tugas yang cukup padat untuk semester ini.

Pesan buat teman-teman desain interior biar tertarik ikut kompetisi desain?

Percaya diri saja dalam mengikuti sebuah kompetisi. Menang dan kalah ditentukan oleh diri sendiri. Kreativitas tidak ada sangkut-pautnya dengan bakat. Itu hadir secara tiba-tiba.