0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
ICAD

Rooang.com | Tidak terasa, Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) 2015 telah berlangsung hampir 5 pekan. Di tahun ke-6 ini, ICAD kembali hadir mengajak serta 30 seniman terdepan dari lintas generasi dan latar belakang beragam. Tiga konvensi yang digelar di ICAD juga berlangsung lancar dan disambut antusias oleh para peserta.

Menjelang penutupan ICAD, akan diadakan ‘One Fine Afternoon: Up Close and Personal with the Artists’. Acara akan berlangsung pada hari Sabtu, 28 November 2015 pukul 15.30 WIB dan bertempat di Ruang Wiva II, grandkemang Hotel, Jakarta. Para seniman dan kurator yang terlibat dalam ICAD 2015 akan hadir, antara lain: Triawan Munaf, Hanafi, Darbotz, Savira Lavinia, Lampu Runa, Kandura Studio, dan Hafiz Rancajale.

Karya dari tiga puluh seniman terdepan ini melalui proses kuratorial yang panjang. Sesuai dengan konsep ICAD, semua karya tampil dengan merespons area publik grandkemang Hotel. Acara yang dipersembahkan oleh Artura Insanindo dan Yayasan Design + Art Indonesia ini tak ubahnya pesta untuk merayakan “the power of creativity and expression“.

12187987_10153580091321655_674580826670476573_o

Para insan kreatif tersebut berasal dari latar belakang beragam, yaitu: desainer, arsitek, perupa, fotografer, juga pemusik. Salah satunya adalah Darbotz, seniman grafis asal Jakarta yang kerap menggunakan tembok-tembok di jalanan umum sebagai kanvasnya.

Ada juga Mella Jaarsma, perupa asal Belanda yang telah menetap di Indonesia selama lebih dari 30 tahun dan mendirikan Cemeti Art House Gallery bersama suaminya, seniman asal Yogyakarta.

Selain itu, ada juga desainer muda berbakat, Savira Lavinia; seniman muda berdarah Indonesia-Prancis, Ines Katamso; fotografer Davy Linggar; dan arsitek Cosmas Gozali.

Sejumlah seniman dan desainer interior juga kembali berkarya di ICAD tahun ini, antara lain: Dolorosa Sinaga, pematung Awan Simatupang, desainer Diana Nazir dan Harry Purwanto.

Tahun ini juga menjadi berbeda dengan keikutsertaan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Triawan Munaf, yang juga seorang desainer grafis dan pemusik.

12194870_10153580091291655_8992108681475958516_o

Tema ‘VERTICAL HORIZON’ yang melandasi pameran ini dimaknai sebagai ruang pertemuan antara dunia kemanusiaan dengan keilahian. Kedua ruang tersebut melebur menjadi ruang yang mempunyai kekuatan dalam merefleksikan persoalan-persoalan masyarakat kontemporer. Vertical Horizon dapat juga dibaca dalam konteks estetika. Dunia garis horizontal dan vertikal adalah dunia komposisi yang paling ‘ideal’ dalam melihat keindahan.

ICAD bukan hanya sebuah pameran. ICAD adalah tentang memberi inspirasi dan berbagi wawasan. Selain menampilkan karya seni, ICAD 2015 juga menghadirkan para tokoh kreatif dan inspirastif yang berbicara dalam 3 konvensi terpisah, mengenai desain, seni, dan film.

12193485_10153580090811655_2741516516408400391_n

Konvensi desain mengulas tentang batik. Untuk konvensi seni, ICAD kembali berkolaborasi dengan Koalisi Seni Indonesia (KSI), dan untuk konvensi film, ICAD bekerja sama dengan Motion Picture Association (MPA) dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI).

Tahun ini juga ada pemutaran film (movie screening) di instalasi teater mini. Program ini bekerja sama dengan Pusat Kebudayaan Inggris, British Council, dan Pusat Kebudayaan Prancis, Institute Francais Indonesia. Semua program ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Seniman    dalam    ICAD    2015:

Ari    Dina    |    Ary    Indra    |    Awan    Simatupang    |    Bagus    Pandega    |    Cosmas    Gozali    |    Darbotz    |   Davy    Linggar    |    Diana    Nazir    |    Dolorosa    Sinaga    |    Duto    Hardono    |    Eddi    Prabandono    |   Gembong    Wi    |        Hanafi    |        Harry    Purwanto    |    Indra    Ameng    |    Ines    Katamso    |    Itjuk    Rahayu   |    Kandura    |    Lampu    Runa    |    Marishka    Soekarna    |    Mella    Jaarsma    |    Prilla    Tania    |    Randy   Danistha    &    Alain    Goenawan    |    S.    Teddy    D.    |    Savira    Lavinia    |    Sugeng    Untung    |    Triawan   Munaf    |    Uji    Hahan    Handoko    |    Zanun    Nurangga    |    Emerging    Danish    Designers    |

 

Sumber foto: www.facebook.com/ICADartura/