Rumah Ramah Untuk Anak

attic-bedroom-with-white-bed-and-pilllow-with-white-fur-rug-also-window-1

Rooang| Setiap pasangan baru menikah mendambakan tempat tinggal yang aman dan nyaman terutama bagi anak-anak. Untuk menciptakan rumah ramah anak-anak memang ada sejumlah hal harus diperhatikan oleh orangtua.

Rumah ramah anak memang sebaiknya memiliki ruangan terbuka. Hal itu agar membuat ruang-ruang di dalam rumah lebih cair sehingga ada interaksi. Karena itu, desain rumah juga perlu menjadi perhatian. Tak hanya itu, bahan membangun rumah ramah anak juga perlu dicermati agar aman bagi anak.

Selain desain dan bahan bangunan rumah ramah anak, ada juga hal lain yang perlu diperhatikan orang tua.

Sesuaikan tinggi jendela agar tidak mudah dijangkau anak. Sumber: alicdn.com
Sesuaikan tinggi jendela agar tidak mudah dijangkau anak. Sumber: alicdn.com

Pertama, satu area jadi perhatian supaya anak aman yaitu jendela. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah jendela di kamar. Sebaiknya tempat tidur jangan diletakkan di dekat jendela. Anak-anak ditakutkan loncat dari jendela kamar.

Selain berbentuk vertikal, jarak antar railing harus bisa menghalangi anak untuk masuk di sela-selanya. Sumber: alicdn.com
Selain berbentuk vertikal, jarak antar railing harus bisa menghalangi anak untuk masuk di sela-selanya. Sumber: alicdn.com

Kedua, relling tangga dan balkon. Sebaiknya relling itu berbentuk vertikal. Bila relling itu horizontal maka dikhawatirkan anak dapat memanjatnya, dan ini dapat berpotensi buat anak jatuh.

Tinggi antar anak tangga harus disesuaikan untuk memudahkan anak mengaksesnya. Sumber: alicdn.com
Tinggi antar anak tangga harus disesuaikan untuk memudahkan anak mengaksesnya. Sumber: alicdn.com

Ketiga, tangga. Salah satu hal jadi perhatian orangtua di area rumah yaitu tangga. Saat ini desain rumah di perkotaan dibangun vertikal. Hal itu mengingat lahan perkotaan sudah mulai terbatas sehingga setiap rumah ada tangga.

Perhatikan step ketinggian tangga. Idealnya tangga maksimal 18 cm untuk step orang dewasa. Lebih bagus lagi kalau 15 cm agar anak tak kecapaian. Jadi usahakan di bawah 18 cm sehingga anak-anak juga masih nyaman. Ini juga ada hubungannya dengan relling agar anak juga aman.

Gunakan furniture edge protector untuk keamanan anak saat bermain. Sumber: alicdn.com
Gunakan furniture edge protector untuk keamanan anak saat bermain. Sumber: alicdn.com

Keempat, orang tua juga sebaiknya memperhatikan perabotan untuk membangun rumah ramah anak. Karena biasanya furnitur memilih sudut-sudut tajam. Untuk mengantisipasi hal tersebut, orangtua juga dapat menggunakan pelindung agar sudut-sudut tajam itu tidak melukai anak.

Selain itu, orang tua juga dapat menyediakan peralatan khusus untuk anak-anak di bagian bawah. Sehingga anak-anak juga dapat mandiri untuk mengambil peralatan misalkan makanannya di bagian dapur.

Bagaimana sobat? Apakah rumah sobat sudah termasuk rumah ramah anak? Jika ragu bisa dikonsultasikan dengan personal designer sobat disini.

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX