Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
hydroponic-nutrient-solution
Sumber: Pinterest

Hidroponik merupakan salah satu media tanam tanpa menggunakan tanah sebagai pertumbuhan tanaman. Penanaman ini merupakan hal baru dalam dunia pertanian, namun banyak sekali masyarakat yang tidak mengetahui cara melakukannya dan apa keuntungannya.

Tanaman yang menggunakan hidroponik dapat di tanam menggunakan pot atau wadah dengan menggunakan air atau bahan lainnya berupa kerikil, pecahan genteng pasir, pecahan batu ambang dan lain sebagainya sebagai media penanaman.

Ada beberapa teknik penanaman yang dapat Sobat gunakan dalam berkebun hidroponik. Teknik ini memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Untuk memilih teknik yang sesuai dengan minat Sobat, berikut ini penjelasan mengenai bermacam teknik berkebun hidroponik.

1. Water Culture System

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Kalau diterjemahkan bebas dalam bahasa Indonesia water culture system artinya adalah metode menanam hidroponik sistem rakit apung. Teknik ini merupakan teknik bertanam hidroponik yang cukup sederhana. Konsep dari sistem ini adalah membiarkan akar tanaman mengapung di air nutrisi sehingga tanaman dapat asupan nutrisi selama 24 jam sehari non stop.

2. Drip System

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Drip System atau Sistem tetes merupakan salah satu dari teknik menanam hidroponik yang umum digunakan karena cara kerjanya yang cukup sederhana. Sistem ini menggunakan timer untuk mengatur penetesan air nutrisi pada tanaman.

3. Aeroponic System

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Aeroponic system atau sistem Aeroponik ini menggunakan udara sebagai media tanam. Konsepnya adalah membiarkan akar tanaman menggantung, lalu pada akar yang menggantung tersebut disemburkan air/larutan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman dengan menggunakan irigasi sprinkler.

4. Wick System

Cara bertanam hidroponik wick system/sistem sumbu dibandingkan dengan berbagai jenis sistem hidroponik lainnya, termasuk metode yang paling sederhana. Paling umum dipakai terutama oleh para hobiis yang menanam hidroponik sederhana di rumah.

Konsep dari cara bertanam hidroponik sistem sumbu adalah pemberian nutrisi tanaman di media tumbuh melalui sumbu yang digunakan sebagai reservoir. Jadi akar tanaman tidak tercelup langsung di dalam air, melainkan mereka tumbuh dalam beberapa bahan penahan air seperti rockwool atau sabut kelapa. Sistem ini dapat menggunakan berbagai media tanam, seperti kerikil pasir, serat/ serbuk kulit buah kelapa, sekam bakar dan rockwoll untuk menahan/menyimpan air. Sedangkan untuk sumbunya, bisa menggunakan sumbu kompor, kapas atau kain bekas.