Sentuhan Desain Kolonial Pada Interior Rumah

Chiltern-Road-Estate11
Sumber: http://www.extravaganzi.com

Rumah dengan desain interior klasik dan unik merupakan salah satu desain rumah yang menjadi idaman sebagian orang. Hal tersebut karena nantinya bisa rumah tersebut akan memiliki ciri khas tersendiri, sehingga menimbulkan kesan bangga pada si pemilik rumah.

Desain rumah bergaya british colonial atau dalam bahasa Indonesia biasa disebut gaya kolonial akan memberikan kesan mewah serta unik. Karena setiap detil aksen dan furnitur yang masuk ke dalam ruangan diperhatikan secara seksama mengikuti gaya yang pernah berkembang di Inggris pada zaman kolonial.

Sobat yang penasaran dengan desain interior satu ini, bisa mencoba sembilan cara di bawah untuk menerapkannya ke dalam ruangan di rumah Sobat. Apa saja? Simak yuk!

Furnitur untuk melengkapi interior kolonial

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Untuk menghasilkan tampilan kolonial yang utuh pada interiornya, gunakan furnitur berbahan kayu dengan warna gelap kecoklatan, salah satunya jenis kayu mahoni. Lalu, pastikan setiap furnitur memiliki tampilan yang sedikit usang dan rustic yang bisa Sobat dapatkan di toko antik. Khusus pada interior ruang makan kolonial, pastikan Sobat menggunakan meja persegi dengan bench seating.

Di beberapa desain interior bernuansa kolonial lain, mungkin Sobat menemukan desain yang sedikit glamor, dengan sentuhan ornamen di beberapa sudut, salah satunya di furniturnya. Furnitur ini biasanya berupa couches atau sofa dengan lengan yang rounded, upholstery dari bahan yang tebal seperti beludru dan tapestry.

Warna yang dominan pada dekorasi interior kolonial

Sumber: http://home.artpablo.com/
Sumber: http://home.artpablo.com/

Warna dominan pada bangunan kolonial biasanya berupa pigmen warna dasar dengan corak (hue) yang lembut dan muted. Warna-warna krem banyak ditemukan pada dinding ruangan, baik interior maupun eksterior. Warna krem ini biasa dipadukan dengan warna cokelat alami dari kayu. Warna lain yang biasa digunakan juga meliputi deep green, mustard yellow, barn red, dan taupes. Warna-warna tambahan ini bisa diwujudkan dalam couches, sofa, atau taplak meja, atau sarung bantal.

Untuk dindingnya, selain digunakan cat dengan pigmen warna dasar, Sobat juga bisa menggunakan wallpaper. Namun karena di masa kolonial wallpaper merupakan bahan yang mahal, wall stencil lebih umum digunakan. Motif buah dan bunga adalah motif yang paling banyak dipilih untuk motif wall stencil.

Pencahayaan model kolonial

Sumber: Pinterest
Sumber: Pinterest

Pencahayaan untuk melengkapi arsitektur ala kolonial biasanya dibuat dari material dasar, misal kayu, besi, atau wrought metals. Agar telihat lebih estetik sekaligus artistik, lighting untuk bangunan kolonial ini cenderung dibuat rustic dengan desain yang utilitarian. Dekoratif ornamennya juga relatif sederhana.

Di era kolonial, pencahayaan biasanya berasal dari nyala lilin. Namun kini, lampu-lampu dengan desain kolonial telah tersedia dalam bentuk elektrik. Bahkan untuk mendapatkan tampilan kolonial yang otentik, lampu-lampu di masa kini diberi distressed treatment. Beberapa jenis lampu yang merepresentasikan kesan kolonial ini antara lain kandelar, Pendants, Lampshade, Bar Lights, Sconces, dan lentera bergaya kolonial.

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX