Estetika Studio ARA yang Bersahaja

Home-and-Studio-milik-Iwan

ARA adalah nama sebuah studio arsitektur kecil yang terdiri dari tiga arsitek muda ini mulai aktif di tahun 2009 lalu. Meski terhitung baru, namun ARA Studio sudah menelurkan banyak karya. Hermawan Daswanto (Iwan), Goya Tamara Kolondam (Goya) dan Erel Hadimuljono (Erel), tiga principal arsitek ARA yang memulai kiprahnya dari suatu keisengan. “Awalnya kami cuma iseng aja jalanin ARA. Masing-masing dari kami saat itu punya kesibukan sendiri. Kemudian muncul pemikiran kenapa tidak menyeriusi ini sebagai pekerjaan dan bisnis,” tutur Goya.

ARA Studio

Studio yang tergabung dengan deMaya (Desainer Muda Surabaya) ini menjadi salah satu andalan Surabaya dalam dunia rancang. Mayoritas karya ARA Studio mengusung tema urban yang apa adanya. “Kami hanya berusaha untuk earthy. Kami tidak suka warna dan gaya yang dibuat-buat. Seperti kayu yang warna dan seratnya seperti itu, ya kami biarkan alami seperti itu. Batuan dan material lain yang warnanya natural, kami biarkan demikian. Kesannya lebih natural dan hangat,” kata Iwan, pendiri ARA.

Gaya tersebut memang terlihat di hampir setiap karya mereka, meskipun hanya di beberapa elemen bangunan saja sudah cukup bisa merepresentasi gaya tersebut. Hal ini terkesan pada beberapa hasil desain mereka. Salah satunya adalah bangunan Society Complex yang terletak di jalan Sumatera, Surabaya. Komplek kafe ini merupakan proyek terkini ARA yang banyak dibicarakan dan gambarnya berseliweran di jejaring sosial anak muda Surabaya. Pada bangunan ini terlihat konsep desain bangunan yang dibiarkan natural. Perpaduan warna-warna alam cukup menonjol dan berkesan industrial dengan tambahan corak vintage. “Kami sengaja membiarkan warna-warna dasar yang natural pada keseluruhan bangunan. Kami bermain dengan gaya asimetris dan detail-detail tertentu pada elemen-elemennya. Kami juga mempertimbangkan view dengan baik. Pengunjung yang berada di dalam kafe dan dining bisa menikmati view di luar dan ruangan seberangnya, begitu juga sebaliknya,” jelas Iwan.

Interior Historica Cafe, salah satu bagian dari society complex

Baik Iwan, Goya dan Erel sepakat bahwa mereka tidak bisa bekerja sendiri dalam mendesain. Mereka bekerja secara tim. Bahkan dalam pelaksanaan, mereka pun membagi tugas dalam porsinya masing-masing. Sangat tidak menutup kemungkinan untuk membuat elemen bangunan yang custom atau disesuaikan dengan desain yang mereka inginkan. Seperti railing, ramp, perkerasan, kusen dan lainnya.

ARA Studio beberapa kali memenangkan kompetisi desain. Salah satunya, ARA menjadi juara pertama Indocement Award dengan karya Box Culvert House, desain rumah dengan konsep box culvert sebagai material utama untuk tempat bernanung atau shelter. Material pendukungnya menggunakan plat besi dan wire mesh untuk sambungan dan bukaannya. Sejauh ini, ARA menghasilkan karya dengan mematangkan konsep dan fase desainnya. Studio ini semakin matang dan berharap bisa melebarkan sayapnya lebih jauh lagi dan meramaikan dunia arsitektur Indonesia.

 

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX