0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
Norðragøta_Faroe_Islands_2

Terbuat dari bahan apakah atap di rumah Anda? Genteng tanah liat? Genteng beton? Genteng metal? Apakah atap Anda sudah memberikan kontribusi bagi pelestarian alam? Jika belum, maka Anda perlu mengenali lebih jauh teknologi terkini mengenai atap hijau yang ramah lingkungan. Ya, beberapa arsitek dunia tengah mengembangkan model atap yang bisa ditanami rumput, dijadikan taman atau kebun sayuran, sekaligus menampung air hujan dan mengurangi panas di dalam ruangan.

Bagaimana sejarah kemunculan atap hijau?

Traditional Green Roof

Atap hijau yang dapat ditumbuhi tanaman sebenarnya telah dikenal di Eropa sejak ratusan tahun silam. Namun teknologi pengembangannya baru mulai diciptakan pada periode 1970-an di Eropa Utara. Di sana, atap dan dinding yang terbuat dari tanah dan beton sudah dikembangkan selama ratusan tahun. Konsep atap hijau dimulai ketika para ilmuwan menyadari adanya degradasi kualitas air dan kurangnya manajemen air hujan. Berbagai pertimbangan lingkungan dan faktor ekonomi pun menunjang semakin ditingkatkannya inovasi atap hijau yang mampu memenuhi kebutuhan pengelolaan air hujan.

Apa saja manfaat dan keunggulan yang ditawarkan?

Ada banyak manfaat dari keunggulan yang dimiliki oleh model atap ini, di antaranya sebagai berikut.

  • Menyaring air hujan menjadi air tanah yang bebas dari polusi dan zat asam

  • Mengurangi volume air yang memenuhi saluran drainase di jalan, yang pada akhirnya mampu mengurangi banjir

  • Membuat udara lebih segar dan sejuk

  • Mengurangi dampak karbon dioksida dan berbagai polusi udara yang bisa menyebabkan penyakit pernafasan

  • Mengurangi biaya penggunaan pendingin dan penghangat ruangan

  • Melawan polusi nitrogen yang terdapat dalam air hujan

  • Menyediakan habitat baru bagi berbagai burung dan serangga

  • Secara psikologis, mampu meningkatkan mood orang-orang yang berada di tempat tersebut

  • Mengurangi berbagai dampak negatif perubahan iklim

  • Melindungi atap dengan berbagai lapisan sehingga lebih awet/tahan lama

Apa saja jenis atap hijau?

Berdasarkan tingkat peranannya, atap hijau atau atap tanaman terbagi menjadi 3 jenis, yakni atap intensif, ekstensif, dan biodiversal atau atap coklat.

  • Atap hijau intensif

atap hijau intensif

Atap intensif memiliki ketebalan lapisan media tanam yang paling tebal, yakni lebih dari 20 cm. Media tanam yang digunakan adalah tanah subur yang diperlukan untuk menanam berbagai tumbuhan taman. Atap jenis ini akan menyerupai taman asli. Atap intensif biasanya terdapat di atas rumah atau bangunan yang luas, misalnya gedung pertunjukan atau kampus. Media tanam yang ada pada jenis ini bisa digunakan untuk menanam rumput, semak belukar, petak bunga, sampai pohon. Bahkan di beberapa bangunan besar, atap hijau intensif dilengkapi dengan jalan setapak. Atap hijau jenis ini bisa dirancang dengan berbagai model taman dan sistem pengaturan air dan pengairan. Perawatan secara intensif mutlak diperlukan untuk menjaga kelestarian dan keindahannya.

  • Atap hijau ekstensif

atap hijau ekstensif

Atap hijau ekstensif cocok untuk Anda yang tidak memiliki banyak waktu untuk merawat tanaman. Media tanam yang digunakan merupakan tanah semi subur untuk menanam rumput. Atap ini tidak untuk diinjak, karena lapisannya tipis, dengan ketebalan media tanam kurang dari 15 cm. Jenis tanaman yang bisa diletakkan pun tidak bervariasi, hanya jenis rumput sedum atau tanaman yang bisa tumbuh di tanah kering dan berbatu. Atap hijau ekstensif sangat cocok diterapkan di rumah. Dengan memiliki atap jenis ini, Anda tidak perlu repot merawatnya secara rutin. Tanaman tidak akan mati ketika cuaca terik, dan tetap hidup ketika diguyur hujan deras. Air hujan yang tertampung dan disaring kemudian bisa Anda manfaatkan untuk keperluan sehari-hari.

  • Atap coklat/biodiversal

bio diversity roof

Tidak seperti atap intensif dan ekstensif yang dirancang sebagai media tanam tumbuhan-tumbuhan tertentu, atap biodiversal sengaja dibuat sebagai media alami tumbuhnya tanaman liar. Atap hijau model ini dirancang sebagai atap hijau modern yang mengutamakan kealamian suatu alam, bukan buatan. Dengan menciptakan lingkungan yang alami, atap tersebut tidak hanya berisi tanah dan tanaman, tetapi juga banyak serangga dan berbagai jenis binatang lain, sehingga atap coklat tersebut juga disebut atap biodiversal, yakni atap yang menjadi habitat dari berbagai jenis makhluk hidup. Atap seperti ini tengah dikembangkan di kota-kota besar seperti London, tempat orang-orang hampir tidak bisa lagi melihat vegetasi yang tumbuh secara alami.

Tanah yang digunakan sebagai media tanam atap biodiversal adalah lapisan tipis tanah biasa, dan biasanya dilengkapi dengan pasir dan batu-batuan. Tumbuhan yang hidup adalah berbagai jenis rumput dan bunga liar yang menarik sebagai habitat serangga. Penampilannya menyerupai halaman rumah atau lapangan yang sudah lama tidak dirawat. Meskipun terlihat berantakan, atap model ini diklaim sebagai atap hijau paling modern. Untuk menghadirkan berbagai spesies pun diperlukan trik-trik tertentu, misalnya pemilihan variasi tanaman dan peletakan kayu lapuk untuk merangsang tumbuhnya berbagai vegetasi dan memancing serangga untuk tinggal.

1 COMMENT