Rumah-Rumah Bersejarah di Pulau Sumatera Bagi Bung Karno

Bung-Karno-11
Sumber : http://www.berdikarionline.com/

Sosok Bung Karno memang tidak bisa dilepaskan dari bangsa Indonesia. Selain merupakan pahlawan, proklamator dan juga presiden pertama Indonesia, Bung Karno juga tidak bisa lepas dari beberapa peristiwa fenomenal dan bersejarah. Salah satunya adalah banyaknya rumah yang menjadi tempat persinggahan, pengasingan atau pun tempat tinggal dari Bung Karno. Dan rumah-rumah tersebut adalah :

Rumah Bung Karno – Berastagi

Sumber : http://www.klikhotel.com/
Sumber : http://www.klikhotel.com/

Rumah Bung Karno yang pertama berasal dari ujung Barat Sumatera, tepatnya rumah ini terletak di Berastagi. Berastagi adalah sebuah kota kecamatan di Kabupaten Tanah Karo, Sumatera Utara.  Berdiri di pekarangan di lereng sebuah bukit, rumah ini berukuran 10 x 20 meter bergaya Eropa, bercat putih, dan beratapkan seng warna merah. Di pelataran depan terdapat patung perunggu Sukarno dalam posisi duduk berukuran 7 meter. Rumah ini dibangun pada tahun 1719. Dulunya tempat tinggal seorang perwira Belanda, sobat. Bung Karno sempat tinggal di rumah ini selama kurang lebih 12 hari. Enam dekade lebih berselang, rumah pengasingan itu masih berdiri kokoh dan terawat baik. Pemugaran pernah dilakukan pada 1957 dan yang terakhir pada 2005, namun keaslian bangunan itu masih terjaga. Kamar, dan perabot-perabot yang pernah digunakan oleh Bung Karno juga masih sama seperti dulu.

Rumah Bung Karno – Parapat

Tidak jauh dari Berastagi, di daerah Parapat juga terdapat sebuah rumah yang pernah menjadi tempat singgah sementara untuk Bung Karno. Rumah ini berdiri megah di tepian Danau Toba. Rumah ini menghadap ke hamparan luas danau yang pendar jingga pada saat sore hari tiba. Disinilah Bung Karno tinggal selama dua bulan, sobat. Namun, beliau tak sendiri. Bung Karno tinggal disana bersama para punggawa bangsa lainnya, Bung Hatta, KH Agus Salim dan Sjahrir.

Sumber : http://www.klikhotel.com/
Sumber : http://www.klikhotel.com/

Kini rumah ini menjadi salah satu objek wisata di kawasan Parapat Danau Toba yang cukup diminati masyarakat. Masyarakat Sumatera Utara menyebut juga rumah ini dengan Pesanggarahan Bung Karno. Selain pemandangannya yang cukup indah, sobat juga tidak akan dipungut biaya retribusi masuk ke dalam kawasan rumah ini.

Rumah Bung Karno – Bengkulu

Sumber : https://daerah.sindonews.com/
Sumber : https://daerah.sindonews.com/

Masih di Pulau Sumatera, Rumah Bung Karno selanjutnya terletak di Kelurahan Anggut, Kecamatan Ratu Samban, Bengkulu. Dari rumah inilah nantinya muncul benih cinta yang mengenalkan kita pada sosok penjahit bendera merah putih, yaitu Ibu Fatmawati. Bung Karno menempati rumah ini pada tahun 1938 sampai 1942. Bung Karno menjejakkan kaki di Bengkulu pada 14 Februari 1938. Dahulu rumah pengasingan yang ditempati Bung Karno ini adalah milik pedagang keturunan Tionghoa, Tjang Tjeng Kwat. Pada tahun 1940-an, rumah dengan dua kamar tidur ini berada di pinggir kota dan sengajan dipilih lokasi pengasingan Bung Karno karena aksesnya yang sulit dan terpencil. Namun, kini seiring perkembangan kota, rumah pengasingan ini justru berada di jantung Kota Bengkulu, sobat.

Rumah Bung Karno – Bangka

Sumber : http://www.klikhotel.com/
Sumber : http://www.klikhotel.com/

Entah apa yang menyebabkan banyaknya Rumah pengasingan Bung Karno di Pulau Sumatera. Mungkin karena dahulu pulau ini masih sepi dan layak dijadikan tempat pengasingan seorang tokoh negara, sobat. Tak jauh dari Bengkulu, Rumah Bung Karno selanjutnya berada di Pulau Bangka tepatnya di Wisma Menumbing. Wisma yang didirikan pada tahun 1927 ini berada di puncak Gunung Menumbing tepat di atas ketinggian 450 meter dari permukaan laut. Dulunya Bung Karno dan sejumlah tokoh nasional lainnya dibawa ke tempat ini lalu dibagi menjadi tiga kelompok atau rombongan. Bung Karno berada di rombongan ketiga bersama Agus Salim setelah dibawa dari pengasingannya di Kota Prapat, Sumatera Utara.

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX