Singgah Sebentar ke Rumah Rengasdengklok yang Bersejarah

rumah-sukarno-rengasdengklok
http://www.klikhotel.com/

Peristiwa kemerdekaan adalah momen bersejarah dan penting bagi bangsa Indonesia. Peristiwa yang ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Indonesia ini akhirnya datang pada tanggal 17 Agustus 1945, dan sekarang Indonesia sedang memperingati perayaan hari kemerdekaan yang ke 72 tahun. Dan Rooang kali ini akan membahas tentang salah satu rumah yang menjadi saksi bisu perjalanan kemerdekaan Indonesia. Rumah siapa ya, yang dimaksud?

Sejarah Rumah Rengasdengklok

Area foyer. Sumber : http://www.bbc.com/
Area foyer. Sumber : http://www.bbc.com/

Sobat Rooang pasti masih ingat dengan peristiwa penculikan Bung Karno dan Bung Hatta sebelum peristiwa menuju detik-detik Proklamasi. Bung Karno dan Bung Hatta dibawa ke sebuah daerah tersembunyi di kawasan Jawa Barat, tepatnya pada sebuah Desa yang disebut dengan Rengasdengklok! Ya, rumah sederhana milik keluarga Djiaw Kie Siong ini merupakan salah satu rumah yang berperan besar dalam sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia. Di rumah ini lah, teks Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dirumuskan dan ditulis.

Sumber : https://id.wikipedia.org/
Sumber : https://id.wikipedia.org/

Rumah Rengasdengklok ini adalah bangunan rumah ala joglo yang sederhana. Bangunan rumah ini tidak terlalu besar sobat. Bangunan rumah Rengasdengklok ini sebenarnya sudah bukan merupakan bangunan yang asli, sobat! Karena di tahun 1957 bangunan rumah Rengasdengklok yang lama dipindahkan ke area yang baru. Hal itu disebabkan oleh Sungai Citarum yang sering meluap dan daerah di sekitarnya mengalami abrasi sehingga membuat pemilik rumah memperkirakan rumahnya akan tenggelam jika tidak segera pindah. Maka pada tahun 1957, sang pemilik rumah memindahkan rumahnya ke Dusun Kalijaya I, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang. yang berjarak 150 meter dari bangunan lama. Ternyata keputusan itu benar karena setahun kemudian, terjadi banjir besar hingga membelokkan aliran sungai. Kini, tapak bekas rumah keluarga Djiaw Kie Siong itu persis berada di tengah-tengah aliran Sungai Citarum, sobat. Bersyukur sekali mendiang Djiaw Kie Siong memindahkan rumah itu karena jika tidak, tentu artefak sejarah kemerdekaan Indonesia akan hilang dan lenyap.

Tampak depan. Sumber : http://www.bbc.com/
Tampak depan. Sumber : http://www.bbc.com/

Menurut salah satu anggota keluarga dari Djiaw Kie Siong ini rumah Rengasdengklok yang digunakan sebagai tempat persembunyian bagi Bung Karno dan Bung Hatta ini dibangun persis seperti aslinya terutama pada bagian eksterior rumah termasuk di area ruang tamu rumah yang menggunakan ubin terakota yang khas pada jamannya terutama sering digunakan untuk rumah-rumah para keturunan Tionghoa.

Sumber : http://travel.kompas.com/
Sumber : http://travel.kompas.com/

Di dalam rumah  ini terdapat dua buah kamar yang sempat digunakan Bung Karno dan Bung Hatta untuk beristirahat. Dan semua benda-benda pengisi interiornya adalah benda-benda asli yang masih dipertahankan, sobat! Bahkan ranjang tua dari kayu jati yang sempat digunakan oleh Bung Hatta juga masih terpajang manis di dalam area kamar.

Sumber : http://travel.kompas.com/
Sumber : http://travel.kompas.com/

Namun, sayangnya ranjang tidur yang sempat digunakan oleh Bung Karno sudah dipindahkan ke Museum yang ada di Bandung sobat. Sehingga di kamar tersebut yang ada hanya ranjang duplikat yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

#DESIGNYOURSPACE

START A PROJECT

GET OUR BEST IN YOUR INBOX