CONTRIBUTORArsitag
SOURCEJoyce Meilanita
rumah tumbuh
Konsep rumah tumbuh yang selesai pada setiap tahapnya (Sumber: arte-living.com)

Saat membangun rumah, seringkali kita dihadapkan pada masalah terbatasnya keuangan, waktu, dan kebutuhan ruang. Solusi untuk menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan konsep “Rumah Tumbuh” yang merencanakan desain dan pembangunan rumah secara bertahap, sambil tetap mengoptimalkan fungsi dari setiap penyelesaian tahap. Setiap tahap direncanakan dan disesuaikan dengan ketersediaan dana, waktu, dan kebutuhan ruang pemiliknya.

Memang proses penyelesaian rumah tumbuh memerlukan jangka panjang. Namun, hasil yang didapat akan berkualitas lebih baik, sesuai tahapan kebutuhan, dan bertumbuh seiring pertumbuhan kebutuhan keluarga. Rumah tumbuh bukan berarti rumah yang belum jadi atau terlihat belum selesai. Tetapi, konsep rumah tumbuh yang direncanakan dengan baik akan memberikan kenyamanan fungsi dari setiap tahapannya. Setiap tahap selesai dengan baik dan memiliki potensi untuk tumbuh dengan mudah.

Jadi, bagi sobat Rooang yang terkendala masalah keuangan, keterbatasan waktu, ataupun keinginan untuk memiliki rumah yang terus bisa disesuaikan dengan kebutuhan ruang terkini, pilihlah konsep rumah tumbuh untuk memudahkan renovasi di kemudian hari. Lalu, bagaimana konsep rumah tumbuh yang benar? Bagaimana pula cara merencanakan rumah tumbuh untuk memudahkan renovasi di kemudian hari? Temukan jawabannya dalam artikel ini~

rumah tumbuh
Splow House di Tebet, Jakarta karya Delution Architect tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

Konsep Dasar Rumah Tumbuh

Pada dasarnya, setiap rumah baik rumah tumbuh ataupun tidak, harus nyaman dan fungsional. Pada rumah tumbuh, konsep dasarnya adalah berpikir secara berkesinambungan, bertahap, mulai saat ini sampai masa depan, sambil tetap mempertahankan kualitas fungsi rumah. Jadi, rumah tumbuh bukan sekedar menambah-nambahkan ruang karena bertambahnya anggota keluarga dan kebutuhan, melainkan rumah dengan perencanaan matang yang berkualitas sejak awal. Rumah tumbuh harus bertumbuh dengan sehat dan kuat secara struktural.

Arah Pengembangan Rumah Tumbuh

Rumah tumbuh vertikal di lahan sempit

Sempitnya lahan berandil besar dalam memunculkan ide kreatif untuk menyiasati keterbatasan lahan yang dapat menampung banyaknya kebutuhan ruang. Konsep rumah tumbuh di lahan sempit cenderung bergerak vertikal. Konsep ‘Split Level’ atau mezzanine dapat menjadi ide kreatif agar rumah tumbuh vertikal, namun tidak terlalu tinggi. Rencanakan aspek struktur yang kuat dan memungkinkan pertumbuhan secara vertikal. Biarkan tulangan struktur tetap terlihat untuk memudahkan penyambungan struktur pada tahap pengembangan berikutnya. Perhatikan perkembangan eksterior rumah. Perhatikan pula peraturan pemerintah tentang batas ketinggian dan jumlah lantai bangunan.

rumah tumbuh
Rumah bisa bertumbuh horizontal dan vertikal (Sumber: indointerior.com)

Rumah tumbuh horizontal di lahan yang masih cukup luas

Biasanya, saat membeli rumah tipe mungil dari pengembang, Anda akan memiliki lahan yang masih cukup luas di bagian belakang. Lahan ini dapat dimanfaatkan untuk perencanaan rumah tumbuh secara horizontal. Tanyakan pada pengembang tentang struktur bangunan yang sudah ada, dan pastikan kekuatannya jika Anda juga berencana untuk membuat rumah tumbuh secara vertikal di kemudian hari. Arah pengembangan rumah tumbuh ini harus dipilih sejak awal agar perencanaan. Anda juga perlu konsisten dalam pelaksanaan pembangunan untuk menghindari bengkaknya pengeluaran.

Rencanakan Anggaran dan Waktu Pembangunan Rumah Tumbuh

rumah tumbuh
Pembangunan bertahap dengan kenyamanan di setiap tahapnya (Sumber: jagobangunan.com)

Perencanaan anggaran sangat tergantung pada kebutuhan yang akan dipenuhi dan waktu pembangunannya. Pikirkan secara matang kebutuhan ruang yang Anda butuhkan dan kapan Anda membutuhkannya. Misalkan, pasangan pengantin baru sebenarnya hanya memerlukan rumah dengan satu kamar saja. Tetapi, jika berencana untuk segera memiliki anak, sebaiknya rancanglah tahap awal untuk pembangunan rumah dengan 2 kamar tidur. Lalu, berpikirlah lebih jauh sedikit ke masa depan. Apakah dalam 5 tahun ke depan berencana untuk memiliki anak ke-2? Apakah kamar tidur anak-anak sudah perlu dipisah sejak mereka masih kecil? Ataukah baru perlu kamar tidur tambahan setelah anak-anak memasuki usia SD?

Nah, dari rencana-rencana yang dibuat bersama dalam keluarga, terbentuklah tahapan pelaksanaan dan waktu pembangunan. Dari sini, baru bisa dibuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) mulai dari tahap awal sampai tahap akhir. Ingatlah untuk menambahkan 5-10% dari total RAB per tahun untuk mengantisipasi inflasi. Atau, jika Anda rajin memantau harga bangunan yang akan Anda butuhkan, Anda dapat mencicilnya atau membelinya saat ada potongan harga. Cara ini cukup efektif untuk menghemat biaya pembangunan. Tetapi, pikirkan pula tempat penyimpanannya.

Struktur Rumah Tumbuh

rumah tumbuh
Struktur yang kuat dan memadai sudah ada sejak tahap awal (Sumber: microgist.blogspot.co.id)

Walau belum dipakai pada tahap awal, tetapi jika sudah berencana, pondasi dan struktur bangunan harus dipersiapkan sejak awal. Pondasi dan struktur harus siap menahan beban bangunan saat ini dan saat bertumbuh. Misalkan, Anda berencana menumbuhkan bagian belakang lahan menjadi 2 atau 3 lantai, tetapi bagian depan hanya 1 lantai. Berarti, bagian depan hanya perlu kekuatan pondasi dan struktur untuk 1 lantai saja, sedangkan bagian belakang sudah harus dipersiapkan untuk menahan beban 2 atau 3 lantai. Gambarkan dengan jelas pada rancangan agar Anda tahu pasti letak pondasi dan struktur yang akan ditingkatkan.

Prioritas Pembangunan

rumah tumbuh
Prioritas pembangunan pada ruang-ruang utama (Sumber: fortunaland)

Prioritas pembangunan tentu saja pada ruang-ruang utama dulu, seperti: ruang tamu, ruang keluarga, ruang tidur, dapur, ruang makan, dan kamar mandi. Jika Anda menginginkan, pada tahap awal, ruang tamu dan ruang keluarga bisa disatukan. Begitu pula dapur dan ruang makan. Lalu, letakkan tangga, taman, dan rencanakan pula perletakan bak penampungan air atas (tendon). Dari ruang-ruang utama ini, baru dikembangkan pertumbuhan ruang-ruang lainnya, sambil tetap mempertahankan kualitas fungsi dan hubungan setiap ruang.

Konsep Eksterior dan Interior Rumah Tumbuh

rumah tumbuh
Heavy Rotation House di Jakarta Selatan karya Parametr Indonesia tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

Jika rumah tumbuh secara vertikal, tampilan eksterior akan berubah signifikan. Jadi, harus dipikirkan dan dibayangkan sejak awal, perubahan tampilan eksterior yang akan terjadi pada setiap pertumbuhan bangunan. Pikirkan pula desain atap yang mudah dikembangkan ataupun dimanfaatkan kembali rangka dan bahan penutupnya. Tampilan interior rumah, bisa disesuaikan dengan tahapan kebutuhan dan tren arsitektur terkini. Konsep interior tiap ruang juga bisa tampil dengan gaya yang berbeda, sesuai karakter masing-masing penghuni dan kesan yang diinginkan.

Pemanfaatan Lahan Kosong

rumah tumbuh
House at Pasteur karya Januar Senjaya & Filani Limansyah/ADDO Architecture tahun 2014
(Sumber: arsitag.com)

Manfaatkan lahan kosong untuk taman atau carport, atau ruang fungsional lainnya yang nantinya bisa dialihfungsikan menjadi area untuk pertumbuhan rumah. Jangan biarkan lahan kosong seolah-olah terbengkalai, karena akan membuat keseluruhan rumah seperti belum rampung. Ingat, konsep rumah tumbuh adalah selesai pada setiap tahapnya. Anda juga bisa memanfaatkan dak yang nantinya akan menjadi ruang di lantai 2, sebagai tempat jemur atau sebagai taman di atap untuk saat ini.

rumah tumbuh
Interior Splow House di Tebet, Jakarta karya Delution Architect tahun 2016 (Sumber: arsitag.com)

Sama seperti pertumbuhan sebuah tanaman, pada tahap awal, rumah tumbuh diibaratkan akar, batang, dan daun. Lengkap secara fungsinya dan tampil apik. Pada tahap selanjutnya, tanaman bertumbuh, lalu berbunga dan berbuah. Demikian juga rumah tumbuh, bertambah ruang-ruang dan fungsinya seiring bertambahnya anggota keluarga dan kebutuhannya. Tanaman yang semakin tumbuh itu, tampil semakin lengkap dan indah. Inilah konsep rumah tumbuh untuk memudahkan renovasi di kemudian hari, semakin lengkap dan indah.

1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5


Loading…

SHARE YOUR LIFE TIPS!

Kamu punya konten yang menarik mengenai ruangmu, tempat tinggalmu, atau kehidupanmu? Share di Rooang.com, dan biarkan karyamu menginspirasi para pembaca di seluruh Indonesia!

Previous articleInspirasi Tren Cat Rumah Minimalis 2018
Next articleString Light Di Dalam Sebuah Ruangan Ternyata Kece Lho!
Joyce Meilanita
Joyce Meilanita adalah satu-satunya mahasiswa Arsitektur'95 Institut Teknologi Indonesia yang lulus di tahun 1999. Pernah magang dalam Jadena Project PT. Schering Jerman-Indonesia di tahun 1998. Penyuka aljabar ini aktif mengajar bimbel sejak 1988 dan telah membuat 420 soal untuk ujian masuk Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Ia juga sudah menerjemahkan 41 dokumen berbahasa Inggris untuk Tung Desem Waringin. Kecintaan akan dunia arsitektur menyemangatinya untuk terus membagi dan memperluas wawasan serta pengetahuannya lewat berbagai artikel yang ditulisnya untuk arsitag.com. "Always trying to do my best in God's will n bless" itulah motto hidupnya.