1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
Fakta Museum De Javasche Bank
Sumber: Dokumentasi ROOANG

Penjajahan Belanda di Indonesia yang lamanya sekitar tiga setengah abad, tentu meninggalkan tak sedikit jejak. Salah satunya termasuk berupa bangunan-bangunan dengan arsitektur bergaya Eropa yang khas. Dari bangunan-bangunan peninggalan tersebut hingga saat ini tak sedikit yang masih terawat dengan baik dan masih digunakan meski telah beralih fungsi. Salah satunya seperti bangunan bekas De Javasche Bank yang kini telah dialih fungsikan sebagai museum. Ada beberapa fakta Museum De Javasche Bank yang mungkin belum Sobat Rooang ketahui.

Beberapa Fakta Museum De Javasche Bank Yang Mungkin Belum Sobat Rooang Tahu:

  1. Merupakan salah satu saksi bisu lahirnya perbankan di Indonesia.
  2. De Javasche Bank yang sebelumnya sudah ada di Jakarta, pada 14 September 1829 membuka cabang di Jalan Garuda No. 1, Surabaya.
  3. Tapi pada 1904, gedung De Javasche Bank tersebut dirobohkan dan dibangun ulang.
  4. Rancangan dari gedung baru De Javasche Bank tersebut dirancang dengan cara yang sama dengan kantor pusat De Javasche Bank di Batavia.
  5. Bangunan yang memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi ini menerapkan gaya arsitektur konservatif neo renaissance empire.

    Fakta Museum De Javasche Bank
    Sumber: ROOANG / Albert
  6. Sekitar tahun 1920-an, gedung De Javasche Bank ini kembali direnovasi. Meski semua ruangnya digeser dan direnovasi, namun kolom bangunan tetap dibiarkan seperti semula.
  7. Renovasi tersebut termasuk mengubah posisi pintu masuk bank yang semula ada di pinggir, menjadi di tengah.
  8. Pintu tersebut menggunakan konsep pintu putar yang juga jadi salah satu tren di Amsterdam sekitar tahun 1922.
  9. Gedung De Javasche Bank ini memiliki atap Mansart yang pernah populer di Perancis pada abad ke-17 dan diciptakan oleh arsitek Perancis bernama Francois Mansart.
  10. Interior gedung De Javasche Bank ini terkesan angkuh dan megah dengan pilar yang tampak kokoh dan elegan.
  11. Detail ornamen bergaya Hindu-Jawa yang juga diterapkan pada arsitektur bangunan, tetap dibiarkan bertahan hingga saat ini.

    interior de javasche museum
    Sumber: ROOANG / Niyasyah
  12. Bukan hanya atap Mansart dan pilar-pilarnya yang cukup menarik perhatian, namun keberadaan lampu gantung yang tampak klasik pada langit-langitnya juga tak kalah memukau.
  13. Tampak kuno dan klasik, lampu-lampu tersebut digantung secara berjajar rapi.
  14. Melalui Undang-Undang tahun 1953, De Javasche Bank yang awalnya merupakan bank Sirkulasi Belanda pun diubah menjadi Bank Indonesia. Sehingga secara otomatis gedung De Javasche Bank ini pun beralih fungsi menjadi kantor Bank Indonesia.
  15. Namun karena kapasitas gedung tak lagi memadai, maka sejak 1973 gedung ini pun tak lagi digunakan untuk kegiatan operasional Bank Indonesia yang kemudian pada tahun 2012, gedung De Javasche Bank selesai dikonservasi dan menjadi salah satu bangunan cagar budaya milik Bank Indonesia (BI).
  16. Saat ini, gedung De Javasche Bank yang telah berdiri selama 189 tahun ini pun masih terlihat kokoh dan difungsikan sebagai museum.

1 COMMENT