SOURCEFurnizing
rumah kampono
Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Berlokasi di The Green Precinct, Bumi Serpong Damai, Tangerang, ‘Rumah Kampono’ berada di sudut lahan dengan dua fasad utama menghadap barat dan selatan. Total luasan bangunan rumah ini sekitar 319 meter persegi dengan bentukan lahan yang bulat sebesar 500 meter persegi. Proyek tahun 2017 ini didesain dengan sangat baik dan juga menarik oleh salah satu studio arsitektur ternama yaitu RAW Architecture dengan arsiteknya Realrich Sjarief.

Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Desain bangunan pada lahan ini memanfaatkan situasi lahan dan memaksimalkan potensinya yang terletak di bagian sudut jalan tersebut. Dengan mengembangkan garis axial dan juga lengkung pada eksterior dan interiornya, pemandangan lingkungan sekitar pun menjadi lebih terekspos. Jika dilihat dari luar, rumah ini menunjukkan ekspresi yang extrovert sedangkan pada bagian interiornya menunjukkan penataan ruang yang lebih tertutup sehingga anggota keluarga dapat beraktivitas secara bebas namun tetap privat.

Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Orientasi lahan menjadi hal yang berpengaruh dalam desain rumah sebagai kesempatan untuk memaksimalkan pemasukan cahaya dan pemandangan luar ke dalam rumah. Jendela setinggi dinding menjadi fasad rumah yang menghadap ke arah Barat Daya, yang juga diteduhi oleh 2 pohon eksisting Albizia Chinensis. Proses desainnya terus berubah seiring dengan perkembangan hingga menjadi bentuk final yang mengikuti lahan dasar dan juga pemandangan. Terinspirasi oleh profesi Ibu Adhisty, istri klien yang merupakan seorang ballerina sehingga rumah memiliki bentukan unik yang tampak seperti rumah menari.

Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Saat memasuki ‘Rumah Kampono’ ini, pengunjung akan langsung dihadirkan ruang tamu terbuka yang luas. Ruangan terasa sangat luas dikarenakan ketinggian ruang yang mencapai ketinggian 4 meter. Menjadi bagian void pada lantai atasnya. Pada bagian langit-langitnya terdapat jendela kaca yang juga dilengkapi dengan sistem sirkulasi udara. Jendela berukuran 180×180 cm dengan bukaan disisi-sisi samping jendelanya dan digunakan untuk pertukaran silang udara.

Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Pada lantai dasar ini selain ruang tamu, terdapat ruang makan, kamar tamu dan juga kolam renang. Kolam renang berada di lantai ini agar tetap memberikan ruang privasi pada pemilik rumah dengan menaikkan posisi kolam sekitar 2 meter di atas permukaan tanah lahan menggunakan metode cut-and-fill. Kolam ini berada di sebelah atap lengkung dan memiliki pemandangan keseluruh lingkungan sekitar.

Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Baca juga : Plunge Pool Untuk Halaman Rumah Yang Mungil

Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Tidak hanya kolam yang berada di lantai dasar, rumah ini juga memiliki area taman yang terletak di atapnya. Kegunaan taman di atap ini tentunya dimanfaatkan untuk insulasi bangunan dari panas. Area ini juga dijadikan sebagai tempat bersantai dan juga untuk melangsungkan pesta kebun.

Baca juga : Langkah Mudah Mendekor Teras Belakang Rumah Untuk Pesta

Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Pada lantai satu terdapat tiga kamar tidur di sebelah tangga utamanya. Dua kamar tidur dengan besaran 18 meter persegi untuk anak dan tersambung ke teras rumahnya dengan komponen lengkung. Sedangkan kamar tidur utama memiliki luasan 30 meter persegi dilengkapi walk-in closet untuk pakaian dan area berdandan. Pada lantai ini juga terdapat ruang belajar yang menghadap langsung ke arah kolam renang.

Baca juga : Ingin Buat Kolam Renang Indoor? Intip Dulu Inspirasi Desainnya Di Sini

Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Lantai ballet diletakkan pada lantai yang sama dengan kamar tidur. Ruangan ini berfungsi sebagai ruang keluarga. Sedangkan untuk area servis dan dapur basahnya berada di lantai semi-basement lengkap dengan sistem utilitas genset dan pompa airnya. Area ini pun juga digunakan sebagai area parkir kendaraan pemilik ‘Rumah Kampono’.

Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Material yang digunakan dalam desain rumah ini adalah material lokal seperti marmer Tulungagung, kayu solid merbau, dan pipa baja untuk handrailnya. Handrail didesain tentunya untuk mejaga keamanan anak-anak di dalam rumah. Pada area semi basement, keramik lokal menjadi penutup lantainya.  Lalu pada bagian outdoor ‘Rumah Kampono’  dilingkupi dengan material beton ekspos.

Photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Rumah kampono ini memiliki desain eksterior yang terlihat unik dikarenakan dinding lengkungnya dan material eksposnya. Tapi tidak hanya estetika saja yang diperhatikan, RAW architecture juga mempertimbangkan sirkulasi di dalam rumah sehingga sistem sirkulasi didesain dengan baik untuk menghadapi iklim tropis di area Bumi Serpong Damai Tangerang ini.

1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5


Loading…

SHARE YOUR LIFE TIPS!

Kamu punya konten yang menarik mengenai ruangmu, tempat tinggalmu, atau kehidupanmu? Share di Rooang.com, dan biarkan karyamu menginspirasi para pembaca di seluruh Indonesia!