SOURCEFurnizing
rumah tak biasa
photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Mungkin bagi banyak orang, desain rumah itu ya adalah bagaimana mendirikan bangunan dari batu bata yang diselesaikan dengan proses pengecatan. Namun, konsep membuat rumah seperti itu, tidak akan sobat lihat dari inspirasi berikut ini! Alih-alih menggunakan material batu bata, seluruh bangunan rumah tak biasa ini dibangun dari material beton dan baja. Seperti apa, keunikan rumah tak biasa yang terletak di kawasan Meruya – Jakarta Barat ini?

Rumah tak biasa, berdesain unik ini adalah karya dari RAW Architecture

Berlokasi di Jakarta Barat, tepatnya di perumahan Villa Meruya, rumah tak biasa ini dijuluki ‘the guild’ sudah menunjukkan keunikannya melalui bentukan eksteriornya. Bentuk geometris yang digunakan tampak jelas pada bentukan jendela lingkar dan lengkungnya.

photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Rumah tak biasa ini, adalah rumah sekaligus studio bagi Realrich Sjarief

Rumah sekaligus studio arsitektur ini didesain sendiri oleh Realrich Sjarief untuk kediaman dan kantornya.

photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Bangunan ini sendiri dikelilingi oleh dinding beton tinggi yang digunakan sebagai pagar pemisah antara jalan utama dengan bangunannya. Meskipun bangunan ini terlihat solid dan tertutup, pada bagian dalamnya kesan terbuka sangat terlihat dari jendela dan halamannya.

photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Bangunan ini terbagi dalam beberapa ruangan seperti kamar tidur, dapur, ruang tamu, ruang makan, studio kerja, perpustakaan, dan halaman terbuka. Pada bagian area masuknya dihadirkan dengan pintu metal dan dinding beton yang dilingkupi dengan kanopi polikarbonat dibingkai dengan frame baja.

rumah tak biasa
photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Setelah memasuki pintu, pengunjung dihadapkan dengan lobi kecil berukuran 2 x 2m dimana area ini adalah pemisah antara rumah dan studionya. Akses public dan privat dalam rumah ini terpisah melalui koridor terbuka di dalamnya. Elemen air yang berada di dekat area masuk tentunya menambah kesegaran dan kesejukan dalam bangunan.

photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Pada lantai dasarnya, ruang tamu dan ruang makan bisa diakses melalui pintu berbentuk melengkung yang dilengkapi dengan jendela melingkar yang diapit oleh sepasang bukaan berbentuk lengkung yang menghadap ke arah kolam. Area ini memiliki luas 35 meter persegi.

rumah tak biasa
photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Realrich sendiri menyatakan bahwa dirinya mendesain bangunan ini karena beliau menyukai hidup dekat dengan studio. Dengan menyukai pekerjaannya ini, dirinya pun berkomitmen penuh dengan pekerjaan di studio. Di studio pula dia menghabiskan kebanyakan waktunya sehingga akan memudahkan dirinya dengan memiliki bangunan rumah dan studio dalam satu tempat.

photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Sirkulasi pembatas ruang privat dengan studio nya adalah melalui tangga void. Tangga tersebut pun menjadi akses langsung yang dapat digunakan oleh Realrich agar dapat langsung menuju ke ruang kerja dari rumahnya. Untuk kamar tidur dan juga ruang keluarga berada di lantai atasnya yang lebih memberikan kesan privasi bersama keluarga.

photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Pada bagian barat-timurnya, cahaya matahari ditutupi dengan meletakkan dinding solid dan kamar mandi. Sedangkan pada sisi utara-selatan terdapat fasad terbuka yang membuat cahaya dan udara dapat masuk ke dalam bangunan. Adanya skylight dengan bentukan piramida pada atapnya menyalurkan cahaya ke tengah bangunan dan mengalirkan udara segar dari cela antara kaca dan betonnya.

photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily
rumah tak biasa
photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Lalu di studio kerja pada bangunan ini terdiri dari 6 x 6 meter dilengkapi dengan adanya kaca melingkar di dindingnya. Void ini berupa skylight yang terbuat dari beton dan cela kecil serta kaca yang digunakan untuk memasukan cahaya dan udara ke dalamnya.

photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Rumah ini sendiri tampak seperti batuan berpori dimana terdapat akses terbuka dan beberapa lubang di dalam bangunan. Sirkulasi yang terdapat di dalamnya dapat ditutup dan juga dibuka dengan mudah. Bentukan pintu kamar di dalam bangunan pun melengkung dengan bentuk yang tidak biasa.

rumah tak biasa
photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Sedangkan untuk perpustakaannya diberi nama ‘Omah Library’ dengan ukuran 3,4 x 12,3 m. Tentunya area ini merupakan area publik dengan pelingkup ruangan yang mampu menjaga buku agar tidak terkena sinar matahari berlebih dan suhu udara yang konstan dengan penggunaan ac yang sangat minim di dalam ruangan. Pada hari weekend perpustakaan ini pun juga dibuka untuk umum.

photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Realrich mengakui bahwa ia memang menyukai bentukan geometri secara murni yang kemudian ia modifikasi dan membuat bentuk baru melalui geomteri tersebut melalui penambahan dan pengurangan dalam prosesnya.

rumah tak biasa
photography by Eric Dinardi. Sumber : archdaily

Hal yang menjadi pusat dalam rumah ini adalah halamannya dengan kolam ikan dan jendela bulatnya yang berdiamerter 3.5 meter. Memperlihatkan area keluarga di dalam rumahnya. The Guild ini sendiri merupakan salah satu contoh proyek yang menarik perhatian karena bentuk yang termodifikasi dan juga pergerakan sirkulasi dalam rumah yang saling bertautan di Negara beriklim tropis, Indonesia.

 

1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5


Loading…

SHARE YOUR LIFE TIPS!

Kamu punya konten yang menarik mengenai ruangmu, tempat tinggalmu, atau kehidupanmu? Share di Rooang.com, dan biarkan karyamu menginspirasi para pembaca di seluruh Indonesia!