1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
kerajinan tangan anak bangsa
Sumber: HOSPITALITY Indonesia 2018

Di hari penutupan pameran HOSPITALITY Indonesia 2018 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran Jakarta, para pengunjung memperoleh kesempatan untuk bisa masuk ke area pameran secara gratis. Pengunjung dan para eksibitor juga diberikan kesempatan untuk belajar membuat kerajinan Kokedama di HOSPITALITY Indonesia 2018. Yang mana pada pameran HOSPITALITY Indonesia 2018 yang berlangsung pada 24 – 27 Oktober 2018 di JIEXPO Kemayoran Jakarta ini juga menampilkan aneka kerajinan tangan anak bangsa.

Salah satu workshop yang diselenggarakan dalam pameran HOSPITALITY Indonesia 2018 ini adalah Kokedama, yang dalam bahasa Indonesia artinya “bola lumut”. Yang mana maksud dari Kokedama di sini adalah hiasan taman dengan bentuk bola tanah yang ditutupi lumut di mana tanaman hias dapat tumbuh. Ide Kokedama ini sendiri berasal dari Jepang. Pada pagelaran HOSPITALITY Indonesia 2018 kali ini, terdapat workshop yang memungkinkan para pengunjung maupun eksibitor belajar untuk membuat Kokedama. Kokedama Workshop ini dipandu oleh Emillie Garden dan bertempat di IDEA Space, Hall C1.

aneka kerajinan tangan
Sumber: HOSPITALITY Indonesia 2018

Nelsa Yesaya, selaku pemilik Owner Emillie Garden memaparkan, “Dengan membuat Kokedama ini, kita bisa lebih menghemat pot-pot plastik, sehingga kita dapat mengurangi kegunaan plastik”. Menurutnya, Kokedama belum begitu familiar di Indonesia sehingga melalui acara workshop ini para pengunjung HOSPITALITY Indonesia 2018 dapat belajar mengenai teknik dasar yang mungkin akan bisa menjadi inspirasi bisnis.

Furniture & Craft Indonesia

Kerajinan tangan dari para pengrajin tanah air juga dipamerkan melalui booth Furniture & Craft Indonesia di pameran HOSPITALITY Indonesia 2018 kali ini. CV Nuansa Kayu Bekas membawa produk-produknya yang berupa kursi, meja, hiasan kayu dan lain sebagainya. Perusahaan yang berbasis di Solo, Jawa Tengah ini fokus mendaur ulang kayu-kayu bekas menjadi karya seni yang bernilai tinggi.

kerajinan tangan karya anak bangsa
Sumber: HOSPITALITY Indonesia 2018
Pameran HOSPITALITY Indonesia 2018 bagi aneka kerajinan tangan anak bangsa juga menjadi ajang untuk mencari peluang calon buyers potensial dari manca negara. Seperti yang dilakukan oleh brand DOMASINDO yang membawa kerajinan oleh-oleh terbuat dari anyaman rotan, kursi, hiasan dan mebel yang bergaya casual dan minimalis. “Produk kami terasa lebih berbeda karena warna-warni yang mencolok sekali, mungkin saja cocok untuk buyers dari luar negeri yang biasanya mencari produk unik,” papar Tri Laksono selaku pemilik dari DOMASINDO, brand yang berasal dari Desa Domas, Gresik, Jawa Timur.

Baca Juga: Doodle Art Bukan Sekedar Seni Abstrak Sembarangan Lho

Produsen mebel pun juga berharap untuk bisa menjajaki kerja sama dengan brand lain di industri hospitality. Salah satunya Veda Sabrina, produsen furnitur dengan akar-akar jati yang memiliki warehouse di Jepara. Karya-karya dari Veda Sabrina juga sudah mencapai tanah Eropa. “Jadi untuk ekspor, main buyers kita ini berasal dari Eropa utamanya Inggris, sebulan bisa mencapai 4-5 kontainer untuk Root Furniture, di sini kita berharap bisa menjajaki peluang masuk ke industri perhotelan di Indonesia,” tutur Erick selaku Manajer Produksi dari Veda Sabrina.
aneka kerajinan tangan karya anak bangsa
Sumber: HOSPITALITY Indonesia 2018
aneka kerajinan tangan anak bangsa
Sumber: HOSPITALITY Indonesia 2018

Menurut Erick, Tri Laksono, dan Suwartini, adanya HOSPITALITY Indonesia 2018 dapat membantu para pembuat kerajinan tangan anak bangsa karena selain menargetkan pasar lokal, para eksibitor juga mendapatkan kesempatan untuk memperluas networking dengan para buyer dari mancanegara. “Dari segi peserta, segi barang, varian barang itu bagus, menarik konsepnya,” tambah Erick. “HOSPITALITY Indonesia 2018 ini pameran yang sangat bagus. Produk-produk yang di pamerkan itu cukup menarik dan tidak kalah dengan produk luar negeri yang lainnya,” pungkas Suwartini.

Untuk informasi lebih detil mengenai HOSPITALITY 2018, silakan mengunjungi laman www.hospitality-indonesia.com.