Reading Time: 4 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
CONTRIBUTORWilliam Vijadhammo Lumintan - Desain Interior UK Petra
mengenal jati belanda
Sumber : William Vijadhammo Lumintan, mahasiswa Desain Interior, Universitas Kristen Petra

Apakah kalian pernah mendengar nama kayu Jati Belanda? Kalau kalian berpikir “mungkin itu kayu jati yang berasal dari Belanda”, maka kalian salah, Sobat! Memang terdengar asing, tapi sadar tidak sadar, kalian pasti pernah lihat kayu ini, lho! Kalau gitu, supaya lebih kenal dekat dan mendalam, yuk kita mulai proses untuk mengenal Jati Belanda dalam ulasan artikel berikut ini!

Mengenal Jati Belanda secara lebih dekat

Proses mengenal Jati Belanda secara lebih dekat, segera kita mulai ya! Jadi Sobat Rooang sadar ga sih, kalau kayu palet yang dipakai sebagai alas di supermarket itu sebenarnya  terbuat dari kayu Jati Belanda?! Lalu kok dinamakan Jati Belanda? Padahal kan bukan berasal dari Belanda?

mengenal jati belanda
Sumber : William Vijadhammo Lumintan, mahasiswa Desain Interior, Universitas Kristen Petra

Jadi Sobat Rooang, kayu palet ini didapat dari alas container bekas kegiatan ekspor impor. Nah, orang-orang zaman dahulu sering menganggap luar negeri adalah Belanda. Makanya diberi nama Jati Belanda, meskipun sebenarnya ada yang berasal dari New Zealand, Jerman, dan juga Jepang.

Ciri khas kayu Jati Belanda

Untuk bisa mengenal jati Belanda secara detail dan mendalam, Sobat juga harus tahu seperti apa ciri-ciri dan karakteristik dari jenis kayu ini. Jati Belanda memiliki karakter yang unik terutama pada serat kayunya. Terdapat beberapa guratan dengan warna yang lebih tua, yang memanjang dari satu sisi ke sisi lainnya. Sekilas terlihat seperti berbuku-buku, tetapi sebenarnya permukaannya sangat halus, kok.

mengenal jati belanda
Sumber : William Vijadhammo Lumintan, mahasiswa Desain Interior, Universitas Kristen Petra

Ciri khas kayu Jati Belanda lainnya adalah warna kayunya yang cerah kekuningan, dengan ukuran yang sangat beragam. Mulai dari panjang 60 – 300cm, lebar 10 – 40cm, dan tebal 2 – 15cm. Ciri terakhir yang tidak kalah mencolok adalah baunya, Sobat! Kalau kalian pernah masuk ke ruang sauna, kalian pasti tidak asing dengan bau kayu ini!

Apa sih keunggulan kayu Jati Belanda

Meskipun namanya Jati Belanda, tapi tidak termasuk dalam jenis kayu jati, lho! Asalnya adalah dari pohon pinus atau yang dikenal orang barat sebagai pinewood. Eits, tapi jangan kecewa dulu, kayu ini tidak kalah hebat jika dibandingkan dengan kayu jati, Sobat! Dari segi harga, kayu ini dijual dengan harga yang cukup murah. Kisarannya antara Rp 10.000 – Rp 150.000 per batang, tergantung ukurannya. Untuk harga yang paling murah saja, kalian sudah bisa mendapatkan kayu berukuran 120 x 10 x 2 cm, lho! Murah kan? Tidak hanya murah, kualitasnya juga bagus dan tahan lama, karena sudah teruji dalam container.

mengenal jati belanda
Sumber : William Vijadhammo Lumintan, mahasiswa Desain Interior, Universitas Kristen Petra

Selain itu, cara pengolahannya pun sangat mudah. Sobat Rooang cukup memberikan finishing warna natural saja, maka serat-serat kayunya akan langsung muncul dan menjadi karakter alami dari Jati Belanda.

Inspirasi Furnitur dari Jati Belanda

Apa saja sih barang-barang yang bisa dibuat dari Jati Belanda? Simak gambar-gambar di bawah ini ya! Mungkin saja salah satunya bisa menjadi inspirasi untuk diterapkan dalam rumah Sobat Rooang sekalian!

mengenal jati belanda
Sumber : Pinterest
mengenal jati belanda
Sumber : bazzi
mengenal jati belanda
Sumber : spirossoulis
mengenal jati belanda
Sumber : biano

Tips Memilih Kayu Jati Belanda yang baik

Kayu Jati Belanda bisa kalian dapatkan dari depo-depo kayu yang menjual kayu palet. Nah, sebelum Sobat Rooang membeli kayu Jati Belanda, simak dulu ya tips-tips berikut ini!

mengenal jati belanda
Sumber : William Vijadhammo Lumintan, mahasiswa Desain Interior, Universitas Kristen Petra
  1. Pilihlah tebal kayu yang sesuai dengan kebutuhan. Jika furnitur yang dibuat harus menahan beban besar, seperti kursi atau kasur, maka perlu kayu yang lebih tebal sebagai rangkanya.
  2. Usia kayu akan mempengaruhi tingkat kekerasan, warna, dan jumlah serat kayu. Semakin tua usia kayu, maka semakin keras kayunya, semakin tua warnanya, dan semakin banyak pula jumlah seratnya.
  3. Jenis seratnya beragam. Ada yang lurus, berbentuk bulatan-bulatan oval, atau campuran dari keduanya. Kayu dengan serat lurus yang banyak, menjadi pilihan orang-orang karena berkesan lebih tegas dan elegan.
  4. Jangan takut jika kalian melihat banyak mata kayu pada kayu ini. Hal itu justru malah menambah keindahan dan keunikan dari kayu tersebut.
  5. Carilah kayu dengan lubang minimal dan mintalah penjual untuk mengecek kembali kayu tersebut, apakah sudah benar-benar bersih dari paku atau tidak.
  6. Jika serat kayu yang kalian pilih bagus tetapi banyak lubangnya, tidak perlu khawatir, lubang tersebut dapat ditutup dengan dempul kayu.

 

1 COMMENT