Reading Time: 4 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
Dietikon_-_Lättenstrasse_Erdhaus_Peter_Vetsch_IMG_6127

Rooang.com | Meskipun manusia purba sudah lama punah, namun ada satu budayanya yang masih diterapkan oleh sebagian orang di dunia, yakni tinggal di gua. Bahkan, ada juga orang-orang yang tinggal di bawah tanah. Rumah-rumah mereka didesain sedemikian rupa sehingga mampu menciptakan kenyamanan penghuninya. Rumah bawah tanah diklaim sebagai rumah yang lebih nyaman karena tidak panas. Berikut beberapa orang di dunia yang memiliki rumah gua atau rumah bawah tanah.

Merle Alix, Michigan

michigan

Merle Alix beserta istri dan seorang anak perempuannya telah menempati rumah bawah tanah sejak tahun 2000. Rumah tersebut dibeli dari seorang kontraktor bernama Jack yang membangun sendiri rumahnya 20 tahun sebelum dibeli oleh Merle sekeluarga. Meskipun lampu harus selalu dinyalakan bahkan pada siang hari, keluarga Alix merasa nyaman tinggal di rumah unik tersebut. Pada musim dingin, mereka bahkan tidak perlu menghidupkan penghangat ruangan. Tanah di sekitar mereka sudah cukup memberikan suhu hangat di dalam rumah. Sayangnya, pemborosan listrik terjadi karena lampu harus menyala sepanjang hari dan malam.

Penduduk Cappadocia, Turki

Cappadocia

Sejak dahulu Cappadocia terkenal dengan rumah gua dan bawah tanahnya. Para penduduk salah satu kota di Iran ini mempertahankan budaya tinggal di gua, bahkan ada juga rumah yang dibangun di bawah tanah sejak ribuan tahun silam. Keunikannya membuat Cappadocia menjadi salah satu tempat wisata terpopuler di Turki. Banyak rumah gua dan bawah tanah yang disewakan, bahkan dijual. Harganya pun relatif murah. Sejumlah investor asing yang melihat peluang tersebut akhirnya mendirikan resort di tempat ini.

Henri Grevellec, Perancis

saumur

Seorang pensiunan guru, Henri Grevellec, memiliki rumah yang telah berusia lebih dari 100 tahun. Rumahnya terletak di daerah Saumur, Perancis. Dahulunya, daerah itu merupakan pertambangan kapur di Perancis. Para pekerja tambang kemudian berinisiatif untuk membangun rumah mereka sendiri di gua-gua yang muncul akibat galian tambang. 6 rumah yang ada kini telah terhubung oleh terowongan/lorong yang dibangun sendiri oleh Grevellec. Tidak hanya rumah yang ada sejak ratusan tahun silam, pintu rumah itu pun kini sudah berusia lebih dari 100 tahun.

Phil dan Helen Reddy, Cumbria

rumah bawah tanah cumbria

Cumbria adalah salah satu kota di Inggris. Di sini, salah satu warganya membangun rumah di bawah tenah bekas tambang di daerah Lembah Eden. Adalah pasangan Phil dan Helen Reddy yang berinisiatif memiliki rumah ramah lingkungan. Dengan bantuan seorang arsitek, John Bodger, rumah tersebut menjadi hunian ramah lingkungan yang memaksimalkan pemanfaatan alam untuk energi pemanas, cahaya, dan listrik.

Curt dan Deborah Sleeper, Missouri

missouri

Sebuah gua di tebing dibuat untuk menyelenggarakan konser dan perlombaan skateboard. Pasangan suami istri Sleeper kemudian membelinya dan menjadikannya tempat tinggal. Dengan dekorasi minimalis dan tidak banyak mengubah dinding dalam gua, jadilah rumah modern dengan sentuhan dinding asli gua—yang bahkan tetap dibiarkan kasar tanpa dihaluskan—dilengkapi berbagai furnitur. Karena tanah dari langit-langit sering berjatuhan dan cukup mengganggu aktivitas, pasangan ini harus memasang atap interior di dalam gua mereka. Sayangnya, beberapa tahun lalu mereka mengalami penyitaan dan rumah ini akhirnya dilelang melalui situs eBay dengan nominal minimal 300.000 dolar Amerika. Anda berminat membelinya?

Gary Neville, Bolton

a98085_british

Pesepakbola asal Britania Raya, Gary Neville, mengklaim bahwa rumahnya adalah model rumah ramah lingkungan di masa depan. Rumah ini dibangun di bawah tanah di daerah Bolton, Inggris. Jika melihat modelnya, mungkin Anda akan teringat pada rumah Teletubbies. Rumah ini beratap tanah berumput. Tipografinya pun sangat cantik, terlihat seperti bunga jika dilihat dari atas. Dengan bantuan Makes Architects, rumah ini memanfaatkan konstruksi tradisional, panas geotermal, dan panel surya. Rumah ini juga dinyatakan sebagai satu-satunya rumah bebas karbon dan paling ramah lingkungan. Tentu saja, untuk membuat rumah seperti ini Anda haruslah orang super kaya dan terkenal.

Christian Muller, Vals

vals

Rumah bawah tanah juga terdapat di salah satu desa di Swiss, Desa Vals. Rumah ini dirancang oleh seorang arsitek bernama Christian Muller. Rumah ini nyaris tidak terdeteksi dan tidak terlihat dari jauh. Dengan membangun rumah di bawah tanah, sumber energi panas bisa didapatkan dari energi geotermal yang terkandung dalam tanah. Desa Vals sendiri terkenal akan sumber air hangatnya. Sang Arsitek lalu memiliki ide untuk membuat rumah yang bisa dekat dengan pemandian tersebut tanpa mengganggu saluran sumber air hangat. Sayangnya, rumah ini ditentang izinnya oleh pemerintah karena pemilihan tempatnya sangat sensitif dan terlalu berdekatan.

Made Byasa, Bali

bali

Rumah bawah tanah juga pernah dibuat oleh seorang warga Indonesia. Made Byasa, dalang sekaligus pertapa Hindu yang taat, membuat sebuah rumah di bawah tanah hanya dengan palu, alat pahat, dan intuisi yang memandunya. Rumah bawah tanah yang oleh masyarakat setempat biasa disebut Gala-gala tersebut dibangun selama 15 tahun dan dijadikan tempat bertapa sampai tahun 1984, ketika Made Byasa wafat. Sejak sang empunya meninggal, rumah bawah tanah ini kemudian dijadikan objek wisata.

Masih banyak rumah bawah tanah dan gua yang ada di dunia ini. Sebagian dijadikan sebagai tempat tinggal, sementara yang lainnya hanya digunakan untuk menyimpan barang, seperti hasil bumi dan persediaan makanan. Seperti yang telah disebutkan di atas, rumah bawah tanah memiliki energi pelindung alami yang bisa menjaga suhu ruangan sesuai dengan cuaca. Jika Anda berminat memiliki rumah bawah tanah, ada baiknya segera menghubungi arsitek ahli untuk merancang rumah spesial tersebut.

4 COMMENTS