Reading Time: 3 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
Rumah-Pintar-Cikini-9

Rooang.com | Menghadapi permasalahan permukiman yang mulai padat, Ir. Evawani Ellisa, M.Eng., Ph.D, Dosen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia, menggagas solusi rumah tinggal yang disebut Megacity Skeleton.

Konsep Megacity Skeleton tersebut bertujuan meningkatkan kualitas hidup dan keasrian lingkungan di wilayah padat penduduk. Dari 356 proyek yang diajukan dari seluruh dunia, Megacity Skeleton berhasil masuk dalam nominasi kategori Urban Developments and Initiatives dalam ajang Zumtobel Group Awards. Ajang ini adalah penghargaan yang diprakarsai oleh The Zumtobel Group, salah satu perusahaan tata cahaya terkemuka di Eropa. Dalam delapan tahun terakhir, Zumtobel telah memberikan penghargaan sebanyak empat kali. Tahun ini terdapat tiga kategori yang dilombakan, yaitu Buildings, Urban Development and Initiatives, dan Applied Innovations. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan di London pada 22 September 2014 mendatang.

Metode desain Megacity Skeleton yang ditawarkan Evawani Ellisa adalah konsep pembuatan void atau celah kosong di bagian belakang rumah. Celah tersebut dibuat agar bagian dalam rumah dapat memperoleh sinar matahari yang cukup tanpa kehilangan view keakraban kampung.

Rumah Pintar Cikini 6

Rumah Pintar Cikini 7

Rumah Pintar Cikini 8

Bagi area pemukiman padat penduduk, sinar matahari adalah sesuatu yang tak mudah didapat. Banyaknya rumah bertingkat tidak menyisakan jalan masuk cahaya antara setiap bangunan. Dengan menggunakan void pada setiap rumah, bagian interior akan mendapatkan lebih banyak cahaya matahari tanpa kehilangan atmosfer dari pemukiman. Penciptaan ruang selebar 500 mm, atau setengah meter, ternyata dapat memberi efek penting bagi wilayah di dekat garis katulistiwa, seperti kota Jakarta. Gagasan yang tampak sederhana tersebut ternyata membawa perubahan signifikan terhadap kualitas hidup penggunanya.

Sebelumnya, pada 2013 Evawani bersama dengan Departemen Arsitektur FTUI berkolaborasi dengan The Research Institute for Humanity and Nature (RIHN) Chiba University Jepang, membangun Rumah Pintar di Kampung Cikini, Jakarta.

Rumah Pintar yang terdiri atas dua lantai tersebut dibangun dengan luas 12 meter persegi. Pada saat pembangunan, masyarakat pun turut terlibat. Karena menggunakan lahan bekas kebakaran, maka proyek ini dinamai After Fire Project.

Rumah Pintar dirancang multifungsi dan dapat digunakan sebagai fasilitas publik untuk warga di sekitar kawasan tersebut. Atas kesepakatan bersama warga, Rumah Pintar dapat dijadikan ruang belajar anak-anak dan perpustakaan. Dinding dirancang sebagai pembatas sekaligus dapat digunakan sebagai papan tulis. Selain itu, Rumah Pintar juga dapat difungsikan sebagai sekretariat RT dan RW.

Rumah Pintar Cikini 5

Rumah Pintar Cikini 4

Rumah Pintar Cikini 3

Proyek ini selanjutnya menjadi embrio bagi penemuan rancangan Megacity Skeleton. Komponen desain arsitektur bangunan ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu skeleton permanen dan lapisan fleksibel. Skeleton permanen merupakan bagian kokoh yang memastikan kebutuhan dasar pemukiman seperti cahaya matahari atau ventilasi. Sementara lapisan fleksibel merupakan bagian fleksibel yang dapat diganti sesuai keinginan pengguna. Melalui metode ini, para peneliti yakin dapat menciptakan ruang perkotaan yang tahan lama, demi keberlangsungan kehidupan dan masyarakat.

Rumah Pintar Cikini 2

Sumber dokumentasi: Leonard Kawun & Itchcreature