Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
Shabby-Chic-07-1-Kind-Design

Rooang.com | Bosan dengan gaya dekorasi rumah yang itu-itu saja? Saatnya Anda bereksperimen untuk mencoba gaya lusuh nan cantik, shabby chic.

Shabby chic adalah gaya dekorasi interior yang sedang banyak digandrungi, terutama oleh kaum wanita muda. Gaya ini menekankan pada penampilan perabot dan furnitur yang terlihat lusuh dan terkesan unfinished yang hadir dengan warna-warna pastel yang kusam. Tujuannya untuk memperlihatkan interior yang terasa antik dan kuno, namun di sisi lain juga terasa manis, lembut dan elegan. Shabby chic juga dikenal dengan nama lain BoHo, atau bohemian style.

Istilah shabby chic pertama kali muncul pads majalah The World of Interiors pada tahun 1980. Lantas menjadi sangat populer di Amerika pada dekade 90-an terutama di kota-kota besar wilayah Pantai Barat, seperti Los Angeles dan San Fransisco yang nuansa interiornya memang banyak dipengaruhi oleh kultur mediteranian seperti kota Provence dan Tuscany. Di mana warna yang lembut dan cat aus pada perabotan menimbulkan imaji tentang laut yang teduh dan kapal-kapal tua yang bersandar di pelabuhan.

Shabby-Chic-10

Namun sebetulnya gaya shabby chic tidak lahir di Amerika. Gaya tersebut justru dimulai di Inggris. Desain ini terinspirasi dari bangunan-bangunan tua yang ada di pedesaan yang banyak menggunakan chintz, kain tenun katun bermotif floral, sebagai penutup sofa dan gorden. Awalnya shabby chic muncul sebagai lawan dari gaya Pop-Victorian yang sempat marak.

Sebetulnya, jika ingin melihat jauh ke belakang, gaya ini mendapatkan pengaruh dari banyak aliran dekoratif, terutama dari gaya lukisan dekorasi Swedia abad 18, hunian chateau di pedesaan Perancis, hingga kepercayaan para penganut ajaran Shakers di Amerika yang menekankan kesederhanaan.

Karena alasan kesederhanaan itu juga, pola warna shabby chic tak bisa lepas dari penggunaan warna-warna pastel yang lembut. Sebut saja biru langit, merah muda, beige, turquoise atau putih gading.

Shabby-Chic-7

Shabby-Chic-8

Kesan unfinished dapat muncul pada ruangan karena aplikasi warna-warna yang tidak merata pada dinding maupun furnitur. Selain memang karena umurnya yang tua, bisa jadi furnitur tersebut diolah untuk menjadi tampak ‘lebih tua’ dengan cara mengamplas permukaan cat, untuk mengikis bagian permukaan yang terasa mengilap.

Gaya dekorasi shabby chic menuntut background warna dinding yang sederhana dan cerah. Contohnya, tampilan dinding bata ekspos atau panel papan kayu yang dicat putih sehingga menimbulkan kesan unfinished. Atau bisa juga menggunakan warna-warna seperti hijau mint, krem, dan putih gading adalah pilihan yang tepat untuk warna dinding bagi rumah yang menerapkan gaya shabby chic.

Shabby-Chic-11

Shabby-Chic-2