Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
Shabby-Chic-11

Rooang.com | Salah satu ciri khas dari penataan interior bergaya shabby chic adalah kehadiran furnitur antik seperti credenza, vas bunga, frame kaca, kain, atau benda-benda seni lainnya. Biasanya furnitur berbahan kayu akan dicat putih, lalu mulai diamplas agar permukaanya tidak terlalu mengilap, memberikan kesan vintage dan berumur.

Selain kayu, material fabric juga menjadi elemen utama dalam penataan interior ala shabby chic. Kain yang digunakan adalah kain yang memiliki motif dan warna pastel. Umumnya bermotif floral. Anda dapat mengaplikasikan material kain pada tempat tidur, meja makan, headboard, padded wall, hingga upholstery kursi. Namun satu hal yang perlu diingat, gaya shabby chic tidak banyak mengeksplorasi warna dan kontras yang tinggi, melainkan cenderung bermain pada ruang monokrom yang aman.

Berikut adalah beberapa elemen interior yang bisa Anda tambahkan untuk mempertegas kesan shabby chic di rumah Anda.

Shabby-Chic-3

Shabby-Chic-10

Warna Pastel
Pilihlah cat tembok berwarna pastel yang lembut seperti hijau mint, krem, dan putih gading. Warna-warna ini dapat diaplikasikan secara tidak merata pada panel dinding maupun furnitur pengisi ruangan, sehingga muncul kesan unfinished.

Berikut tips memilih padu padan warna untuk ruangan shabby chic. Pilih warna utama dan seimbangkan dengan warna komplementernya. Misalnya, jika biru muda menjadi warna utama, harmonikan warna ruang dengan menambahkan abu-abu muda (broken grey) dan sedikit putih. Anda dapat memberi warna utama pada furnitur kemudian berikan lapisan bertekstur atau motif dengan warna komplementer di atasnya. Selain putih dan pastel, model pewarnaan usang (worn), bleach out dan luntur (faded) pun sering diasosiasikan dengan shabby chic.

Shabby-Chic-12

Shabby-Chic-13

Katun Bermotif
Salah satu elemen paling dominan dalam interior shabby chic adalah kain bermotif floral. Pengaruh ini datang dari Inggris, dimana banyak rumah yang menggunakan chintz, kain tenun katun bermotif floral, sebagai penutup sofa dan gorden. Saat ini, banyak sekali ditemui kain print dengan berbagai macam motif. Maka penggunaan kain pun meluas tidak hanya di menjadi cushion dan gorden saja, namun juga bisa hadir sebagai sapu tangan di meja makan, padded wall, hingga pelapis kotak perhiasan.

Shabby-Chic-16

Shabby-Chic-15

Furnitur Putih
Jika dinding, lantai, dan aksesori sudah menggunakan berbagai paduan warna pastel beragam, maka Anda memerlukan aspek yang bisa membuat netral interior ini. Elemen paling dominan pada sebuah interior adalah furnitur. Maka, gunakan furnitur berwarna putih agar padanan warna tak menjadi terlalu ramai. Anda bisa memulai untuk mencari credenza dan meletakannya di ujung ruang keluarga.

Alice-Teaset-(3)

Aksesoris Antik

Nuansa vintage adalah salah satu suasanya yang coba dibangun dalam dekorasi shabby chic. Maka dibutuhkan elemen-elemen pendukung seperti aksesoris yang pernak-pernik antik untuk memunculkan nuansa tersebut. Salah satu yang paling mudah adalah tea set bermotif floral peninggalan nenek atau Anda bisa berburu aksesoris di Jalan Surabaya, Jakarta; Pasar Triwindu, Solo; atau Ubud.

Menempatkan oldies items dalam ruangan tidak lantas membuat gaya shabby chic menjadi terlihat klasik. Justru gaya ini bisa memberikan suasana tersendiri yang membuat warna ruangan terlihat cerah. Misalnya berbagai macam frame unik untuk membingkai foto atau cermin.