Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
chris-malissa.jpg.0x545_q100_crop-scale

Rooang.com | Saat ini, tidak bisa dimungkiri ketersediaan lahan untuk membangun menjadi sangat terbatas karena pembangunan yang terus berjalan. Dampaknya, pembangunan vertikal menjamur hampir di setiap kota. Apalagi saat kebutuhan hunian meningkat dibarengi dengan ledakan jumlah penduduk yang tak mungkin dihindari.

Karena itu, pasangan Christopher Tack, fotografer profesional dan Malissa Tack, seniman 3D dan desainer grafis, membangun rumah mungil impian mereka di lahan terbatas. Rumah ini bukan sekedar rumah tapi salah satu wujud kemampuan mereka sebagai desainer, builders, 3D modeler, fotografer dan tiny home entrepreneurs. Mereka mendirikan rumah tanpa bantuan tukang, kecuali bagian atapnya. Uniknya, rumah mungil ini bisa berpindah lokasi karena memang rumah ini dibangun dengan konsep berpindah. Jadi, pemilik rumah cukup menyewa lahan sesuai dengan kebutuhan mereka di Snohomish, Washington.

tack-desk.jpg.0x545_q100_crop-scale

Sebelum membangun, Malissa membuat model tiga dimensi terlebih dahulu sesuai dengan ukuran, material yang dipakai dan kebutuhan ruangn hingga detilnya. Material utama rumah ini adalah kayu dengan finishing natural. Ruang yang ada di dalam rumah hanya ruang-ruang utama seperti kamar tidur, kamar mandi, living room yang merangkap ruang kerja dan ruang tamu serta dapur mungil.

tack-kitchen.jpg.0x545_q100_crop-scale

Dapur mini mereka didesain secara terbuka dengan dua jendela besar. Kebutuhan air mereka didukung oleh 40 galon tangki air dengan sistem pembuangan yang sudah diatur agar ramah lingkungan. Dapur dan kamar mandi mereka berada di ujung rumah dibawah kamar tidur mereka yang berkonsep mezanin. Bak mandi mereka berasal dari barrel wine bekas. Peletakannya juga tidak terlihat langsung dari ruang lain. Ruang keluarga dibuat tanpa partisi dengan atap tinggi. Mejanya dibuat sistem folding di bawa layar TV agar ruangan lebih fleksibel digunakan.

tack-bathroom.jpg.0x545_q100_crop-scale

tack-living.jpg.0x545_q100_crop-scale

Jendela ruangan sengaja dibuat berseberangan di masing-masing sisi dinding rumah agar terjadi cross ventilation. Meskipun rumah ini kecil, namun segalanya seperti sudah terpenuhi. Ruang untuk bekerja, lemari-lemari penyimpanan, ruang istirahat dan ruang servis.

Saat bosan makan di dalam rumah, pemilik rumah bisa melakukan dinner di luar rumah dengan view taman dan menggunakan meja serta kursi portable mereka. Rumah mungil yang bisa berpindah tempat ini mulai dikomersilkan oleh Chris dan Melissa untuk diproduksi lebih banyak.

tack-exterior-2.jpg.0x545_q100_crop-scale

 

Sumber: www.treehugger.com