Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
Decorintex-Seminar-Desain-Kafe-Ara-Studi-1

Rooang.com | Beberapa tahun terakhir, bisnis kedai kopi di Surabaya tumbuh sangat pesat. Dalam tahun 2014 saja, sudah ada beberapa kafe baru yang didirikan. Ada yang membuka gerai di dalam mall, ada juga yang stand alone, berdiri sendiri sebagai sebuah kafe di tepi jalan.

Menurut Tjahjono Haryono, ketua Asosiasi Pengusaha Kafe Dan Resto Indonesia (APKRINDO) Jawa Timur, pertumbuhan ini dipicu oleh semakin besarnya kebutuhan masyarakat akan tempat-tempat informal yang bisa digunakan untuk bersosialisasi. Tren permintaan pasar bisnis ini mengalami pergeseran gaya hidup. Mulai dari yang hanya sekedar makan, menjadi datang untuk makan dan bersosialisasi.

Melihat pergeseran tersebut, maka saat ini dibutuhkan strategi yang lebih luas bagi para pelaku bisnis coffee shop. Tidak hanya harus mampu menyajikan secangkir kopi yang nikmat, tapi juga harus jeli dalam menyajikan konsep yang menjawab kebutuhan pelanggan. Salah satunya adalah desain interior dalam sebuah kafe.

Wacana ini menjadi bahan diskusi yang menyenangkan dalam acara Seminar Coffee Shop Interior Design pada Jumat (15/8) yang lalu di Grand City, Surabaya. Seminar yang merupakan rangkaian acara Decorintex 2014 ini menghadirkan dua pembicara, yaitu Hermawan Dasmanto (ARA Studio) dan Stephanie Tatimu, salah satu pemilik Historica Cafe. Sonny Sandjaya, direktur dari penerbitan IMAJI Books, menjadi moderator yang mengarahkan diskusi.

Decorintex - Seminar Desain Kafe - Ara Studi 3

Hermawan Dasmanto, atau yang akrab disapa Iwan, mengatakan bahwa salah satu aspek terpenting dalam merencanakan tata ruang sebuah kafe adalah efektifitas kerja dan efisiensi waktu. “Dalam bisnis kafe, kita menghitung kecepatan kerja (serving time),” ujar Iwan,”Jika perencanaannya salah, maka dapat menyebabkan pemborosan waktu.” Selain itu, diperlukan juga perhitungan ruang terhadap flow kerja para pegawai, penempatan inventori, hingga pengaturan waste.

Iwan memberi saran bagi setiap arsitek atau desainer interior yang akan merencanakan sebuah coffee shop, untuk menggandeng konsultan bisnis F&B yang akan memberikan berbagai pertimbangan dan masukan pada rancangan yang dibuat.

Aspek lain yang tak kalah penting, menurut Iwan adalah survey perilaku konsumen. Langkah ini dangat diperlukan sebelum melakukan proses desain. Dengan mengamati perilaku konsumen, desainer dapat memetakan kebutuhan konsumen dan mengaplikasikannya dalam rancangan. “Sebelum memulai proses desain, saya dan Stephanie banyak mengunjungi berbagai coffee shop di Jakarta untuk mengetahui kebutuhan konsumen,” ujar Iwan.

Ia melihat, ada perbedaan yang menonjol anatara konsumen Jakarta dan Surabaya. “Di Jakarta, saya melihat banyak kafe yang menawarkan meja kecil dan bar stool untuk orang-orang yang ingin bekerja di kafe, tapi konsep itu tidak berhasil diterapkan di Surabaya,” ujar Iwan. Konsumen di Surabaya lebih suka dengan set furnitur yang bisa dijadikan tempat mengobrol bersama. “Perbedaan karakter konsumen di tiap kota mempengaruhi desain yang dibuat,” ujar Iwan.

Interior Historica Cafe

Untuk mengerjakan desain kompleks Society Complex (termasuk Historica di dalamnya), Iwan mengatakan hanya diberi waktu tiga bulan pengerjaan. Mulai dari perencanaan hingga terbangun. “Kami pun kerja cepat, sambil merancang, pembangunan juga jalan secara pararel,” ujar Iwan. Ia mengatakan bahwa kerja seorang arsitek justru dimulai saat pembangunan berjalan. Karena gambar kerja selalu membutuhkan penyesuaian dengan kondisi fisik di lapangan. “Maka selama proses pembangunan saya sering berada di lapangan untuk melakukan koreksi dari rancangan di atas kertas,” kata Iwan.

Decorintex - Seminar Desain Kafe - Ara Studi 2

Stephanie sendiri mengatakan sangat puas dengan hasil yang dicapai ARA Studio. Apalagi, para pengunjung gencar melakukan promo melalui akun sosial media masing-masing. Salah satunya adalah Abdul Azis, seorang penggiat food photography yang senang membagikan karyanya melalui Instagram. Ia mengaku bahwa Historica adalah salah satu kafe di Surabaya yang paling menarik untuk difoto. “Jatuhnya cahaya dan nuansa interior Historica sangat cantik, terkesan rustic dan unfinished, apalagi beberapa elemen furnitur bernuansa industrial yang jarang ditemui di kedai kopi lain di Surabaya,” ujar Azis.

Sampai hari ini, Stephanie mengaku bahwa promosi word of mouth yang dilakukan para pengunjung memberikan andil besar sehingga Historica dikenal secara luas. “Historica menjadi terkenal berkat Instagram,” ujar Stephanie, “Maka sepertinya penting bagi pemilik coffee shop hari ini untuk merancang interior ruangan kafe yang instagram-able.”

1 COMMENT