Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
House-NA-Fujimoto-2901

Rooang.com | Arus urbanisasi yang semakin meningkat dari tahun ke tahun menjadikan kota-kota besar semakin padat penduduk. Selain karena tersedianya kebutuhan pokok yang dapat dijangkau dengan mudah, lapangan pekerjaan yang menjanjikan pun menjadi magnet bagi pendatang. Permasalahan hunian pun tak terhindarkan. Sou Fujimoto Architects, firma arsitektur ternama di Jepang, mewujudkan idenya mengenai rumah urban yang menarik dan memenuhi keinginan klien. Meski dengan lahan terbatas, House NA tetap tampil menarik di kawasan permukiman Tokyo, Jepang.

House NA adalah kreasi Sou Fujimoto untuk sebuah keluarga di Tokyo. Konsep utama dari House NA adalah “privasi dan tranparansi yang harmonis”. Demi memaksimalkan flow pergerakan dan aktivitas, arsitek mengambil unsur-unsur pada Pohon, baik secara metafora maupun fisikal. Sehingga pada lahan berukuran 592 m2, dapat memiliki luas bangunan sebesar 914 m2 .

House-NA-Fujimoto-2798

House-NA-Fujimoto-2890

Dari kejauhan, House NA tampak seperti tumpukan kotak transparan dengan rangka scaffolding. Terdapat sejumlah 21 area, dengan luas per area 21-81 m2, dihubungkan dengan berbagai macam tangga. Baik tangga yang permanen, maupun yang dapat dimanfaatkan sebagai furnitur. Keinginan klien untuk hidup seperti nomaden, diwujudkan dengan menghilangkan dinding-dinding solid pada umumnya, sehingga House NA dirancang untuk dapat melakukan aktivitas apapun dimanapun.

House-NA-Fujimoto-9109

House-NA-Fujimoto-2760

Dengan rangka utama adalah pilar-pilar kecil  berwarna putih, dinding bangunan mengaplikasikan material kaca yang tidak membatasi view. Yang kemudian pada waktu-waktu tertentu, penggunaan curtain menjadi alat yang memberikan privasi bagi penghuni. Sou Fujimoto menyatakan, “Poin menarik dari pohon adalah tidak terisolasinya ruang, sehingga terjadi keunikan pada koneksi antar ruangnya. Untuk mendengar suara dari ujung, maupun di lantai atas, melompat dari cabang ke cabang, sehingga interaksi dari cabang ke cabang dapat terjadi, menghilangkan batas bagi keluarga penghuni. Ini adalah beberapa kekayaan momen yang terjadi pada intrik spasial pada hunian ini.”

House-NA-Fujimoto-2921

House-NA-Fujimoto-3125

House-NA-Fujimoto-3237

Interaksi maksimal pada bangunan tidak hanya terjadi antar penghuni. Kotak-kotak area hunian disusun dengan skala furnitur, sehingga dengan konsep transparansi maksimal, seolah hubungan antar manusia, furnitur, alam, dan kota saling terikat satu sama lain melalui rancangan House NA. Konsep unik yang menjawab permasalahan lahan dan kebutuhan penghuni seperti ini sangat menarik untuk objek eksplorasi, terutama untuk arsitek-arsitek di kota besar di Indonesia.

House-NA-Fujimoto-2977

House-NA-Fujimoto-9269

House-NA-Fujimoto-2946

Sumber dokumentasi Iwan Baan © www.iwan.com