Reading Time: 4 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
6.-Detail-Fasad1

Rooang.com | Arsitek kenamaan Surabaya, Andy Rahman, kembali menorehkan jejaknya. Pembangunan sebuah rumah kos di daerah Keputih menjadi perbincangan hangat kalangan arsitek dan mahasiswa. 30 Agustus lalu, redaksi mendapatkan kesempatan untuk menghadiri Open House Rumah Kost Keputih tersebut, dalam serangkaian acara “Just Talk Only 2.1” oleh Demaya. Selain diskusi mengenai karya-karya arsitek Surabaya, pada acara Just Talk Only kali ini secara eksklusif membedah karya sekaligus merasakan atmosfer ruang dari karya Rumah Kost oleh Andy Rahman.

Dibalik wajah cantik Rumah Kost Keputih, banyak cerita dalam proses pembangunannya. Site yang berada di posisi hook, bersebelahan dengan rumah pemiliknya menjadi penyokong proses desain yang menyertakan konsep “gabung”. Rumah pemilik, sebelumnya telah didesain oleh arsitek lain, memiliki tampilan geometris dan bernuansa batu dan kaca. Sehingga Andy Rahman menyimpulkan untuk menampilkan “Unity in Duality”, atau kesatuan dalam dualitas. Yang secara indah nampak pada Rumah Kost Keputih dan Rumah Pemilik.

5. Eksterior Keseluruhan Plus Rumah Lama (1)

Konsep “Unity in Duality” terlihat dari pengulangan bentukan geometris, dan memanfaatkan warna aksen ungu pada bouvenleigh. Rumah Kost Keputih dihiasi dengan panel roster yang memberikan kesan ornamentasi pada wajah bangunan, dan penggunaan cladding beton precast pada tampilan luarnya. Kesan unfinished atau tidak dipoles pada wajah bangunan seolah memberikan wajah yang maskulin, dan penambahan aksen bouvenleigh berwarana ungu dan putih memberikan irama keseimbangan dengan bangunan pemilik.

21. Lokasi Site

22. Fungsi Ruang

23. Konsep Bentuk

24. Konsep Bentuk

25. Konsep Material

Selain itu, konsep “Unity in Duality” pun terpancar dari ide Andy Rahman pada custom material yang ditampilkan pada bangunan. Dari fasad, penggunaan beton precast, plat besi, dan material substitusi kayu tak berpoles, dibalik dengan polesan warna putih bersih pada bagian interior. Penggunaan kaca dan metal pada interior pun, seolah membalik wajah luar dengan wajah dalam. Menjadikan rumah kost ini seperti si cantik yang introvert.

14. Tangga ke Kamar Kos Lantai 2

18. Kamar Kos

Namun dalam proses pembangunannya banyak hambatan-hambatan yang menjadikan kisahnya patut diceritakan. Pertama, adalah mengenai Garis Sempadan Bangunan (GSB). Sebelumnya, site memiliki bangunan existing yang sisi timurnya menerobos GSB. Sehingga pada pengembangannya sisi timur tetap melanggar GSB. Selain itu, pemanfaatan space lantai dua akan menurun 50% apabila dikembalikan sesuai ukuran garis sempadannya.

Kemudian pada eksekusi custom material, keinginan Andy Rahman dalam “mengiyakan” keinginan klien begitu besar. Seperti ketika klien menginginkan ruang tamu dengan banyak bukaan, namun ingin privasinya terjaga. Andy Rahman menjawabnya dengan roster manis yang menutup teras di depan ruang tamu, sehingga ruang tamu dapat terbuka dengan lebar. Dalam pembuatannya, roster tersebut mengalami berbagai test, dari penggunaan berbagai macam material, hingga akhirnya menggunakan plat besi untuk mengejar ketipisan roster. Tak banyak produsen plat yang menolak pembuatannya. Hingga akhirnya pembuatan dilaksanakan di workshop. Beserta produksi cladding beton yang masih sangat jarang di Indonesia. Sehingga produksi beberapa material dilaksanakan secara mandiri oleh Andy Rahman dan tim.

7. Detail Fasad

6. Detail Fasad

Pada kesempatan “Just Talk Only” tersebut, kritik menarik disampaikan oleh Anas Hidayat. “Kalau tidak ingin menampilkan sisi minimalis, ini bisa dibilang superminimalis di era supermodern.” Anas menyampaikan. Ia mengutarakan kritiknya, bahwa dari luar, tanpa menelaah, Rumah Kost Keputih akan terlihat seolah sebagai rumah minimalis, namun ada beberapa faedah yang ia tampilkan disamping minimalisnya.

Pertama adanya, multifacade, bangunan dengan banyak wajah. Penyeimbangan wajah bangunan kost dengan pemilik, memberikan dua wajah yang berbeda namun sama, ditambah dengan wajah sisi timur yang dapat diolah lebih lanjut dapat memberikan 3 wajah sekaligus dalam satu arsitektur.

Kedua, dengan sebuah identitas. Dengan arsitek yang memenuhi keinginan klien, secara tidak langsung arsitektur dapat memancarkan identitas klien. Selain tipikal mode interior yang bersih, ternyata warna ungu pada aksen adalah warna favorit klien. Sehingga pancaran identitas pada arsitektur ini menjadikannya bukan sekedar minimalis.

Ketiga, adanya ornamentasi. Dapat dirasakan ornamentasi seperti teater salihara pada bagian roster, dan adanya pengulangan pada bagian lantai dua. Sehingga pola ornamentasi ini yang meniadakan rasa minimalis pada Rumah Kost Keputih.

Ketiga hal ini yang menjadi tonggak identitas “superminimalis” pada arsitektur Andy Rahman di Rumah Kost Keputih.

28. Maket Studi

27. Maket Studi

Pada akhirnya, kita dapat menarik kesimpulan dari bedah karya Andy Rahman lalu. Dibalik karya terbangun, tersimpan konsep dan gambaran identifikasi arsitektur oleh sang arsitek, disesuaikan dengan konteks tipologi bangunan. Yang kemudian diterjemahkan melalui proses dan eksekusi desain. Pada siklus tersebut, Andy Rahman, bergelut dengan halang rintang, berhasil meninggalkan jejaknya sekali lagi dalam arsitektur, melalui Rumah Kost Keputih.

Dokumentasi: Andy Rahman Architect

1 COMMENT