Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
69997f4a8d53586ff6f637c6e4628aaa

Rooang.com | Hadirnya miniatur arsitektur dalam bentuk maket model menjadi hal yang lumrah bagi para arsitek. Untuk menggabungkan hal yang konvensional tersebut, kini hadir inovasi untuk menghadirkan “Edible Architecture“.

Seperti Akihiro Mizuuchi, seorang desainer berkebangsaan Jepang, mengeluarkan produk terbarunya: Chocolate LEGOs. Meski berbahan dasar cokelat, LEGO ini tetap berfungsi sebagaimana mestinya sebagai balok-balok yang dapat disusun, disatukan, untuk membentuk sebuah bangunan tanpa perekat. Edible LOGO series ini menjadi menarik, sebagai bentuk perbaikan dari edisi Gingerbread House yang masih memerlukan perekat. Mizuuchi membuat balok-balok Edible LEGO pada Valentine’s Day, melalui press release, menyatakan edisi ini belum hadir di pasar umum. Proses produksi. Proses produksinya sederhana seperti pembuatan kue pada umumnya.

6693ee66afa4e6bf53df8b4a1ed9ddcd

f3e1ef2f53cb1475efc1e90d03576756

Selain itu, banyak arsitektur yang ditemui dalam perayaan-perayaan sebagai kue ulang tahun maupun kue perayaan. Seperti karya Arsitektur yang ternama berikut:

1. The White House Cake

e3e64084cac27c46ee9cbc74cf4658cd

2. The Guggenheim Cakeb8b65bc8d8d40073bd58887dc95d320f3.  The Villa Savoye Cake69997f4a8d53586ff6f637c6e4628aaa4. The Sydney Opera House Cake750e5a5976c26d6b5e91480312e951bf[Sumber Dokumen: Architizer]

 

 

 

1 COMMENT