Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
Vo-Trong-Ngia

Rooang.com | Dalam perkembangan bambu sebagai material yang semakin semarak dibicarakan di dunia arsitektur, nama Vo Trong Nghia perlahan muncul di permukaan. Arsitek Vietnam ini memulai langkahnya di dunia arsitektur dengan firma arsitekturnya, Vo Trong Nghia Architects.

Vo Trong Nghia Architects berdiri pada tahun 2006, berpusat di Ho Chi Minh dan Hanoi. Firma yang mengantongi berbagai award internasional memiliki visi yang mengangkat identitas regional dalam arsitekturnya. “For a modern architects, the most important mission is to bring back green spaces to the earth.” Sebuah prinsip filosofis yang memutarbalikkan kenyataan bahwa di masa modern, arsiteklah yang berperan besar dalam menghilangkan green spaces.

LB_17_VTN

Paham yang dijalankan Nghia dan tim didasari atas keinginannya mewarnai project dengan identitas arsitektur Asia. Dikombinasikan dengan eksperimen terhadap elemen dasar seperti cahaya, angin, dan air, serta penggunaan elemen natural dan material lokal, membangkitkan definisi “green architecture” pribadi menurut Nghia. “Green architecture helps people live harmoniously with nature, If the current way of thinking does not change, sooner or later citizens will actually live in concrete jungles.”

Dalam konteks perkembangan populasi di Vietnam, Nghia mengembangkan project pada basis open spaces, mewarnai beton, kaca, dan metal dengan elemen-elemen hijau, sehingga mampu mendominasi cityscape melalui skala mikro secara perlahan. Penekanan elemen hijau tidak hanya pada tanaman dan pohon, namun juga melalui prinsip desain seperti air flow conditioning, dan low cost design execution.

dezeen_Low-Cost-House-by-Vo-Trong-Nghia_8

dezeen_Low-Cost-House-by-Vo-Trong-Nghia_7

Setelah menempuh kuliah di Universitas Tokyo, Nghia membawa teman-teman semasa kuliahnya untuk mengembangkan arsitektur berbasis green dan identitas lokal. Bersama Takashi Niwa, Masaaki Iwamoto, dan Kosuke Nishijima, ia mengembangkan Vo Trong Nghia Architects, hingga mampu menerapkan prinsip arsitekturnya pada project-project yang diperoleh.

Kemenangan Vo Trong Nghia terakhir diperoleh dari Arcasia Award pada Resort Category. Kemenangan ini diperoleh pada project Dailai Bamboo Complex.  Bangunan ini terdiri dari dua bangunan dengan struktur bambu; Bamboo Wing Restaurant dan Dailai Conference Hall, yang memiliki karakter yang berbeda. Kedua bangunan ini terletak di area masuk Flamingo Dailai Resort yang terletak di hutan yang menawan diantara Danau Dailai yang dikelilingi pegunungan, 50 km dari Hanoi.

bamboo wing

dailai conference hall

Serta yang marak dibicarakan, project House of Trees. Merespon isu urbanisasi, kota-kota di Vietnam telah berubah menjadi kota yang karakternya terlepas jauh dari akarnya sebagai hutan tropis. Di kota Ho Chi Minh misalnya, hanya 0.25% area kota yang dilingkupi ruang hijau. “House for Trees”, sebagau purwarupa hunian dengan dana terbatas, sebagai effort  merubah keadaan kota yang membahayakan.

house for trees

Vo Trong Nghia pun berpartisipasi dalam Expo Milan 2015 melalui Vietnamese Pavilion dengan tema “feeding the planet, energy for life.” Meneliti peningkatan populasi global, dan usaha meningkatkan kualitas lingkungan. Dengan struktur bambu temporal, mengikuti bentukan lotus sebagai bunga nasional Vietnam, sebagai simbol optimisme masa depan Vietnam.

From the beginning I always wanted to follow green architecture, but the founding of my company was very difficult because my designs were so different to what people were familiar with … For a modern architect, the most important mission is to bring back green spaces to the earth.