Reading Time: 4 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
rumah-arsitek

Rooang.com | Kalau berbicara tentang rumah siapa yang paling bagus, mungkin Anda akan menyebutkan sederet nama pengusaha, politikus, dan bintang film. Tahukah Anda, berdasarkan pengamatan, hanya para arsitek dan interior designer saja yang bisa memiliki rumah dengan ‘rasa’ dan keindahan yang khas. Tidak sekadar bagus, rumah mereka juga sangat nyaman, unik, berbeda, dan… Pokoknya Anda harus lihat rumah-rumah tersebut.

Berikut ini rumah-rumah arsitek dan interior designer terkenal dari seluruh dunia.

Harriet Maxwell Macdonald dan Andrew Corrie


Pasangan desainer pemilik OCHRE ini memiliki apartemen dan rumah perisitirahatan yang super stunning. Tempat tinggal mereka merupakan kombinasi berbagai suasana: hangat dan sejuk, cerah dan gelap, feminin dan maskulin, modern dan tradisional, semuanya dengan pencahayaan yang menakjubkan. Karya-karyanya yang memadukan warna greige dengan warna vibrant dan pastel sangat terlihat di apartemen yang terletak di New York.

 

Zaha Hadid


Karya-karya avant-garde dari Zaha Hadid memiliki ciri khas bentuk oval 3 dimensi yang lembut dan futuristik. Dilengkapi juga dengan gelombang-gelombang kaca dan bentuk meruncing. Pemandangan serupa akan Anda dapatkan di rumahnya di London. Wanita kelahiran Baghdad, Irak, ini mengekspresikan kecintaannya pada seni melalui karya-karya El Lissitzky di dinding. Rumahnya dipenuhi cahaya alami yang membuat setiap ruangan tampak selalu terang menakjubkan.

 

Rafael de Cardenas


Apartemen milik Rafael terletak di Manhattan. Ukurannya tidak terlalu luas, tapi tampak begitu nyaman. Rafael rupanya pecinta seni kontemporer. Karya-karya kontemporer memenuhi setiap ruangan. Apartemen ini sendiri bagi Rafael merupakan bentuk akumulasi dari perjalanan hidup dan karirnya. Di dalamnya terdapat karya seni yang ia beli dari teman, barang-barang pemberian orang tua, serta berbagai barang sisa pekerjaannya selama ini. Didasari oleh warna hitam dan putih, Rafael menampilkan warna-warni bold dan vibrant yang penuh semangat.

 

Massimiliano dan Doriana Fuksas


Bersih, lapang, dan penuh cahaya sekiranya merupakan suasana yang tepat untuk menggambarkan apartemen mereka. Tidak jauh berbeda dengan gaya pasangan pemilik OCHRE, pasangan ini juga mencintai gaya industrial kontemporer. Sejumlah furnitur ala mid-century pun tertata rapi di sini. Pada dasarnya, tidak ada bentuk yang aneh-aneh. Semuanya serba apa adanya, dengan sejumlah karya seni minimalis. Kecuali ceilingnya yang sangat etnik dan cantik, semuanya simple tapi mewah.

 

David Chipperfield


Seperti rumah kedua pasangan di atas, David juga memilih dinding beton halus untuk mendominasi tampilan rumahnya yang terletak di Berlin. Rumah yang semula studio kerja ini penuh dengan warna-warna netral yang maskulin, membuat sofa berwarna hijau tua dan rak buku oranye langsung langsung menonjol.

Tampaknya David memang senang dengan ukuran yang besar. Selain ukuran apartemen yang cukup besar, ia memiliki 2 buah jendela mega-size tepat menghadap jalanan, membuatnya leluasa memandang gedung-gedung di luar. Juga ada deretan meja besar dan kursi-kursi sebagai tempat diskusi bersama tim-nya. Uniknya lagi, David melengkapi huniannya dengan sebuah kafetaria di lantai dasar, sebagai tempat nongkrong penduduk sekitar.

 

Daniel Libeskind


Setelah berpindah-pindah tempat tinggal, mulai dari Polandia, Tel Aviv, Bronx, Berlin, sampai Detroit, kini sepertinya Daniel Libeskind akan menetap di New York. Rumahnya berisi banyak sekali buku aksesoris ruangan yang unik. Siapa sangka, kita bisa menemukan patung anjing yang sangat imut di rumah arsitek ini. Di hunian berwarna dominan putih tersebut, juga tersimpan miniatur karya-karyanya yang luar biasa. Daniel Libeskind menjadikan rumahnya sebagai tempat bukti karya dan perjalanan karirnya selama ini.

 

Bijoy Jain


Bijoy Jain tinggal di sebuah desa yang jauhnya sekitar 30 km dari pusat kota Mumbai. Berbeda dengan semua rumah arsitek di atas yang sangat kontemporer dan futuristik, Bijoy justru mengutamakan nuansa pedesaan yang kental. Dari depan, rumahnya bergaya kolonial sederhana dengan dinding yang tinggi, tebal, dan dicat putih. Kesan kolonial didapat dari bentuk pintu dan jendela yang klasik. Di dalam, interiornya dipenuhi furnitur klasik ala tahun 50-an sampai 70-an dengan unsur dominan kayu. Lantai yang sangat sejuk terbuat dari tegel bermotif polos. Semuanya tampak sangat nyaman.

 

Setiap arsitek dan interior desainer memiliki kekhasan yang terwujud dalam hunian mereka. Kalau mau memilih, di hunian milik siapakah Anda ingin tinggal?

 

Sumber:
http://www.yellowtrace.com.au
http://freshome.com

1 COMMENT