Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
92

 Rooang.com | Anda ingin bangun rumah dengan biaya murah? Coba pikirkan alternatif ini: rumah dari botol plastik bekas. Rumah model ini dikembangkan oleh Andreas Froese. Tidak sekadar murah, Anda sekaligus ikut membantu mengurangi jumlah sampah. Apalagi sampah botol plastik termasuk yang paling sulit terurai di tanah.

Berikut 8 kelebihan rumah botol plastik.

1. Hemat Anggaran

Apa yang bikin hemat? Tentu saja botol plastiknya. Material pasir sebagai pengisi botol juga bisa Anda ganti dengan bekas runtuhan tembok. Anda juga tak perlu membeli batu bata. Coba hitung biayanya. Misalnya, kisaran biaya normal untuk membangun rumah seluas 6m x 10m adalah Rp120 juta. Sementara rumah botol plastik hanya butuh sekitar Rp40 juta saja. Anda bisa menghemat dua pertiga biaya. Wow!

 2. Tak Gampang Rapuh

Orang Indonesia lazim menggunakan bata sebagai material tembok rumah mereka. Bata yang terbuat dari tanah tentu saja gampang rapuh. Coba bandingkan dengan botol plastik yang diisi material berupa pasir atau urukan tanah. Sifat elastis botol plastik akan membuatnya lebih tahan lama dan tidak gampang pecah. Belum lagi ditambah sifatnya yang tak gampang diurai.

3. Tahan Beban

Kolaborasi antara botol plastik dan material padat yang dimasukkan ke dalamnya, seperti pasir, membuat rumah model ini jauh lebih kokoh. Ia tidak roboh waktu dihantam banjir atau kena goncangan gempa bumi. Bandingkan, misalnya, dengan rumah-rumah di Indonesia yang kebanyakan dibangun dari bahan kayu, anyaman bambu, atau bata. Ya, rumah botol plastik lebih cocok untuk daerah rawan bencana macam Indonesia.

 4. Bioklimatis

Arsitektur rumah botol termasuk bioklimatis. Artinya, desain rumah ini mampu menjaga suhu dalam ruangan tetap sejuk. Botol plastik yang diisi dengan tanah basah atau bahan gelap lainnya membuat tembok berfungsi sebagai pengatur suhu. Ia menyerap radiasi sinar matahari dan meradiasikannya kembali ke atmosfer pada malam hari. Anda pun tidak membutuhkan AC atau kipas angin. Tak heran jika rumah botol plastik banyak dibangun dan dikembangkan di negara-negara beriklim tropis seperti Afrika, Amerika Tengah, Amerika Latin, pun Asia. Cocok kan dengan Indonesia?

5. Daur Ulang

Selama ini botol plastik lebih sering didaur ulang jadi barang kerajinan. Misalnya: dekorasi bunga, tas kecil untuk koin, sapu, pot bunga, tempat penyimpanan koran, tempat lilin, atau kuas. Daur ulang ini bikin botol plastik tidak berakhir sebagai sampah, tapi sebagai sesuatu yang berguna. Rumah botol plastik, tentu saja, salah satunya.

6. Minim Bahan Konstruksi

Dengan memilih membangun rumah model ini, Anda meminimalisasi bahkan mengeliminasi penggunaan batu bata. Setidaknya Anda hanya membutuhkan botol plastik, pasir atau puing sebagai isinya, kawat atau nilon pengikat antarbotol, serta semen atau tanah liat sebagai perekat. Untuk pondasi dasar tetap batu. Sementara atap bisa Anda sesuaikan sesuai kebutuhan dan anggaran, semisal seng atau abses.

7. Mudah Dibangun

Rumah botol plastik mudah dibangun. Setidaknya ia tidak membutuhkan desain atau jasa arsitek nan rumit. Bahkan, Anda bisa melibatkan anak-anak untuk mengisi botol plastik dengan material tanah atau pasir. Pasti menyenangkan buat mereka. Sementara Anda dibantu tukang mulai membangun temboknya.

8. Konstruksi Hijau

Tidak dimungkiri lagi, rumah botol plastik tergolong ramah lingkungan. Tidak seperti bata yang harus proses tradisionalnya dibakar, membutuhkan banyak kayu, serta berkontribusi pada penebangan hutan. Botol plastik tidak. Sebuah rumah kecil, misalnya, membutuhkan sekitar 10.000 botol. Bisa Anda bayangkan sampah botol plastik yang termanfaatkan. Beban bumi pun berkurang.

 

 

 

1 COMMENT