Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
Gary-Chang

Seberapa luaskah ruang yang kita butuhkan untuk hidup nyaman?

Rooang.com | Pertanyaan itu terdengar filosofis dan jawabannya akan menjadi sangat variatif, karena setiap orang memiliki kebutuhan ruang hidup yang berbeda-beda pula. Namun, pemasalahan lahan menjadi bagian sehari-hari dari masyarakat perkotaan. Di mana jumlah populasi lebih banyak dari pada ketersediaan lahan untuk hidup. Termasuk di kota megapolitan seperti Hong Kong.

Leung Chi Wo, seorang seniman visual asal Hong Kong, pada tahun 2004 pernah membuat sebuah serial foto berjudul “Domestica Invisibile” yang menunjukkan respon fisik dan psikologis warga Hong Kong terhadap ruang tinggal yang semakin sempit dan berpajak mahal. Ia merekam berbagai siasat yang dilakukan warga untuk memanfaatkan ruang-ruang tinggal yang tersisa.

Namun, siasat yang lebih canggih datang dari Gary Chang, seorang arsitek asal Hong Kong, yang membuat sebuah inovasi dalam memanfaatkan ruang secara super-efisien. Ia merombak apartemen kecilnya seluas 32 meter persegi, menjadi sebuah tempat tinggal yang mampu mengakomodir segala kebutuhannya.

“Karena terbatasnya lahan, semakin hari ruang pribadi penduduk Hong Kong semakin kecil, untuk itu saya perlu beradaptasi dengan hal tersebut,” kata Gary.

Rahasianya adalah sebuah inovasi teknologi berupa tirai fleksibel (flexible curtains) yang ia rancang sendiri. Tirai mekanis ini mampu menjadi partisi bergerak yang akan membentuk 24 konfigurasi bilik baru sesuai dengan kebutuhan Gary. Penataan ruang ini sangat luwes dan selalu berubah, mengikuti keperluan pemiliknya.

Gary Chang 2

07_Domestic_Transformer__-_24modes_01

Di balik sebuah rak berisi ribuan CD musik, Gary menyembunyikan sebuah lemari spa. Dengan menggeser lemari spa, Gary menempatkan sebuah bathtub dan kasur lipat.

Gary juga menempatkan sebuah dapur dan mini bar di balik sebuah lemari televisi. Dengan menggeser ruang tamu, ia akan mendapatkan sebuah kasur king size yang dapat menampung saudaranya yang datang berkunjung.

Keajaiban apartemen Gary Chang ini sempat menjadi fenomena media pada tahun 2011. Inovasinya banyak diulas di berbagai media besar dunia, seperti Reuters hingga The New York Times. Kepada media, Gary mengungkap bahwa butuh waktu 30 tahun dan tiga kali renovasi untuk mendapatkan solusi yang tepat untuk mengakali ruang apartemennya yang sempit.

A small room can also be very comfortable,” kata Gary,”We just have to design it intelligently.