Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
motif-etnik-untuk-dekorasi

Rooang.com | Salah satu cara paling praktis mendekorasi rumah adalah dengan mengganti unsur kain, seperti korden, cushion, rug (karpet), throw, sprei, selimut, maupun taplak meja. Tapi, sudahkah Anda menemukan motif yang pas? Berikut ini 5 motif etnik interior yang bisa Anda jadikan alternatif.

Otomi


Otomi merupakan kain tradisional suku asli dari Mexico bagian tengah. Motifnya berupa gambar binatang dan tumbuhan, yang biasanya hadir dalam warna-warna vibran. Ada juga motif dengan hanya 2 warna, menggambarkan siluet binatang, seperti burung, ayam, dan rusa. Motif ini diperoleh dari menyulam kain dasar warna putih dengan benang aneka warna. Kain otomi sangat cocok untuk Anda penyuka dekorasi yang colorful dan vibran.

 

Suzani


Kata ‘suzani’ berasal dari Bahasa Persia yang berarti jarum. Suzani merupakan salah satu bentuk karya yang dihasilkan dari jarum tersebut, yaitu dengan cara bordir manual. Dulunya, pembuatan kain ini biasa dilakukan oleh para wanita. Motif suzani adalah tumbuhan merambat yang meliuk-liuk mengelilingi cakram. Suzani sangat serbaguna. Kain ini bisa Anda gunakan sebagai hiasan dinding, bedcover, throw, ataupun taplak meja.

 

Kantha


Kantha merupakan kain bordir tradisional dari India dan Bangladesh. Di Eropa dan Amerika, kantha sering digunakan sebagai pelapis selimut dan bedcover. Kantha biasanya terbuat dari kain sari perca yang disatukan dengan bordir kantha, yakni teknik menjahit kain perca sehingga benang yang digunakan bisa menciptakan motif tertentu. Motif ini biasanya mengikuti motif kain atau garis putus-putus yang berjajar. Kain kantha sangat ringan, sehingga cocok dijadikan selimut, sprei, atau bantal untuk musim panas.

 

Ikat


Pada dasarnya ikat berasal dari Indonesia, khususnya daerah NTT dan Kalimantan. Tapi, saat ini ikat sudah dianggap sebagai motif global. Cara membuatnya pun sudah bukan lagi dengan ditenun, melainkan dicetak di atas kain dengan fabrikasi berteknologi modern. Motif utamanya adalah jajar genjang (atau yang berbentuk serupa) yang berderet dan memiliki banyak warna, serta biasanya dilengkapi dengan lekukan. Motif ikat semakin sederhana dan minimalis, membuatnya cocok untuk era modern. Saat ini, ikat bisa ditemukan dalam bentuk sarung bantal, korden, rug, selimut, dan lain-lain.

 

Shibori


Shibori merupakan kain tradisional dari Jepang yang diberi motif dengan cara diikat, dilipat, dijumput, lalu direndam dalam pewarna atau diwarnai dengan kuas. Ada beragam jenis dan teknik ikat-lipat-warna kain ini, sesuai dengan motif yang diinginkan. Pada jenis tertentu ukuran kain shibori tidak luas, sehingga dalam dekorasi paling banyak digunakan sebagai sarung bantal, cover lampu, hiasan dinding, throw, dan taplak meja. Saat ini, motif shibori bisa ditemukan di seluruh dunia.

 

Selain dijadikan dekorasi berbahan kain yang mudah diganti, kain dengan aneka motif di atas juga umum digunakan sebagai pelapis permukaan sofa, headboard, dan bantalan kursi. Selain itu, motif-motif tersebut juga bisa ditemukan dalam bentuk lainnya, seperti wallpaper dan stencil. Penggunaan motif pun sangat beragam, sesuai tema dan gaya ruangan.

Kira-kira mana yang lebih pas untuk rumah Anda?

 

Sumber:
http://www.houzz.com/