Reading Time: 3 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
pagar-kayu

Rooang.com | Selain bangunan rumah induk, pagar adalah kebutuhan tersendiri bagi pemilik rumah. Pagar merupakan sarana proteksi sekaligus dekorasi outdoor. Di antara semua jenis pagar yang pernah ada, rupanya minat masyarakat masih tertambat pada pagar kayu. Pagar kayu dinilai tampak lebih mewah, menampilkan kesan klasik yang elegan, hangat, sekaligus tradisional.

Tetapi, seiring dengan pertumbuhan pohon kayu yang lambat dan permintaan yang terus meningkat, jumlahnya menjadi terbatas. Kayu kini menjadi material yang kurang ramah lingkungan dan harganya pun selangit.

Kayu imitasi

Solusi bagi Anda yang menyukai motif kayu adalah kayu imitasi. Kayu imitasi ini berbahan WPC (wood polymer composite), yakni campuran antara semen fiber dan serat alami. Bahan ini diyakini memiliki keindahan serupa kayu. Para produsen yang melihat minat besar masyarakat pada kayu menampilkan motif-motif serat kayu berwarna kecoklatan.

Selain persis menyerupai kayu, kayu imitasi juga memiliki banyak kelebihan lainnya. Kayu imitasi lebih tahan cuaca, sehingga tidak mudah rusak. Kayu imitasi pun tidak mengalami korosi seperti pada pagar besi. Di sisi lain, ia juga tidak mudah lapuk seperti kayu asli dan anti rayap. Sejumlah produsen bahkan memberikan garansi terbatas selama 10 tahun untuk menjamin kepuasan konsumen.

Memasang kayu imitasi tidak terlalu sulit. Memasanganya bisa langsung ditanam, atau dikaitkan pada kerangka aluminium atau besi. Anda hanya membutuhkan bor dan sekrup. Saat ini para produsen juga menyediakan petunjuk swarakit (do it yourself) agar para pembeli bisa memasangnya sendiri. Tapi, jika Anda masih kebingungan, bisa memanfaatkan jasa pemasangan dari distributor atau toko.

Bahan WPC pada dasarnya sudah dijual dengan aneka warna. Tetapi, juga bisa di-coating sesuai keinginan jika Anda ingin mengganti warnanya. Proses coating cukup dilakukan 3—4 tahun sekali. Untuk keawetan tanpa mengubah warna asli dari produsen, gunakanlah coating transparan yang akan memberikan lapisan pelindung.

Selain digunakan sebagai pagar, bahan ini juga biasa digunakan untuk lantai dek di atas dan di pinggir kolam. Bisa juga digunakan sebagai pelapis dinding luar agar rumah terlihat seperti rumah kayu.

Pagar uPVC

 

Synthetic Wooden Fence PVC

Selain kayu imitasi berbahan WPC ada juga material uPVC. Berbeda dengan bahan PVC biasa yang mengalami proses plastisizer, uPVC justru lebih kokoh karena tidak mengalami proses pelunakan tersebut. Pagar uPVC terbuat dari bahan virgin vinyl, heat stabilizer, UV stabilizer, dan titanium dioksida. Dengan bahan-bahan tersebut, pagar Anda nantinya akan tahan pada serangan cuaca.

Untuk menggunakannya, Anda perlu menerapkan sistem knock-down, sehingga pagar ini lebih kokoh. Bisa juga dengan ditanam lebih dahulu dengan kedalaman maksimal 45 cm. Pagar uPVC hanya tersedia dalam warna putih, sangat cocok untuk Anda pecinta tema shabby-chic. Tinggi maksimalnya adalah 100 cm.

Harga kedua material tersebut bervariasi. Kayu imitasi dibanderol dengan harga sampai lima ratus ribuan per meter persegi. Sementara, uPVC berharga lebih mahal, mulai dari Rp 700.000 sampai Rp 1.700.000. Harga ini sesuai tipe pagar dan ukurannya.

Bagaimana? Berminat menggunakan pagar-pagar cantik ini?

Sumber:
http://www.wpcdek.com/
http://www.distributoratapbangunan.com/
http://www.pagar111.com/