Reading Time: 6 minutes
1 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 51 vote, average: 5.00 out of 5
Loading...
a

Rooang.com | Akhir-akhir ini, Indonesia lagi dihebohkan dengan isu kenaikan harga bbm. Seperti yang kita tahu, kebutuhan akan transportasi pribadi antar kota dan dalam kota di Indonesia menjadi hal substansial sehingga membuat kita sangat bergantung pada bahan bakar bensin. Padahal kita bisa, lho, mengubah mindset agar tidak lagi terpengaruh dengan harga minyak dunia dengan cara memulai mengonsep desain yang memberi kemudahan akses bagi pedestrian. Nah, 10 konsep kota walkable di bawah ini bisa menjadi inspirasi kamu untuk mengembangkan kota di Indonesia agar menjadi ramah terhadap pejalan kaki dan tidak bergantung lagi dengan penggunaan kendaraan pribadi. Apa saja, ya, konsep-konsepnya? Yuk disimak!

  1. Kota Bebas Mobil di Tianfu, China

Design: Adrian Smith + Gordon Gill Architecture

Tianfu, China sedang menciptakan kota yang seluruhnya bebas mobil, lewat permukiman high-rise building untuk 80.000 orang yang mengelilingi area pusat kota di tengahnya. Konsep ini dirancang untuk area pedesaan di luar kota Chengdu yang nantinya akan benar-benar jadi kota walkable yang dikelilingi ruang hijau di sekelilingnya. Perjalanan dari tengah kota ke area luar taman dapat ditempuh dalam waktu perjalanan dengan jalan kaki selama 10 menit. Kota ini nanti akan mengurangi energi sebesar 48%, mengurangi penggunaan air sebanyak 58%, dan akan memproduksi sampah 89% lebih sedikit daripada kota konvensional dengan luasan yang sama. 1.1

1.4

 

  1. Masdar, Kota Pertama Bebas Karbon di Dunia

Design: The Masdar Institute of Science and Technology dan Massachusetts Institute of Technology

Kota metropolis paling sustainable, tanpa kendaraan dan juga tanpa bangunan pencakar langit,yang sedang dibangun ini berada di padang pasir luar kota Abu Dhabi. Masdar, akan menjadi kota pertama yang zero-carbon (bebas karbon) dan zero-waste (bebas sampah) di dunia. Kota itu akan dilengkapi dengan rapid transit system (kereta otomatis) yang memakai energi matahari dan geothermal. Pada pusat kota, terdapat banyak ‘sunflower umbrellas’ yang berfungsi untuk membayangi para pejalan kaki serta sebagai penyimpan energi matahari di saat siang dan mengeluarkan panas ketika malam hari.

2

2.4

2.3

 

 

  1. Kota Shan-Sui

Design: MAD Architects

MAD Architects membuat konsep Kota Shan-Shui di China yang desainnya terinspirasi oleh bentuk gunung dan air. Kota ini terbentuk dari bangunan mixed-use dalam skala besar dengan banyak public spaces dimana warga dapat berkumpul, berinteraksi, dan menikmati pemandangan. Tingginya kepadatan penduduk menjadi alasan arsitek membuat kota yang segala kebutuhannya dapat diakses dengan berjalan kaki dan transportasi publik. Arsitek membuat konsep yang mempermudah akses ke alam menjadi sangat vital sama seperti akses menu sekolah, rumah sakit, dan kantor. 3.1

3.3

3.4

 

 

  1. Dubai Sustainable City

Design: Baharash Architecture

Proposal konsep Sustainable Dubai ini sangat berfokus pada koneksi komunitas masyarakat dan interaksi sosial yang terjadi pada area hijau. Desain ini terdiri dari 550 vila hunian, sawah organik, fasilitas edukasi, dan 600.000 m2 panel surya. Kota ini akan memproduksi 50% energinya sendiri melalui tenaga matahari dan mengurangi karbon melalui transportasi publik mass transit.

4.2

4.3

4.4

 

 

 

  1. Gothenburg, Konsep Kota Hijau Masa Depan

Design: Kjellgren Kaminsky Architecture

Gothenburg, Sweden, menjadi begitu hijau setelah adanya konsep eco-city yang ditawarkan Kjellgren Kaminsky Architecture. Sustainable city ini membuat Kota Gothenburg menjadi mandiri energi dan makanan, dengan menggunakan atap bangunan di kota sebagai ruang baru untuk bercocok tanam serta tempat pemasangan solar panel dan kincir angin. Permukiman padat yang dibuat vertikal akan mengurangi kemacetan dan sungai menjadi jalur transportasi penting di kota ini. 5.1

 

 

  1. Multiplicity

Design: John Wardle Architects

“Melbourne tidak lagi menjadi kota yang bertambah besar, tetapi bertambah tinggi ke atas dan ke bawah,” ucap John Wardle mengenai konsep Multiplicity, yaitu bayangan kota di Australia ini 100 tahun dari sekarang. Konsepnya adalah dengan memberikan area luas nan lebar di atas atap bangunan-bangunan pencakar langit. Bagian atas akan tersedia untuk produksi makanan, menyimpan air hujan, dan mengolah energi. Oleh karena itu, pada konsep ini dapat diaplikasikan multiple cities, kota di atas dan di bawah. 6.1

6.3

6.4

 

 

  1. San Juan, Puerto Rico

Seluruh Kota San Juan, Puerto Rico, memperoleh $1.5 juta untuk mengubah kota menjadi walkable city melalui mass transit system yang baru. Perubahan ekstrim yang paling besar adalah tidak diperbolehkannya kendaraan berada di dalam kota sama sekali. San Juan sudah cukup menderita akibat banyaknya populasi selama 60 tahun dan pemerintah ingin masyarakat dapat berjalan kaki dengan tenang tanpa khawatir diklakson kendaraan ataupun menghirup asap knalpot. Alasan lain adalah karena pantai indah di kota ini rata-rata tidak dapat diakses karena banyaknya pengguna mobil. 7.1

7.2

 

 

  1. Re Think Athens

Design: OKRA

Pemenang desain kompetisi Re Think Athens, OKRA, telah mengubah jantung kota menjadi lebih hijau, menarik, dan mudah diakses dengan berjalan kaki daripada dengan kendaraan bermotor. Area hijau menyediakan pembayangan sebagai naungan alami dan mengurangi panas matahari, sehingga mendorong masyarakat untuk lebih banyak melakukan aktivitas outdoor. Penghijauan tersebut saling terhubung antar satu dengan lainnya. 8.1

8.2

8.3

 

 

  1. Harvest City: Kota Agrikultural dan Industrial Mengapung

Design: E. Kevin Schopfer

Haiti adalah sebuah Negara pulau yang telah dirusak oleh kemiskinan dan bencana alam yang berulang kali, seperti gempa bumi yang meratakan sebagian besar Port-au-Prince dan meninggalkan jutaan orang tanpa tempat tinggal aman. Arsitek E. Kevin lalu membayangkan sebuah kota teraung baru untuk 30.000 warga lepas pantai yang menawarkan tempat yang produktif dan layak huni. Kota baru itu akan mendukung pertanian dan industri kecil warga. Kompleks yang memiliki diameter sebesar 2 mile terdiri dari empat daerah yang diubungkan dengan sistem kanal linier. Kota Haiti yang baru dibangun agar kuat menahan badai dan topan, serta dapat dikembangkan sesuai kebutuhan. 9.1

9.2

9.3

 

 

         10. Kota Vertikal Shenzen, China

Design: Vincent Callebaut

Arsitek asal Belgia mengembangkan sebuah konsep yang mengenalkan ekosistem alami di dalam kota dengan konsep ‘farmscrapers’. Masyarakat yang tinggal di setiap tower tersebut harus bekerja di dalamnya juga, sehingga mengurangi kebutuhan akan transportasi. Begitu pula dengan makanan pun akan diproduksi di dalam kebun dan taman-taman bangunan. Ditambah lagi, sampah yang dihasilkan akan kembali digunakan untuk mendukung ekosistem. Setiap menara berisi 20 ‘kerikil’ yang juga mencakup panel surya dan turbin angin.

10.2

10.1

10.4

 

 

Itu tadi 10 konsep Walkable City di dunia. Kira-kira mana yang jadi inspirasimu?

1 COMMENT