Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
85

Rooang.com | Ubur-ubur adalah salah satu hewan multi-organ tertua di planet bumi. Mereka telah menjelajahi lautan selama 500-700 juta tahun. Ada ubur-ubur yang memiliki sengat, ada juga yang tidak.

Ubur-ubur kerap dikagumi karena anggun tentakelnya dan transparan tubuhnya yang mengapung di air. Karakteristik inilah yang kemudian menginspirasi para desainer, salah satunya membuat lampu gantung.
Lampu gantung ubur-ubur ini memiliki cita rasa kontemporer dan klasik, yang menambah sentuhan organik tertentu untuk ruang, sehingga penghuninya merasa rileks dan tenang. Lampu ini memancarkan cahaya level rendah yang bisa diatur netral atau multiwarna, yang bisa berpadu sempurna dengan warna dekorasi ruang Anda.

Beberapa lampu gantung ubur-ubur di bawah ini adalah elaborasi dari langgam industrial yang cocok dipasang di kantor, kamar tidur, maupun dapur. Berikut adalah beberapa desainer dan vendor yang membuat lampu gantung ubur-ubur.

 

  • Casa Morada

7

Produksi Casa Morada berbahan untaian serat optik ini dibuat dengan tangan. Diameternya 1 meter. Lampu gantung ini hadir dengan kontrol jarak jauh RGB LED. Sehingga Anda bisa menikmati transisi warna yang halus atau satu warna saja sesuai dengan nuansa yang Anda inginkan atau tema ruangan.

 

  • Opal Art Glass

2

Lampu gantung ini dibuat oleh Opal Art Glass. Ketika dinyalakan, tubuh ubur-uburnya akan berpijar indah. Ketika gelap, lampu gantung ini menonjolkan putaran berwarna putih keperakan pada permukaannya. Tentakel yang panjang dan ramping menggantung anggun di bawah tubuh ubur-ubur, berkilau dengan nuansa putih keperakan.

 

  • Joel Bloomberg

Lampu gantung ubur-ubur yang didesain oleh Joel Bloomberg ini bisa dipasang dengan berbagai arah: vertikal, terbalik, atau miring dan sudah termasuk bohlam 40 watt dengan saklar dua arah. Lampu ini adalah salah satu koleksi dari serial iluminasi. Kepekatan warnanya bervariasi tergantung pada waktu, arah cahaya, atau iluminasi internalnya sendiri. Karya Joel Bloomberg telah dipamerkan di raturan galeri dan museum di Amerika Serikat dan Kanada. Bahkan, beberapa telah menjadi koleksi Gedung Putih, Washington DC.

 

  • Roxy Russell

5

Desainer perempuan asal California ini mengaku terinspirasi dari samudera dalam membuat karya-karyanya, salah satunya Medusa Pendant Lamp ini. Lampu yang terbuat dari gloss white powder coated aluminium dan velum finish polyester mylar ini menggunakan bohlam A19 standar dengan daya maksimal 60 watt. Namanya yang diambil dari mitologi Yunani, Gorgon Medusa, ini memiliki keindahan yang terpancar dari kelopak dan sulurnya ketika saklar dihidupkan.

 

  • Katerina Smolikova

6

Desainer asal Cekoslowakia ini mengabadikan keindahan ubur-ubur melalui lampu gantung desainnya. Lampu yang cahayanya bersumber dari LED hemat energi ini adalah salah satu karyanya dari koleksi “Skyphos 1” yang memenangkan penghargaan. Smolikova sendiri adalah siswa Academy of Arts, Architecture and Design di Prague, dengan fokus pada desain kaca.

 

  • The Oceanographic Museum of Monaco

3

Benda koleksi Museum Oseanografi, Monako, ini disebut-sebut sebagai lampu gantung ubur-ubur termasyhur di dunia. Lampu ini adalah fusi antara seni dan sains. Lampu ini terinspirasi dari empat lampu ‘radiolarium’ dan lukisan, yang gambar awalnya dibuat oleh Ernst Haeckecl, ahli biologi Jerman yang juga seorang filsuf dan pemikir bebas.

 

(Diolah dari berbagai sumber)