Reading Time: 2 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
where-architects-live-designboom-04

Rooang.com | Pada Milan Design Week 2014, terdapat sebuah ekshibisi menarik tentang “Where Architects Live?” yang dikuratori oleh Francesca Molteni. Pameran ini memberikan insight kehidupan rahasia para arsitek ternama di balik suasana rumah mereka.

1. David Chipperfield

where-architects-live-designboom-03

Setelah menyelesaikan proyek Neues Museum pada tahun 1997, Chipperfield melakukan relokasi Mitte District di mana terdapat courtyard yang mencakup rumah dan studionya. Arsitek berkebangsaan Inggris ini juga mendesain kantin sebagai tempat berbagi dengan sekitar dan berbincang sejenak.

where-architects-live-designboom-01

Rumah Chipperfield memiliki jendela besar yang memberikan view vista interaksi antara courtyard dan lingkungan sekitar. Material dasar beton diekspos dengna kombinasi furnitur ala Italia tahun 50-60’an. Sebuah kombinasi yang sangat menarik.

2. Shigeru Ban

where-architects-live-designboom-04

Di tengah Hutan Hanegi Jepang, Shigeru Ban menyelesaikan proyek rumahnya pada tahun 1997. Sebuah tantangan bagi Shigeru Ban untuk tidak menebang satu pohon pun, namun mendesain sebuah hunian yang menyatu dengannya.

where-architects-live-designboom-05

Terinsprasi dari ruang tinggal bhiksu Budha, hunian ini memainkan konsep sedikit furnitur dan sedikit polesan, serta permainan cahaya alamiah.

3. Zaha Hadid

where-architects-live-designboom-07

where-architects-live-designboom-06

Hadid berusaha merekonstruksi memori masa kecilnya di Baghdad pada rumah barunya di London. Interaksi cahaya pada skylight, bermain manis dengan artworks Rusia di dinding-dinding. Sebuah potret akan ruang-ruang ala Hadid yang diterjemahkan secara baik pada huniannya sendiri.

4. Daniel Libeskind

where-architects-live-designboom-08

Di tengah Kota Manhattan, Libeskind menunjukkan betapa terpesonanya dia pada seni visual, langsung pada huniannya. Tumpukan buku-buku tampak mengisi ruangan bersamaan dengan meja granit berkaki merah yang tampaknya selalu mengikuti perjalanannya hingga New York. Rumah bagi Libeskind adalah perpotongan dari pengalaman spasial seseorang.

Masih ada cuplikan inspiratif rumah sang arsitek lainnya. Simak di artikel selanjutnya ya!

[Dokumentasi: designboom ©]