Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_17

Rooang.com | Ribuan tulang-belulang binatang terdapat di restoran menyeramkan ini. Dipimpin oleh Ignacio Cadena, studio dari Meksiko, Cadena + Asociados, mengubah sebuah bangunan tahun 1940-an di Kota Guadalajara, Jalisco, menjadi sebuah restoran seluas 70 meter persegi.

Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_0

Klien dari Hueso Restaurant – yang berarti Restoran Tulang – adalah saudara laki-laki Cadena sendiri, koki Alfonso Cadena.

Keramik putih tulang bermotif garis-garis hitam ditempel di bagian dinding luar, sedangkan di dalam tersusun rangka binatang yang menghiasi dindingnya.

Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_2

Dekorasi restoran ini mengikuti menunya yang tidak biasa, seperti sumsum tulang. “Pendekatan desain dimulai dengan membuat kulit ganda,” kata perwakilan dari studio tersebut.

Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_5

“Pada eksterior, ubin keramik buatan tangan melindungi lapisan kulit dalam, menjadikannya lebih organik dan penuh tekstur.” Sebuah tulang tunggal digantung pada rantai di atas pintu masuk memberikan pengunjung sedikit apa yang ada di dalam.

“Terinspirasi dari visi Darwin, kulit dalam menutupi hampir setiap inci persegi vertikal dari interior dengan 10.000 lebih tulang yang terkumpul,” kata seseorang dalam tim.

Dinding bata ditutup cat putih yang merata dari langit-langit hingga lantai dengan tulang hewan, tengkorak hewan, gambar anatomi, dan peralatan masak berwarna putih.

Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_9

Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_10

Kursi kayu berbaris rapi sepanjang meja kayu yang mengikuti naiknya level lantai restoran ini.

Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_12

Tiang putih dengan bola lampu kecil berdiri di atas meja seperti payung, dan di akhir ruangan, batang pohon yang mati ditanam di sepetak tanah.

 

Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_13

Dinding beton di kamar mandi telah ditutup separuh dengan keramik putih glosi dan sebuah tulang hewan bertanduk di atas toilet seperti piala berburu.

Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_6

Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_15

Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_18

Hueso-Restaurant-by-Ignacio-Cadena-at-Cadena-and-Asociados-Concept-Design_dezeen_468_20

Bagaimana, Anda berani makan di restoran ini, Sobat?

 

Sumber:

dezeen.com