Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
19

Rooang.com | 3 Desember ditetapkan oleh PBB sebagai Hari Penyandang Cacat Internasional. Tema tahun ini adalah ‘Sustainable Development: the Promise of Technology’. Tema ini difokuskan pada tiga hal, yakni: pengurangan risiko bencana dan respon darurat, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, serta tujuan pembangunan berkelanjutan yang inklusif bagi penyandang cacat.

Tentu saja ada maksud di balik peringatan ini. Tak lain adalah agar masyarakat kian sadar mengenai isu-isu kecacatan, hak-hak fundamental para penyandang cacat, serta integrasi mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Masing-masing pihak pun merespon isu disabilitas ini dengan caranya sendiri, termasuk para arsitek dan desainer.

Tersebutlah Juliana Santana, seorang arsitek dan perencana kota lulusan Universidade Santa Ursula, Rio de Janeiro, yang mengkhususkan diri pada Bangunan Berkelanjutan. Ia belajar desain interior di Marangoni Institute, Milan, pada 2007. Pada tahun yang sama, ia mendirikan kantornya di Brasilia.

Pada tahun 2011, terkait persiapan Casa Cor Brasilia, acara arsitektur terbesar di Brazil, Santana mendesain rumah yang mudah diakses oleh pengguna kursi roda. Rumah seluas 90 meter persegi ini memiliki desain kontemporer yang simpel dan nyaman.

Hunian nyaman untuk Penyandang cacat

Hunian nyaman untuk Penyandang cacat

Secara keseluruhan, rumah ini memiliki ruang tidur, ruang tamu, serta ruang belajar dalam satu area terbuka. Bagian yang terpisah hanyalah kamar mandi dan lorong masuk. Secara visual, ruang belajar dipisahkan dengan permukaan kayu yang melapisi lantai, dinding, dan langit-langit. Santana menggunakan material berbeda untuk membedakan masing-masing ruangan tanpa perlu membuat sekat dinding. Ini adalah cara yang menguntungkan bagi si pengguna kursi roda karena ruang jadi tetap lapang. Mereka pun bisa bergerak tanpa hambatan berarti.

Hunian nyaman untuk Penyandang cacat

Hunian Nyaman untuk Penyandang cacat

Hunian Nyaman untuk Penyandang cacatFurnitur lain seperti sofa, armchair, ottoman, juga ranjang benar-benar dipilih yang paling nyaman buat mereka. Kursi lipat dan grab bars di kamar mandi sungguh memudahkan para penyandang keterbatasan fisik ini.

Untuk kamar mandi, lantainya didesain berbahan kayu. Dindingnya ditutupi keramik metalik dengan langit-langit hitam. Kanister lampu yang terpasang di langit-langit, dengan ukuran dan posisi yang berbeda-beda, menciptakan efek malam yang bertabur bintang. Tema kamar mandi ini kian dipertegas dengan karya seni yang dibikin seperti konstelasi.

Hunian Nyaman untuk Penyandang cacat

Hunian Nyaman untuk Penyandang cacat

Sebuah bar krom dan kotak tisu toilet yang mengilap terefleksi kembali pada keramik metalik. Wastafel dan lemari penyimpanan memiliki ukuran panjang yang oke. Sebuah fitur kecil nan indah terdapat di cermin di atas wastafel. Selain bisa melihat bayangan diri di ubin, Anda bisa pula memiringkan cermin ke depan. Kemiringan ini bisa membuat pengguna kursi roda memiliki pandangan yang jauh lebih baik tentang diri mereka sendiri.

Bagi pengguna kursi roda, ini hunian idaman, bukan?

1 COMMENT