Reading Time: 3 minutes
0 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 50 votes, average: 0.00 out of 5
Loading...
sejarah-cat-tembok1

Rooang.com | Di awal abad 19, industri cat lebih berkembang lagi dengan ditemukannya mesin uap. Hampir pada waktu yang sama, di Eropa ditemukan komposisi baru untuk membuat cat warna dasar (putih), yakni dengan mencampurkan oksida besi sebagai pengganti timah. Beberapa puluh tahun kemudian, para pemilik pabrik cat mulai membayar buruh untuk menggiling dan mencampur bahan-bahan cat. Saat itu pulalah terbentuk serikat dagang produsen cat.


Proses pembuatan cat menjadi lebih mudah dan cepat. Apalagi dengan ditemukannya ide pencampuran minyak biji rami sebagai zat pengikat, industri cat berkembang semakin pesat. Cat berbahan dasar minyak dianggap mampu melindungi permukaan dinding dengan sangat baik. Industri ini mencapai titik puncaknya ketika mengecat bukan hanya karena keinginan menciptakan keindahan di rumah, tapi telah menjadi suatu keharusan dan kebutuhan. Tidak hanya mempercantik tampilan dinding luar, cat juga membuatnya awet dan terlindung dari kerusakan akibat cuaca.

Munculnya perusahaan pembuat cat siap pakai

Perusahaan pertama yang memproduksi dan menjual cat siap pakai adalah Sherwin-Williams & Co., pada tahun 1866. Produsen ini menjual cat berbahan dasar minyak yang siap pakai dalam kemasan kaleng. Penemunya, Henry Sherwin, kemudian menciptakan inovasi dengan membuat kemasan kaleng yang bisa ditutup kembali.

Tak mau kalah dengan Sherwin-Williams, Benjamin Moore akhirnya berdiri pada tahun 1883. Pada tahun 1907, untuk pertama kalinya produsen cat menyewa jasa ahli kimia untuk melakukan penelitian. Di antara sekian banyak inovasi Benjamin Moore, teknologi kombinasi warna terkomputerisasi, yang ditemukan tahun 1982,merupakan penemuan yang paling berpengaruh dan berkesan.

Pencampuran zat kimia pada cat tembok

Mendekati pertengahan abad 20, cat tembok kembali mengalami perkembangan penting. Pada masa Perang Dunia II, minyak biji rami menjadi sangat langka. Untuk mengatasi kelangkaan ini, para ahli kimia mencampurkan alkohol dengan zat asam untuk menciptakan alkid, yakni semacam resin buatan, zat perekat yang menggantikan peran minyak biji rami. Zat ini bisa dibuat dengan mudah dan murah, tahan lama, serta mampu merekatkan warna dengan kuat ke tembok. Dengan cepat zat ini menggantikan peran minyak sebagai bahan dasar pembuatan cat.

Polemik cat tembok dengan kesehatan

Cat yang paling populer pada abad ke-20 adalah cat acrylic (berbahan dasar air) dan cat susu. Cat susu yang sebelumnya populer di abad ke-19, kembali diminati masyarakat karena warnanya lebih lembut dan halus, lebih ramah lingkungan, dan aman bagi kesehatan. Cat susu tidak mengandung VOC (Volatile Organic Compound).

Cat latex, di sisi lain, juga mengandung gas kimia berbahaya. Kontak langsung dengan VOC jika terlalu lama bisa merusak hati, ginjal, dan pusat sistem syaraf. Berdasarkan hasil uji coba di laboratorium, VOC bisa menyebabkan kangker pada binatang. Dengan adanya hasil ini, para peneliti menyimpulkan bahwa VOC juga bisa menimbulkan kanker pada manusia.

Cat tembok yang aman untuk kesehatan

Seperti yang diharapkan, saat ini semakin banyak pabrik yang memproduksi cat bebas-VOC. Label “bebas-VOC” ini lebih tepatnya berarti bahwa cat tersebut memiliki kandungan VOC kurang dari 5 gram per liternya. Cat berbahan dasar tanah liat dan air mengandung minyak tumbuh-tumbuhan, resin, dan pewarna alami sebagai pengganti VOC . Cat dengan kadar VOC yang rendah bisa lebih aman digunakan, bahkan bagi orang yang alergi atau berkulit sensitif. Selain itu, cat seperti ini tidak menghasilkan bau menyengat.

Seperti produk-produk lainnya, cat tembok telah mengalami banyak perubahan sejak barang ini ditemukan. Namun demikian, cat tembok tetaplah memiliki tujuan yang sama, untuk mewarnai dan menciptakan kenyamanan penghuni. Dengan melihat fleksibilitas fungsi dan perannya yang luar biasa, diperkirakan cat akan tetap ada di dunia ini sampai ribuan tahun lagi.

Sumber:
www.shearerpainting.com
mocomi.com
joepullaroinc.com